Misteri Kematian Keluarga di Tanjung Priok, Hasil Toksikologi Menanti

admin
5 Min Read

Misteri Kematian Tiga Anggota Keluarga di Jakarta Utara Masih Membuat Banyak Pertanyaan

Peristiwa tragis yang menewaskan tiga anggota keluarga di sebuah rumah kontrakan di Jalan Warakas VIII Gang 10, Tanjung Priok, Jakarta Utara, hingga kini masih menjadi misteri. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian ketiga korban tersebut.

Peristiwa ini terungkap setelah terdengar teriakan histeris dari dalam kontrakan sekitar pukul 07.30 WIB, Jumat (2/1/2026). Teriakan tersebut berasal dari anak kedua korban yang baru pulang bekerja dan mendapati ibu serta dua saudaranya tergeletak tak bernyawa.

Salah satu warga sekitar, Aryuni Wulan Febri (51), mengaku sempat mendengar teriakan minta tolong dari dalam rumah kontrakan tersebut. Awalnya, ia mengira terjadi pertengkaran. “Enggak lama sekitar lima menit itu masnya teriak-teriak. Saya kirain berantem,” ujar Aryuni saat ditemui di lokasi, Sabtu (3/1/2026).

Saat mendatangi rumah korban, Aryuni menemukan seorang ibu berinisial S (50), anak perempuan berinisial AA (27), dan anak laki-laki berinisial AA (13) sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Sementara satu anak lainnya ditemukan dalam keadaan kritis dan segera dilarikan ke rumah sakit.

Aryuni kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT dan pihak kepolisian. Ketiga jenazah langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani autopsi.

Dugaan Keracunan atau Bunuh Diri?

Polisi menduga ketiga korban meninggal akibat keracunan. Dugaan tersebut diperkuat dengan kondisi jasad yang ditemukan kaku dan mulut berbusa. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Gradiarso Sukahar membenarkan temuan tersebut, namun menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kematian.

“Mulut berbusa memang ada, juga ditemukan ruam merah pada tubuh korban. Tapi penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik,” ujar Onkoseno.

Polisi juga mencatat adanya perbedaan kondisi pada korban yang selamat, karena tidak menunjukkan gejala mulut berbusa. Hal ini menjadi salah satu alasan penyelidikan masih terus berlanjut.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Brigjen Pol Prima Heru menyampaikan bahwa proses autopsi telah selesai, namun belum cukup untuk memastikan penyebab kematian. “Hasil otopsi sudah ada, tetapi kami masih menunggu hasil uji toksikologi,” kata Prima Heru.

Uji toksikologi dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya zat kimia berbahaya seperti racun, obat-obatan, atau pestisida dalam tubuh korban.

Kuasa Hukum Keluarga Korban Menunggu Hasil Penyelidikan

Kuasa hukum keluarga korban, Azam Khan, mengatakan pihak keluarga masih menunggu hasil resmi penyelidikan untuk memastikan apakah kematian tersebut akibat keracunan atau unsur lain, termasuk kemungkinan bunuh diri. “Kalau memang keracunan, kami akan telusuri asal makanan atau minuman yang dikonsumsi korban,” ujar Azam.

Barang Bukti Jadi Kunci Penyelidikan Polisi

Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sisa botol minuman dan bungkus makanan dari dalam rumah kontrakan. Seluruh barang bukti tersebut kini diperiksa oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor). Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk anggota keluarga korban.

Salah satunya adalah anak korban yang selamat dan kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi kesehatannya.

Hingga kini, polisi menyatakan belum menetapkan pihak yang dicurigai dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengungkap penyebab pasti kematian satu keluarga tersebut.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Hingga kini, polisi belum dapat memastikan penyebab meninggalnya tiga anggota keluarga tersebut. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Utara menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan menunggu hasil pemeriksaan toksikologi dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

“Sejauh ini belum bisa dipastikan penyebabnya,” tutur Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Gradiarso Sukahar saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (4/1/2026).

Onkoseno menjelaskan, hasil toksikologi menjadi kunci untuk mengungkap penyebab kematian para korban. Namun, hingga saat ini, polisi belum mendapatkan kepastian waktu keluarnya hasil pemeriksaan tersebut.

“Iya (masih menunggu hasil toksikologi), itu belum tahu kapan keluar dan bisa diungkap,” sambung dia.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan medis, polisi terus mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi. Sejauh ini, sekitar 10 orang saksi telah dimintai keterangan.


Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *