Pendekatan Pembelajaran dalam Buku IPAS Kelas VI Kurikulum Merdeka
Buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan Kurikulum Merdeka Edisi Revisi 2025 untuk SD/MI Kelas VI karya Amalia Fitri dkk, yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, menawarkan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pengembangan wawasan peserta didik tentang jati diri bangsa. Salah satu bab yang menarik adalah Bab 4: Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa. Dalam bab ini, siswa diajak untuk memahami bahwa budaya bukan hanya sekadar simbol atau upacara, melainkan cara hidup yang membentuk nilai, sikap, dan kebiasaan masyarakat.
Pembahasan dalam bab ini mengajak siswa untuk memahami bagaimana tradisi diwariskan dari generasi ke generasi serta alasan mengapa keberadaannya tetap relevan di tengah perubahan zaman. Melalui bagian Ayo, Membaca di halaman 91, pembelajaran dirancang sebagai kegiatan literasi reflektif. Siswa tidak hanya membaca teks, tetapi juga menafsirkan makna budaya dan tradisi dari berbagai sudut pandang, seperti nilai, identitas daerah, penghormatan kepada leluhur, hingga peran teknologi dalam pelestariannya.
Proses belajar ini bertujuan untuk melatih kemampuan memahami informasi sekaligus menumbuhkan kesadaran sosial dan historis. Pendekatan yang digunakan bersifat kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Contoh-contoh tradisi dari berbagai daerah di Indonesia membuat siswa menyadari bahwa keberagaman bukan pemisah, melainkan perekat persatuan. Dari sini, pembelajaran berkembang menjadi penguatan karakter, yaitu menghargai perbedaan, menjaga warisan, dan meneruskan nilai baik kepada generasi berikutnya.
Siswa diajak merumuskan definisi, menarik kesimpulan, serta mengidentifikasi alasan mengapa budaya dan tradisi tetap dilestarikan hingga kini. Berikut ini adalah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam bagian Ayo, Membaca:
Pertanyaan:
- Apakah yang dimaksud dengan budaya?
- Apakah yang dimaksud dengan tradisi?
- Apa yang menyebabkan budaya dan tradisi masih dilestarikan saat ini?
Jawaban:
- Budaya adalah cara hidup yang dimiliki oleh sekelompok orang dan diwariskan kepada generasi berikutnya, meliputi nilai, pengetahuan, norma, kepercayaan, hukum, adat istiadat, dan bahasa.
- Tradisi adalah kebiasaan turun-temurun dari nenek moyang yang masih dijalankan oleh masyarakat dan diwariskan melalui lisan, praktik, serta contoh dari generasi tua ke generasi muda.
- Budaya dan tradisi masih dilestarikan karena memiliki nilai mendalam, menjadi identitas daerah, sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur, diajarkan secara turun-temurun, masih digunakan dalam kehidupan masyarakat, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Dalam teks tersebut, disebutkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat masih memegang dan mempraktikkan budaya dan tradisi yang diwariskan nenek moyang. Beberapa di antaranya adalah:
- Memiliki nilai yang mendalam
Nilai ini biasanya berkaitan erat dengan agama, kepercayaan, norma, moral, atau adat istiadat yang dianggap baik dan bermanfaat. - Sudah menjadi identitas daerah yang dikenal daerah lain
Contohnya adalah tradisi Sekaten yang sudah menjadi ciri khas Yogyakarta, atau tradisi Pasola dari Sumba. - Penghormatan terhadap leluhur
Sebuah tradisi terus dilakukan oleh generasi saat ini merupakan sebuah bentuk penghargaan terhadap leluhur. - Diajarkan secara turun-temurun
Perbuatan dan kebiasaan yang baik selalu diajarkan sejak kecil. Contohnya tradisi halal bihalal, tradisi mencium tangan kepada orang tua dan guru sebagai bentuk penghormatan, dan juga berbagai permainan tradisional. - Digunakan di masyarakat
Budaya dan tradisi dapat bertahan karena digunakan di masyarakat. Contohnya adalah upacara malam bainai yang dilakukan sebelum pernikahan di Minang, upacara ngaben di Bali, tradisi bakar batu di Papua, tradisi saling berbagi THR saat hari raya, dan melakukan syukuran saat selesai panen. - Mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi
Alih-alih menghilangkan budaya dan tradisi, teknologi justru dapat memperkenalkannya kepada masyarakat luas. Misalnya, kain ulos yang dulu hanya digunakan dalam upacara adat, kini menjadi bagian dari dunia mode berkat perkembangan media informasi.
Demikian pula dengan kebaya yang telah dimodifikasi menjadi kebaya modern, sehingga lebih diminati oleh generasi muda. Contoh lain adalah semakin dikenalnya noken, tas khas dari Papua yang sudah ditetapkan menjadi salah satu warisan budaya takbenda kategori Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguarding oleh UNESCO pada tahun 2012. Dalam hal ini, teknologi sangat berperan untuk mengenalkan dan memasarkan noken pada masyarakat luas.
Jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak. Soal ini berupa pertanyaan terbuka yang artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku seperti di atas.