Kedekatan yang Terbentuk dari Kehadiran Sederhana
Kedekatan antara orangtua dan anak tidak selalu terwujud dalam momen besar atau kejadian spesial. Justru, kehadiran yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari menjadi kunci utama untuk membangun ikatan emosional yang kuat. Hal ini juga dirasakan oleh Calvin Jeremy dan Novia Santoso, pasangan yang sedang menjalani perjalanan sebagai orangtua baru. Melalui berbagai kebiasaan kecil, mereka mencoba membangun hubungan emosional yang mendalam dengan buah hati mereka.
Rindu yang Menjadi Bentuk Kasih Sayang
Banyak orangtua yang bekerja atau menghabiskan waktu bersama teman sering kali pulang lebih awal karena alasan anak dan istri. Dari sudut pandang Calvin, hal ini wajar dan bukan sekadar alasan. Ia menyebutnya sebagai bukti rindu kepada anak dan istrinya. Ketika si Kecil lahir, Calvin merasa memahami naluri orangtua ketika jauh dari buah hati mereka.
Menurutnya, hal kecil seperti ini justru menjadi momen bonding tersendiri, karena orangtua mulai merasa adanya koneksi batin sejak jauh sebelum bertemu secara fisik. Ini menunjukkan bahwa rindu bisa menjadi bentuk kasih sayang yang spontan dan alami.
Hadir Secara Emosional Lebih Penting daripada Fisik

Novia menjelaskan bahwa cara mereka melakukan bonding bukan hanya tentang siapa yang selalu melakukan aktivitas pertama, tetapi tentang kehadiran nyata mereka bersama bayi. “Bonding bagi aku suatu hal yang penting banget. Pokoknya ya untuk kita selalu hadir dalam setiap aktivitas dia dalam setiap dia bangun bahkan tidur,” jelasnya.
Menurut Novia, kehadiran orangtua di setiap fase kehidupan bayi mereka, bahkan ketika orang lain membantu, seperti babysitter, tetap menjadi jantung dari hubungan emosional dengan anak. Ia menambahkan bahwa setiap sentuhan, obrolan, atau sekadar berada di dekat bayi dapat memperkuat ikatan batin secara alami.
Ritual Kecil yang Membentuk Hubungan Emosional

Calvin Jeremy percaya bahwa komunikasi dengan anak tidak hanya terjadi ketika anak terjaga saja. Ia dan Novia punya ritual yang mereka anggap sangat berarti dalam proses bonding. “Even sejak dikandungan saja, bayi pasti sadar intention kita, energi kita, rasa kasih sayang kita,” jelas Calvin.
Apa pun bentuknya, doa pagi bersama atau ngobrol santai, hal-hal kecil ini membantu mereka menyampaikan rasa sayang yang lebih luas daripada sekadar kata-kata. Menurut Calvin, momen-momen itulah yang membentuk hubungan antara orangtua dan anak sejak dini.
Tidur Bersama sebagai Sinkronisasi Energi

Bagi pasangan ini, salah satu momen favorit mereka dalam bonding adalah ketika malam tiba dan mereka bisa tidur bersama si kecil. “Buat kami yang paling indah adalah bisa tidur bareng bertiga, karena kita bisa interaksi langsung sama baby sepanjang malam,” jelas Calvin.
Tidur bersama penuh makna lebih dari sekadar fisik di satu kasur, menurutnya ini tentang energi yang mereka percaya tetap terhubung bahkan saat tidur. Calvin percaya bahwa brainwave sepanjang tidur akan bisa menyatu dengan sang Anak, sehingga mereka dapat merasakan kehadiran dan energi orangtua di sampingnya.
Proses Belajar Tanpa Akhir

Calvin dan Novia memiliki pandangan bahwa bonding bukan sesuatu yang instan atau selesai dalam satu titik waktu. “I think bonding is a never ending process, bonding adalah part of learning in life,” pungkas Calvin.
Menurutnya, proses menjadi orangtua adalah perjalanan panjang yang terus berkembang seiring waktu. Bonding bukan soal ritual tertentu, tetapi sebuah proses belajar bersama si Kecil mulai dari bayi tertidur, bangun, sampai mereka tumbuh dewasa nanti.