Ramadan Berkah: LPS Dorong Konsistensi Ekonomi dari Hal Kecil

Nurlela Rasyid
5 Min Read



Jakarta

— Kekuatan ekonomi Indonesia bisa dibangun dari hal-hal kecil yang dilakukan konsisten dan berproses oleh masyarakat serta lembaga, yang diperkuat dengan karakter dan integritas.

Hal tersebut terungkap dalam program Ramadan Baik Bersama 2026 bertajuk “Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Cuma Kaya Materi”, yang diadakan di Jakarta pada Kamis (26/2/2026). Ajang ini menghadirkan Husein bin Ja’far Al Hadar, seorang pendakwah sekaligus penulis, sebagai pembicara utama.

Sekretaris Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Jimmy Ardianto menyampaikan bahwa pihaknya mendukung acara ini karena tagline yang universal dan lintas keyakinan, yakni “Ramadan Baik”.

“Ramadan biasanya dikaitkan dengan hal-hal Islam, dengan kata-kata dan pelafalan yang Islami. Tapi ‘Baik’ memiliki makna yang luas. Dari sini terlihat bahwa program ini ditujukan untuk semua lapisan, bukan hanya bagi umat Islam saja,” ujarnya setelah acara selesai.

Jimmy mencontohkan beberapa intisari dakwah Habib Ja’far yang bisa diterapkan oleh semua kalangan, termasuk LPS sebagai institusi pemerintah bidang keuangan dan perekonomian Indonesia.

Proses Kemajuan Masyarakat

Pertama, soal istiqamah atau konsistensi yang menjadi dasar proses kemajuan masyarakat. Proses ini mencakup niat, kata-kata, tindakan, kebiasaan, karakter, nasib, hingga ujungnya adalah takdir.

Menurut Jimmy, niat LPS terdapat dalam undang-undang, yaitu misi menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia. Ini dilanjutkan dengan kata-kata, yakni melalui gelaran sosialisasi dan literasi keuangan kepada masyarakat secara konsisten. Contohnya, literasi tentang menabung sedikit demi sedikit tapi rutin, seperti Rp10.000 per hari.

Dengan rangkaian sosialisasi itu, mindset masyarakat tentang pentingnya menabung bisa terpicu. Pola pikir baru ini mendorong warga untuk menabung secara sukarela, hingga akhirnya menjadi kebiasaan. Jika semakin banyak warga sadar akan pentingnya menabung, walau sedikit tapi rutin, perbankan bisa meraup dana untuk disalurkan sebagai pinjaman kepada UMKM.

Usaha warga kemudian menghasilkan pekerjaan hingga menggerakkan perekonomian. Ketika ekonomi Indonesia makin kuat, ketahanan nasional juga semakin kuat. Dunia internasional pun akan melihat positif bangsa ini, yang kemudian tertarik berinvestasi lebih banyak lagi ke Indonesia. Nasib dan takdir Indonesia pun menjadi lebih baik, bahkan bisa menjadi negara maju.

“Sesimpel itu, tapi dampaknya bisa mengubah takdir nasib negara dan bangsa ini,” kata Jimmy.

Data Perekonomian

Berdasarkan data LPS, Indeks Menabung Konsumen (IMK) per Desember 2025 ada di level 80,5, menguat 3,1 poin dari bulan sebelumnya. Hal ini sejalan dengan peningkatan Indeks Kemampuan Menabung (IKPM) sebesar 0,4 poin ke posisi 66,3. Selain itu, niat menabung konsumen terus meningkat, tercermin dari penguatan Indeks Kemauan Menabung (IKMM) sebesar 5,7 ke posisi 94,6 pada periode yang sama.

Mental Orang Kaya

Kedua, lanjut Jimmy, pentingnya mental kaya. Ia menjelaskan bahwa mental kaya ini berarti punya karakter bak konglomerat yang tak mudah tergoda untuk pamer, bermewah-mewahan, dan memilih untuk menjaga kepercayaan.

Dengan mental ini, Jimmy menyebut baik untuk pribadi maupun lembaga keuangan tidak akan mudah tergiur dengan tawaran investasi yang tak masuk akal atau pun sebaliknya melakukan penipuan nasabah.

“Kenapa? Mental dia sudah kaya. Dia tidak perlu lagi flexing, yang ada dia memberikan sesuatu, give something, bukan get something. Dia tidak lagi mencari posisi berapa harus dapat, tapi berapa harus berikan,” jelasnya.

Per Januari 2026, LPS melakukan resolusi bank dengan cara likuidasi pada 1 bank umum, 130 Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan 16 Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS), serta melakukan penempatan modal sementara pada 1 bank umum dan konversi modal (bail-in) pada 1 BPR, sejak LPS berdiri hingga saat ini. Kasus-kasus likuidasi ini disebut umumnya terkait dengan fraud.

Kesimpulan

Dengan beberapa poin penting dari tausiah Habib Ja’far di atas, Jimmy meyakini Indonesia bisa berubah menjadi lebih baik. Terlebih, sejumlah indikator perekonomian terkini menunjukkan sinyal positif. Misalnya, pertumbuhan ekonomi triwulan IV (Q4) 2025 yang tumbuh 5,39% (year-on-year).

“Angka-angka tadi posisinya itu adalah gambaran bahwa kita itu growing. Jadi ya semoga growing ini tetap akan berjalan sampai nanti kuartal berikutnya, bahkan sampai akhir tahun seperti ini,” tutup Jimmy.

Sesi tausiyah Ramadan Baik Bersama yang menghadirkan Habib Ja’far ini sendiri dihadiri ratusan audiens di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan. Diawali paparan Databoks by , ajang ini bertujuan merefleksikan kembali relasi di antara iman, harta, dan kemanusiaan.

Share This Article
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *