Cegah Stunting, PPKB Tasikmalaya Dorong Budidaya Ayam Petelur

Hendra Susanto
4 Min Read

Inovasi Pesta Telur untuk Menekan Angka Stunting di Kabupaten Tasikmalaya

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menghadirkan inovasi baru dalam upaya mempercepat penuntasan stunting. Salah satu program unggulan yang diluncurkan adalah Pesta Telur, sebuah inisiatif yang dirancang agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses sumber protein sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga.

Program Pesta Telur merupakan singkatan dari Program Ekonomi dan Stunting Terpadu melalui Budidaya Ayam Petelur. Konsep ini bertujuan menggabungkan peningkatan gizi keluarga dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) pada Dinas tersebut, Yanti Permayanti, menjelaskan bahwa masalah stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi harus dijalankan secara kolaboratif.

“Persoalan stunting itu harus bergerak semua pihak. Kami pemerintah daerah bersama berbagai pihak terus memaksimalkan ikhtiar untuk penurunan angka stunting,” ujarnya.

Konsep Budidaya Terpadu dalam Pesta Telur

Program Pesta Telur menghadirkan konsep budidaya terpadu yang mengombinasikan peternakan ayam petelur, budidaya maggot, serta kolam ikan dalam satu sistem rak vertikal terpadu. Melalui sistem tersebut, setiap komponen saling terhubung sehingga mampu menciptakan ekosistem produksi pangan yang efisien sekaligus berkelanjutan.

“PESTA TELUR merupakan inovasi di bidang pengendalian penduduk dan keluarga berencana yang difokuskan pada penanganan stunting melalui pendekatan ekonomi keluarga,” jelas Yanti Permayanti.

Menurutnya, program ini dirancang untuk membantu keluarga yang memiliki balita stunting maupun ibu hamil agar memiliki akses terhadap sumber protein sekaligus peluang tambahan penghasilan. “Program ini bertujuan menurunkan angka stunting di Kabupaten Tasikmalaya. Salah satu penyebab stunting adalah kondisi sosial ekonomi keluarga yang masih rendah, terutama pada keluarga yang memiliki balita atau ibu hamil. Karena itu, kami menggagas PESTA TELUR sebagai solusi untuk menjawab dua persoalan sekaligus, yaitu gizi dan ekonomi,” tambahnya.

Bantuan Sarana Budidaya untuk Masyarakat

Dalam pelaksanaannya, setiap keluarga sasaran program akan mendapatkan bantuan 15 ekor ayam petelur lengkap dengan kandang berbentuk paralel vertikal. Kandang tersebut dirancang bertingkat dengan tiga fungsi sekaligus. Pada bagian paling atas ditempatkan ayam petelur sebagai sumber produksi telur. Sementara di bagian tengah kandang digunakan untuk budidaya maggot atau larva lalat yang berfungsi sebagai pakan alternatif bernutrisi tinggi. Sedangkan pada bagian paling bawah disiapkan kolam ikan.

Yanti menjelaskan, konsep tersebut dibuat agar tercipta hubungan simbiosis mutualisme antara ketiga komponen budidaya tersebut. “Dengan sistem ini kebutuhan pakan ayam, ikan, dan maggot bisa saling mendukung. Maggot dapat menjadi sumber pakan protein bagi ayam dan ikan. Sementara untuk budidaya maggot sendiri, kami sudah bekerja sama dengan program MBG setempat untuk menyediakan limbah organik sebagai bahan pakan maggot,” jelasnya.

Manfaat Produksi Telur dan Peluang Ekonomi

Melalui sistem tersebut, satu kandang diharapkan mampu menghasilkan sekitar 15 butir telur setiap hari. Telur yang dihasilkan juga memiliki nilai gizi tinggi karena ayam diberi pakan organik yang diperkaya dengan maggot. “Telur yang dihasilkan kaya protein, omega 3, dan DHA. Karena proses pemeliharaannya menggunakan pakan organik yang sehat. Ini bisa dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

Hasil produksi telur tersebut nantinya akan dimanfaatkan langsung oleh keluarga penerima manfaat. Sekitar lima butir telur dapat dikonsumsi oleh keluarga sebagai sumber gizi harian, terutama bagi ibu hamil dan balita. “Sementara 10 butir lainnya dapat dijual untuk menambah pendapatan keluarga,” ujar Yanti.

Pendampingan Teknis untuk Keberhasilan Program

Selain bantuan sarana budidaya, pemerintah juga menyiapkan pendamping khusus untuk memastikan program berjalan efektif. Pendamping tersebut bertugas memberikan bimbingan teknis mulai dari perawatan ayam, budidaya maggot, hingga pengelolaan hasil produksi.

Dengan konsep terpadu tersebut, Pesta Telur diharapkan tidak hanya membantu memperbaiki asupan gizi keluarga, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menjadi salah satu strategi inovatif dalam menekan angka stunting di Kabupaten Tasikmalaya.

Share This Article
Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *