Ahmad Amiruddin Soroti Sikap Pemain PSM: Hanya Jalani Kewajiban

Rizal Hartanto
4 Min Read

Evaluasi Kinerja PSM Setelah Kegagalan Menang di Kandang

PSM Makassar kembali mengalami kekecewaan setelah gagal mempertahankan kemenangan atas Persis Solo dalam pertandingan pekan ke-26 BRI Super League 2025/26. Meski sempat unggul melalui gol Yuran Fernandes Rocha Lopes pada menit ke-18, tim Juku Eja justru tampil melempem di babak kedua hingga akhirnya harus berbagi angka 1-1 setelah Roman Paparyha menyamakan skor di menit ke-65.

Penurunan Intensitas dan Fokus di Babak Kedua

Asisten pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap penurunan intensitas dan fokus pemain di babak kedua. Ia menyebutkan bahwa strategi yang direncanakan sebelum pertandingan berjalan dengan baik pada babak pertama, tetapi permainan justru menurun drastis di babak kedua.

“Kita bermain lebih menyerang, berusaha mencetak gol, dan masuk ke ruang ganti dengan situasi unggul. Tapi babak kedua problem mulai terjadi. Yang pertama, intensitas sudah mulai menurun,” ujar Amiruddin selepas laga.

Ia juga menyampaikan kekecewaannya terhadap pergantian pemain yang diharapkan membawa nuansa baru justru menjadi bumerang. Menurutnya, penurunan tensi permainan bukan hanya soal fisik, tetapi juga indikasi dari rapuhnya mental para pemain dalam menghadapi tekanan lawan.

Teguran Keras Mengenai Mentalitas Pemain

Amiruddin tidak ragu untuk memberikan teguran keras kepada pemain. Ia menanyakan apakah mereka benar-benar ingin memberikan yang terbaik atau hanya sekadar menjalankan kewajiban.

“Itu yang membedakan pemain yang mau dengan yang sekadar menjalankan,” tegasnya.

Teguran ini disampaikan sebagai bentuk evaluasi mendalam terhadap performa pemain yang dinilai kurang maksimal. Hal ini menunjukkan bahwa PSM tidak hanya menghadapi tantangan teknis, tetapi juga masalah psikologis di dalam tim.

Permintaan Maaf dari Dzaky Asraf

Winger PSM, Dzaky Asraf, secara terbuka meminta maaf kepada suporter atas kegagalan meraih poin penuh di kandang. Ia mengakui bahwa hasil seri tersebut jauh dari ekspektasi publik sepak bola Makassar yang menginginkan kemenangan untuk meningkatkan posisi di klasemen.

“Saya ingin juga meminta maaf karena hasil yang kita inginkan tidak maksimal. Dan mungkin penonton dan suporter menginginkan tiga poin, tapi kita mendapatkan hasil seri. Mungkin kita fokus ke laga selanjutnya dan latihan lebih keras lagi,” tutur Dzaky.

Permintaan maaf ini menunjukkan kesadaran Dzaky terhadap tanggung jawabnya sebagai pemain PSM. Ia menyadari bahwa kegagalan ini akan menjadi pembelajaran berharga bagi tim.

Satu Poin Berharga untuk Persis Solo

Di sisi lain, satu poin yang berhasil dikumpulkan oleh Persis Solo dari laga tandang kali ini menjadi sangat penting bagi tim asal Jawa Tengah. Dengan poin yang didapat, Persis kini memiliki total 21 poin dan masih menempati peringkat ke-15 di papan klasemen sementara.

Poin ini sama dengan milik Persijap Jepara yang ada di peringkat ke-14. Namun, posisi ini masih bisa berubah karena kompetitor di papan bawah seperti Madura United FC dan Semen Padang FC yang memiliki nilai 20 dan berada di peringkat ke-16 dan 17.

Pelatih Persis, Milomir Seslija, tampak lega dengan hasil imbang yang diraih. Meskipun poin yang diperoleh belum maksimal, ia bersyukur timnya bisa terhindar dari kekalahan.

“Pertandingan ini sesuai prediksi bahwa pertandingan berlangsung sengit. Memang tidak mudah bermain di Parepare karena beberapa faktor seperti cuaca dan perjalanan cukup jauh yang harus kami tempuh,” kata pelatih yang akrab disapa Milo.

Milo juga menyebut program pemusatan latihan alias TC yang digelar Persis di Yogyakarta sangat berpengaruh dalam pertandingan ini. Ia berterima kasih kepada para pemain yang telah berjuang keras meskipun secara permainan, tuan rumah lebih baik.

Share This Article
Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *