5 Makanan Favorit Nabi Saat Ramadhan yang Bisa Jadi Contoh Sahur dan Buka

Zaiful Aryanto
6 Min Read

Menjaga Kesehatan Selama Puasa dengan Menu yang Disarankan Nabi Muhammad SAW

Menjaga kebugaran selama 14 jam berpuasa sebenarnya telah dicontohkan secara sempurna oleh Nabi Muhammad SAW. Rahasia stamina beliau terletak pada kombinasi asupan yang seimbang antara energi instan dan perlindungan tubuh jangka panjang. Dengan memperhatikan pola makan yang tepat, kita bisa menjaga kondisi tubuh tetap prima selama bulan Ramadan.

Makanan yang Dianjurkan Nabi Muhammad SAW untuk Konsumsi Selama Berpuasa

Berikut adalah daftar makanan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk dikonsumsi selama berpuasa:

1. Kurma

Buah ini nyatanya selalu populer di tengah Ramadan. Rasanya yang manis karena mengandung gula dapat meningkatkan stok gula darah yang sempat terkuras karena berpuasa kurang lebih selama 14 jam. Nabi Muhammad sendiri sangat menganjurkan kita untuk menikmati kurma tidak hanya di bulan puasa, tetapi juga pada keseharian kita untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima.

Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir.” [Al-Bukhari dan Muslim].

Perlu diketahui, di dalam kurma kaya akan protein dan vitamin.

2. Madu

Sudah umum kita dengar dari dunia kesehatan jika madu selalu disarankan untuk dikonsumsi. Selain untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit, madu punya banyak manfaat. Misalnya seperti untuk perawatan tubuh dan menjaga kecantikan. Tubuh juga membantu meningkatkan perlindungan tubuh atau imun. Apa lagi madu bersifat anti bakteri atau anti virus.

Madu juga berfungsi sebagai pembantuan gula darah. Tentunya sangat penting untuk dikonsumsi pada tubuh yang menahan lapar dan haus seharian.

Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Madu adalah penyembuh bagi segala penyakit dan Al-Qur’an adalah penyembuh terhadap apa yang ada di dalam dada. Maka bagi kalian terdapat dua penyembuhan; Al-Qur’an dan madu.” [Shahih Bukhari].

3. Zaitun

Minyak zaitun amat disarankan untuk dikonsumsi selama berpuasa. Banyak manfaat yang dapat diberikan oleh tubuh kita. Di antaranya yaitu sebagai sumber vitamin E dan antioksidan. Di sisi lain, minyak zaitun membuat energi pada tubuh tetap konsisten.

Allah sendiri telah menyampaikan keunggulan minyak zaitun di dalam Al-Qur’an.

.. yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api …” (QS 24 : 35)

Di sisi lain, Nabi Muhammad pun pernah bersabda perihal keunggulan dari minyak Zaitun ini.

“Makanlah Zaitun dan minyakilah rambut dengan Zaitun. Karena ia dari pohon yang berkah.” [Tirmidzi].

4. Buah Delima

Selain rasanya yang manis, buah ini kaya akan manfaat. Di antaranya mengandung delima menjadi sumber vitamin yang kaya seperti vitamin A, C, E dan antioksidan. Delima bahkan 3 kali lebih kuat dibandingkan teh hijau sebagai antioksidan.

Oleh karenanya sangat disarankan mengkonsumsi buah delima selepas berbuka. Mengingat, saat berbuka puasa tubuh rentan terkena makanan yang mengandung radikal bebas.

Dalam Islam, buah ini kerap disebut sebagai buah surga. Karenanya Nabi Muhammad sering menganjurkan mengonsumsi buah ini setelah kurma.

“Di dalam rasa (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.” (QS Ar-Rahman 55:68)

5. Labu

Selama bulan puasa, labu membantu tubuh kita agar tetap terhidrasi. Dimana jika mengonsumsi labu selama puasa, tubuh akan terhindar dari dehidrasi. Di sisi lain, Nabi Muhammad sangat menggemari buah ini.

Sebuah hadist yang diriwayatkan Anas bin Malik RA, berbunyi:

“Sesungguhnya seorang tukang jahit pernah mengundang Nabi Muhammad SAW melakukan jamuan makan yang ia buat. Aku lalu berangkat bersama Nabi Muhammad SAW memenuhi undangan tersebut. Penjahit itu kemudian menyodorkan roti gandum dan sup yang di dalamnya ada buah labu dan daging yang telah dikeringkan kepada Nabi Muhammad SAW. Maka aku melihat Nabi Muhammad SAW memilih-milih buah labu dari sekitar bejana tersebut. Sejak hari itu aku senantiasa suka labu.” [Shahih Bukhari]

6. Jenis Kurma Paling Populer di Indonesia

Seperti yang telah dibahas di atas, kurma menempati urutan pertama yang paling identik dengan suasana Ramadhan dan menjadi makanan favorit Nabi Muhammad SAW yang paling populer di kalangan umat muslim. Akan tetapi kurma memiliki beragam varietas dengan keunikan rasa dan tekstur yang berbeda-beda.

Untuk membantu memilih asupan terbaik sesuai selera dan kebutuhan nutrisi, berikut adalah daftar jenis kurma yang paling populer dan banyak digemari di Indonesia:

  1. Kurma Ajwa

    Kurma favorit Nabi Muhammad SAW ini berasal dari Madinah. Kurma Ajwa memiliki warna hitam pekat dengan tekstur lembut dan rasa tidak terlalu manis, cenderung mirip kismis. Jenis kurma ini banyak dibawa pulang jemaah haji dan umrah sebagai oleh-oleh khas Arab Saudi.

  2. Kurma Sukari

    Dijuluki “Royal Dates”, kurma Sukari terkenal sangat manis seperti karamel dan bertekstur lembut. Kurma jenis ini banyak digemari di Asia hingga Eropa.

  3. Kurma Medjool

    Berukuran besar dengan daging tebal dan rasa manis kuat, kurma Medjool sering dijadikan bahan campuran kudapan atau pengganti gula alami.

  4. Kurma Deglet Nour

    Kurma Deglet Nour banyak diimpor dari Tunisia dan biasanya dijual masih menempel pada tangkainya. Rasa kurma ini lembut dan manis seperti madu.

  5. Kurma Khalas

    Berwarna coklat keemasan dengan rasa khas dan kulit cukup tebal, kurma Khalas sering dijuluki superfood karena manfaatnya untuk pencernaan dan membantu mengontrol tekanan darah.

  6. Kurma Lulu

    Bentuk kurma Lulu mirip Ajwa, namun ukurannya lebih kecil dan harganya lebih ekonomis. Permukaan kurma Lulu tidak memiliki garis serat seperti Ajwa.










Share This Article
Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *