Tanah Longsor Bandung Barat: 8 Orang Tewas, Darurat Bencana Berlangsung Sejak Awal Oktober 2025

Hendra Susanto
4 Min Read

Peristiwa Tanah Longsor di Kecamatan Cisarua

Pada dini hari Sabtu (24/1/2026), terjadi peristiwa tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Peristiwa ini menimbulkan dampak yang sangat signifikan, dengan korban jiwa dan banyaknya warga yang masih dalam pencarian.

Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (24/1/2026) pukul 10.30 WIB, tercatat sebanyak 8 orang meninggal dunia, sementara 82 orang masih dalam proses pencarian. Selain itu, 23 orang dilaporkan selamat dari peristiwa tersebut. Dari jumlah tersebut, 34 kepala keluarga atau sekitar 113 jiwa terdampak oleh bencana ini.

Kabupaten Bandung Barat telah berada dalam Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem dan Tanah Longsor sejak awal Oktober 2025 lalu. Status ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Bupati Bandung Barat Nomor 100.3.3.2/Kep.359-BPBD/2025, dengan masa berlaku hingga 30 April 2026. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025, dengan masa berlaku hingga 30 April 2026.

Status Siaga Darurat didefinisikan sebagai situasi ketika potensi ancaman bencana sudah mengarah pada terjadinya bencana yang ditandai dengan adanya informasi peningkatan ancaman berdasarkan sistem peringatan dini yang diberlakukan dan pertimbangan dampak yang akan terjadi di masyarakat.

Peristiwa tanah longsor dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi dan terjadi pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 02.30 WIB di Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah. Material longsoran menimbun permukiman warga, saat sebagian besar dari mereka sedang terlelap.

Kesaksian Warga Korban Selamat

Salah satu warga setempat, Eneng Rohaeni (38), mengungkapkan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, suasana masih sunyi ketika tiba-tiba suara gemuruh datang. Eneng mengaku mendengar dua suara gemuruh. “Jadi ada dua kejadian longsor dulu. Ada suara gemuruh di kejadian pertama seperti pesawat. 30 menit setelahnya ada suara kayak jatuh, gebruk, itu kejadian kedua,” ujarnya.

Setelah suara itu terjadi, jeritan hingga teriakan minta tolong terdengar. Banyak warga yang berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Suara gemuruh terdengar hingga beberapa menit. Setelah kejadian tersebut, Eneng mengaku dirinya masih sangat takut untuk berdiam di dalam rumah. Meski rumahnya tidak terdampak langsung, Eneng bersama warga lainnya memutuskan untuk mengungsi.

“Kata pihak desa harus mengungsi dulu, siaga 1. Katanya takut ada longsor susulan. Soalnya ini dua Kampung Pasir Kuda sama Pasir Kuning. Saya ngungsi ke rumah saudara,” ucapnya.

Di tengah duka yang mendalam ini, Eneng hanya berharap kepada pemerintah untuk dapat hadir membantu para korban. Menurutnya, para korban dan juga keluarga harus menjadi prioritas.

Evakuasi Berlangsung Dramatis

Satu jenazah korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat berhasil ditemukan pada Sabtu (24/1/2026). Jenazah berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan oleh salah satu petugas TNI di sebuah aliran sungai yang berada di lokasi terdampak longsor. Jenazah itu ditemukan sekitar pukul 11.45 WIB.

Proses evakuasi berlangsung lambat, lantaran akses menuju titik penemuan masih sulit dijangkau. Kondisi tanah yang masih gembur, berlumpur, serta material bangunan masih berserakan. Warga pun bahu-membahu membuat jalur darurat agar jenazah dapat dievakuasi dengan aman. Mereka melemparkan dan menaruh bambu-bambu untuk sementara digunakan untuk pijakan.

Evakuasi berjalan hampir 30 menit. Petugas langsung memasukan jenazah ke kantong jenazah untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit terdekat. Jeritan hingga tangisan pun terdengar saat jenazah itu dievakuasi.

Share This Article
Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *