Kehilangan Pemain Kunci, Persebaya Surabaya Hadapi Tantangan Berat
Persebaya Surabaya kini menghadapi situasi yang sangat krusial menjelang laga melawan Bali United. Dua pemain kunci, Milos Raickovic dan Bruno Moreira, dipastikan absen dalam pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (7/2) malam. Kehilangan dua pemain ini tidak hanya menjadi kehilangan nama besar, tetapi juga memberi dampak langsung terhadap identitas permainan tim di bawah arahan Bernardo Tavares.
Milos dan Bruno selama ini menjadi sumber utama dari long ball yang menjadi ciri khas permainan Green Force. Data menunjukkan bahwa Persebaya mampu melepaskan rata-rata 21,2 long ball per laga dengan tingkat akurasi sebesar 49,1 persen. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya peran umpan langsung dalam skema serangan tim.
Dari total tersebut, lima pemain paling aktif sebagai penyuplai long ball adalah:
- Risto Mitrevski dengan rata-rata 3,9 acc. long balls per game
- Leo Lelis dengan rata-rata 3,0 per laga
- Milos Raickovic dengan catatan 2,6 acc. long balls per pertandingan
- Francisco Rivera dengan rata-rata 1,9
- Bruno Moreira dengan rata-rata 1,8 long ball akurat per laga
Kehilangan Milos dan Bruno berarti memangkas hampir seperempat suplai bola panjang Persebaya Surabaya. Hal ini memaksa Tavares untuk mencari alternatif distribusi permainan yang lebih efektif.
Bobot Pertandingan bagi Persebaya Surabaya
Laga melawan Bali United memiliki bobot penting bagi posisi Persebaya Surabaya di klasemen. Menjelang pekan ke-20 Super League 2025/2026, Green Force berambisi menembus empat besar. Saat ini, Persebaya tertahan di peringkat kelima dengan 32 poin, hanya terpaut lima angka dari Malut United FC di posisi keempat.
Meski Persebaya memiliki modal kepercayaan diri setelah menang telak 5-2 pada pertemuan pertama, Tavares tidak ingin terbuai hasil tersebut. Ia justru melihat Bali United sebagai ancaman nyata. Kekalahan Serdadu Tridatu dari Persik Kediri diyakini akan memantik motivasi berlipat.
“Bali memiliki tim yang bagus. Karena mereka baru saja kalah, saya membayangkan mereka akan bermain sangat keras dan tangguh melawan kita,” ujar Tavares.
Menurut pelatih asal Portugal itu, hasil besar di bulan Agustus lalu tidak memberi keuntungan teknis apa pun di laga berikutnya. Faktor atmosfer kandang dan psikologis lawan menjadi penentu utama.
Masalah Internal Tim
Tidak hanya tantangan dari lawan, kondisi internal Persebaya Surabaya juga tidak ideal. Kehilangan dua pilar asing utama membuat keseimbangan tim ikut terganggu. Bruno Moreira dan Milos Raickovic harus absen akibat sanksi akumulasi kartu kuning. Mereka mendapat kartu saat laga kontra Dewa United.
Bruno Moreira memiliki peran vital sebagai kapten dan motor serangan. Selain produktif menciptakan peluang, ia juga menjadi pemimpin di lapangan. Sementara Milos Raickovic memiliki fungsi vital di lini tengah, baik dalam menjaga tempo maupun menjadi pemutus tekanan lawan lewat umpan-umpan panjang akurat.
Dengan absennya dua pemain ini, beban distribusi bola otomatis jatuh ke pemain lain. Risto Mitrevski dan Leo Lelis diprediksi bakal lebih aktif membangun serangan dari lini belakang. Francisco Rivera juga diharapkan mampu mengisi kekosongan kreativitas di lini tengah.
Faktor Kebugaran dan Waktu Istirahat
Faktor kebugaran turut menjadi perhatian serius bagi tim pelatih. Persebaya Surabaya hanya memiliki waktu pemulihan lima hari jelang laga berat ini. Di sisi lain, Bali United mendapat keuntungan waktu istirahat lebih panjang. Mereka sudah bertanding lebih awal pada Jumat (30/1) sehingga punya dua hari tambahan untuk pemulihan.
“Situasi ini memang tidak menyenangkan. Sayangnya ada pemain yang tidak bisa tampil, sementara Bali punya waktu lebih banyak untuk memulihkan diri,” kata Tavares.
Tantangan Emosional dan Mental
Laga di Gianyar selalu menyimpan tantangan emosional tersendiri. Dukungan penuh publik Bali United kerap memberi energi tambahan bagi tuan rumah. Bagi Persebaya Surabaya, pertandingan ini menjadi ujian mental sekaligus kedalaman skuad.
Hasil positif akan memperkuat posisi mereka dalam perburuan papan atas. Sebaliknya, kekalahan bisa membuat persaingan empat besar semakin ketat. Dengan penyuplai long ball utama absen, Persebaya Surabaya dituntut menemukan cara baru untuk tetap kompetitif.
Pertandingan Sabtu malam nanti bukan sekadar soal taktik dan statistik. Ini tentang bagaimana Persebaya Surabaya bertahan, beradaptasi, dan menjaga asa di tengah keterbatasan.