Rencana Pembangunan Petilasan untuk Vidi Aldiano
Harry Kiss, ayah dari mendiang musisi Vidi Aldiano, sedang merancang pembangunan sebuah petilasan sebagai bentuk penghormatan dan ruang kenangan bagi putranya. Langkah ini diambil sebagai wujud kecintaan dan rasa keterikatan yang tak tergantikan setelah kepergian Vidi pada 7 Maret 2026 setelah berjuang selama enam tahun melawan kanker ginjal.
Petilasan ini nantinya akan menjadi tempat yang bisa dikunjungi oleh masyarakat umum, khususnya para penggemar dan rekan sesama artis yang ingin terus mengenang dedikasi dan sosok Vidi Aldiano sebagai seorang penyanyi. Saat ini, pihak keluarga masih dalam proses perundingan terkait pengumpulan dana untuk mewujudkan rencana tersebut.
Keputusan untuk Memilih Lokasi Magelang
Pemilihan lokasi petilasan di Magelang, Jawa Tengah, memiliki alasan tersendiri. Pertama, keluarga Vidi Aldiano berasal dari Magelang. Selain itu, suasana alam yang sejuk dan pemandangan yang indah di wilayah tersebut menjadi pertimbangan utama. Harry menegaskan bahwa lokasi ini dipilih karena keindahan dan ketenangannya, yang diyakini akan cocok sebagai tempat peringatan bagi sang musisi.
“Karena tempatnya insyaAllah bagus, dan kita berasal dari Magelang kan,” ujarnya.
Selain itu, rencana pembuatan petilasan ini juga dilandasi oleh gerakan yang telah digagas oleh keluarga dengan nama ‘Vidi Tetap Hidup’. Gerakan ini awalnya muncul dari harapan Vidi sebelum meninggal dunia, yaitu ingin tetap hidup meski dalam bentuk karya atau kenangan. Meskipun fisiknya sudah tiada, jiwa dan sosok Vidi akan terus dihidupkan lewat karya-karyanya serta kunjungan orang-orang yang ingin mengenangnya.
Pengumpulan Dana dan Persiapan Lainnya
Meski rencana pembangunan sudah bulat, proses pelaksanaannya memerlukan persiapan matang, terutama terkait waktu dan dana. Saat ini, pihak keluarga masih melakukan diskusi internal untuk menentukan langkah-langkah lebih lanjut, termasuk mempertimbangkan cara pengumpulan donasi.
“Tapi itu masih rencana, ngumpulin duit dulu, nyari donasi,” ujar Harry.
Dalam hal ini, keluarga berharap dukungan dari masyarakat luas, khususnya para penggemar Vidi Aldiano, yang secara aktif memberikan doa dan dukungan. Kebiasaan ini juga terlihat dari jumlah peziarah yang terus berkunjung ke makam Vidi di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Rutinitas Ziarah Harry Kiss
Di samping rencana pembangunan petilasan, Harry Kiss juga menjalani rutinitas harian untuk mengunjungi makam Vidi Aldiano. Ia hampir tidak pernah melewatkan kesempatan untuk datang langsung ke pusara putranya. Kebiasaan ini akan dilanjutkan selama 40 hari setelah kematian Vidi.
“Selama 40 hari ke depan saya akan terus ziarah, menemani peziarah yang lain,” kata Harry.
Alasan mengapa ia memilih 40 hari adalah karena keyakinan bahwa arwah seseorang masih ada selama masa tersebut. Ia berharap, dengan terus berziarah, semoga arwah Vidi tetap dalam keadaan baik dan tenang.
Harry juga mengungkapkan kekagumannya terhadap para peziarah yang rela menempuh jarak jauh hanya untuk mengunjungi makam Vidi. Salah satunya adalah peziarah dari Lombok yang menempuh perjalanan puluhan kilometer naik mobil bersama keluarganya hanya untuk melihat makam Vidi.
“Karena peziarah yang lain banyak sekali yang datang, yang paling jauh dari Lombok nyupir satu keluarga hanya untuk nengok Vidi,” cerita Harry.