Takalar Siaga Inflasi, Pemkab Jamin Stok Pangan Aman Jelang Lebaran

Muhammad Muhlis
3 Min Read

Pemerintah Kabupaten Takalar Gelar Pertemuan Tingkat Tinggi untuk Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok

Pemerintah Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan menggelar High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD untuk memastikan ketersediaan bahan pokok masyarakat serta menjaga stabilitas harga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Pertemuan ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok yang biasanya terjadi menjelang momen keagamaan tersebut.

Acara berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman No 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (12/3/2026). Hadir dalam pertemuan ini Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta pimpinan organisasi perangkat daerah dan instansi terkait.

Langkah Strategis untuk Stabilisasi Harga

Tema utama dari pertemuan ini adalah “Upaya Stabilisasi Harga Menjelang HKBN Idul Fitri 1447 H/2026 M serta Sinergi Penguatan Elektronisasi Transaksi Pemerintahan Daerah di Kabupaten Takalar.” Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah membahas berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok.

Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menyampaikan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok biasanya meningkat menjelang hari raya. Namun, ia memastikan kondisi ketersediaan bahan pangan di Kabupaten Takalar secara umum masih aman.

“Alhamdulillah, berdasarkan pemantauan kami, stok bahan pokok di Kabupaten Takalar masih cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Hari Raya Idul Fitri nanti,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga menyoroti pentingnya peningkatan pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satu langkah yang terus didorong adalah penguatan sistem transaksi pembayaran digital. Tujuannya adalah agar pelayanan publik semakin efisien dan transparan.

Perluasan Penggunaan QRIS dan Penguatan Ekosistem Digital

Pemerintah daerah juga mendorong perluasan penggunaan QRIS di berbagai sektor usaha, mulai dari pasar tradisional, pedagang kaki lima, hingga pelaku usaha kuliner di wilayah Kabupaten Takalar. Program percepatan onboarding UMKM juga terus dilakukan agar semakin banyak pelaku usaha memanfaatkan sistem pembayaran digital.

Berdasarkan hasil pemantauan pemerintah daerah, sejumlah komoditas pangan utama seperti beras, cabai, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, gula pasir, serta minyak goreng masih tersedia dengan baik di pasar. Produksi beras, misalnya, ditopang oleh potensi sektor pertanian daerah yang cukup besar.

Distribusi komoditas tersebut dinilai berjalan lancar sehingga tidak menimbulkan gangguan pasokan di tingkat masyarakat. Pemerintah Kabupaten Takalar bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan stok dan harga bahan pokok secara berkala melalui koordinasi intensif dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah.

Langkah Stabilisasi Harga

Untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah daerah menyiapkan berbagai langkah stabilisasi harga. Di antaranya melalui kegiatan operasi pasar dan pelaksanaan pasar murah di sejumlah titik. Program Mobile Distribution Center (MDC) GADISTA juga menjadi salah satu langkah antisipatif yang disiapkan pemerintah.

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga hingga perayaan Idul Fitri.

Share This Article
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *