Masa jabatan Igor Tudor sebagai pelatih Tottenham Hotspur yang hanya berlangsung selama 44 hari resmi berakhir pada Minggu (29/3/2026). Klub asal London Utara mengumumkan bahwa mereka telah memutus kontrak dengan pelatih asal Kroasia tersebut atas kesepakatan bersama. Masa baktinya di klub ditandai oleh banyaknya kekalahan dan hasil buruk, yang membuat Spurs semakin terpuruk di papan bawah klasemen Liga Inggris.
Dalam tujuh pertandingan yang dilakoninya, Tudor hanya mampu meraih satu kemenangan. Sementara itu, dalam lima pertandingan liga, ia tidak pernah mencatatkan kemenangan sama sekali. Kondisi ini membuat Tottenham harus segera mencari pelatih kepala baru untuk memastikan kelangsungan mereka di Liga Inggris musim depan.
Tudor kini bergabung dengan daftar pelatih dengan masa jabatan terpendek dalam sejarah Liga Inggris. Berikut adalah beberapa nama pelatih yang juga memiliki durasi kepemimpinan singkat:
Pelatih dengan Masa Jabatan Terpendek di Era Liga Inggris
-
Quique Sanchez Flores (Watford) – 85 hari
Setelah menjabat selama satu musim pada 2015/2016, Flores kembali ke Watford tiga tahun kemudian. Ia hanya memimpin 12 pertandingan dengan dua kemenangan di periode keduanya setelah sebelumnya memimpin 44 laga di periode pertama. -
Bob Bradley (Swansea City) – 85 hari
Sebagai pelatih Amerika pertama di Liga Inggris, Bradley hanya bertahan dari Oktober hingga akhir Desember 2016. Dalam 11 pertandingan, ia hanya meraih 8 poin sebelum meninggalkan Swansea ketika tim berada di peringkat ke-19 klasemen. -
Nathan Jones (Southampton) – 84 hari
Jones meninggalkan Luton untuk menggantikan Ralph Hasenhuttl di Southampton pada November 2022, tetapi gagal seperti saat ia melatih Stoke. Dalam 14 pertandingan, ia kalah dalam 9 pertandingan dan akhirnya meninggalkan Southampton, memaksa klub untuk mencari pelatih ketiga pada musim itu. -
Frank De Boer (Crystal Palace) – 77 hari
De Boer dipecat setelah hanya memimpin empat pertandingan di musim 2017/2018 bersama Crystal Palace. Ia gagal meraih satu poin pun atau mencetak satu gol pun, menjadi rekor terburuk untuk seorang pelatih tetap. -
Rene Meulensteen (Fulham) – 75 hari
Setelah lama menjadi asisten di Manchester United, Meulensteen mengambil alih Fulham tetapi kalah 9 dari 13 pertandingan. Mereka terpuruk di dasar klasemen dan ia dipecat pada pertengahan musim 2013/2014. -
Javi Gracia (Leeds United) – 69 hari
Gracia melatih Leeds selama 12 pertandingan setelah menggantikan Jesse Marsch pada musim 2022/2023. Ia hanya berhasil meraih 3 kemenangan dan 7 kekalahan sebelum segera digantikan. -
Igor Tudor (Tottenham) – 44 hari
Tudor menjadi pelatih Tottenham dengan masa jabatan terpendek di era Liga Inggris. Ia meninggalkan klub atas kesepakatan bersama setelah serangkaian hasil buruk dan tim hanya terpaut satu poin di atas zona degradasi. -
Les Reed (Charlton Athletic) – 40 hari
Reed hanya meraih 4 poin dari 7 pertandingan dan dipecat pada Malam Natal 2006. Charlton juga tersingkir lebih awal dari Piala Liga Inggris di bawah kepemimpinannya. -
Ange Postecoglou (Nottingham Forest) – 39 hari
Forest memecat Postecoglou hanya 39 hari setelah menunjuknya pada September 2025, segera setelah kekalahan 0-3 dari Chelsea. Pelatih asal Australia itu gagal memenangkan satu pertandingan pun dalam delapan pertandingan di bawah kepemimpinannya. -
Sam Allardyce (Leeds United) – 30 hari
Allardyce ditunjuk sebagai pelatih Leeds United pada 3 Mei 2023 dalam upaya terakhir untuk menghindari zona degradasi yang hanya terpisah oleh selisih gol. Namun, ia hanya berhasil mengamankan 1 poin dalam 4 pertandingan terakhir dan tidak mampu menyelamatkan timnya. Ia akhirnya meninggalkan klub setelah kontraknya berakhir pada 2 Juni dan menjadi pelatih dengan masa jabatan terpendek dalam sejarah Liga Inggris.