Pemimpin Venezuela Ditangkap dalam Operasi Militer Besar
Pembunuhan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer besar telah menjadi topik utama di berbagai media. Donald Trump, presiden Amerika Serikat saat itu, mengumumkan bahwa pasukan AS berhasil menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam operasi yang dilakukan pada hari Sabtu (3/1/2026) waktu setempat.
Trump menyampaikan pengumuman tersebut melalui platform media sosial Truth Social. Ia menulis, “Amerika Serikat berhasil melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.”
Dukungan dari Elon Musk
Klaim ini mendapat dukungan dari Elon Musk, seorang konglomerat teknologi ternama. Musk, yang sempat memiliki perselisihan dengan Trump di media sosial, memberikan ucapan selamat kepada presiden AS tersebut. Ia menulis di akun X miliknya, @elonmusk, “Selamat, Presiden Trump! Ini adalah kemenangan dunia dan pesan yang jelas bagi semua diktator keji di mana pun.”
Dukungan Musk disertai dengan kutipan dari unggahan resmi Gedung Putih (@WhiteHouse), yang memuat tangkapan layar dari unggahan Trump di Truth Social. Postingan tersebut menampilkan foto diduga Nicolas Maduro dalam sebuah penerbangan bersama militer AS. Musk bahkan menyematkan postingan tersebut di profil akunnya, menunjukkan bahwa dukungannya cukup penting.
Ini adalah pernyataan publik pertama Musk yang mendukung Trump, setelah keduanya sempat bersitegang.
Perseteruan Musk dan Trump
Perseteruan antara Musk dan Trump mulai muncul sejak pertengahan tahun lalu. Keduanya saling serang di media sosial. Musk, yang saat itu masih memimpin Departement of Government Efficiency (DOGE), mengkritik beberapa kebijakan hingga isu personal Trump.
Musk mengkritik Undang-undang One Big Beautiful Bill (BBB) yang saat itu masih dalam proses rancangan. Ia menilai UU tersebut akan memperparah defisit dan mencederai semangat efisiensi yang sudah digalakan departemennya. Dalam wawancara dengan CBS, Musk menyebut RUU BBB sebagai “menghamburkan anggaran” dan berpotensi menggagalkan upaya pemangkasan birokrasi yang ia jalankan selama menjabat.
Di platform X, Musk menyindir RUU itu sebagai “Slim Ugly Bill”, dan mengatakan bahwa isinya bertentangan dengan janji kampanye Trump sendiri. Konflik semakin panas ketika Musk menyeret nama Trump dalam skandal Jeffrey Epstein. Posting tersebut ramai dan kabarnya membuat Trump sangat murka.
Trump bahkan menegaskan dirinya enggan memperbaiki hubungan dengan Musk. “Hubungan kami sudah selesai,” kata Trump dalam sebuah wawancara bersama NBC News.
Tensi menurun ketika bulan November 2025, Musk mengunggah posting berisi penyesalan. “Saya menyesal atas beberapa unggahan saya tentang Presiden @realDonaldTrump minggu lalu. Unggahan itu terlalu berlebihan,” tulis Musk tanpa menyebut cuitan mana yang ia maksud secara spesifik.
Amerika Mengambil Alih Venezuela
Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dilaporkan telah mendarat di pangkalan militer Garda Nasional Udara Stewart, New York setelah dipindahkan ke wilayah AS lewat Teluk Guantanamo. Keduanya dipindah dari Newburgh, New York ke landasan helikopter di Manhattan dan diperkirakan akan ditahan di Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn.
Maduro dan Flores akan menghadapi dakwaan di New York, yang diperkirakan akan dilakukan paling cepat Senin (5/1/2026) waktu setempat.
Pernyataan Trump
Sementara itu, Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengendalikan Venezuela hingga terjadi transisi damai. “Kami akan menjalankan negara ini hingga kami bisa melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” kata Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, dikutip KompasTekno dari The Independent.
“Operasi yang sangat sukses ini harus menjadi peringatan bagi siapa pun yang ingin mengancam kedaulatan Amerika atau membahayakan nyawa warga AS,” imbuhnya. Ia juga mengatakan tidak ragu untuk “mengerahkan pasukan darat” dan memperingatkan gelombang serangan kedua terhadap Venezuela “jika perlu”.
Operasi militer skala besar ini merupakan puncak konflik AS-Venezuela yang telah terjadi selama beberapa bulan. Penangkapan ini juga mengakhiri 13 tahun kekuasaan Maduro di negara kaya minyak tersebut.