PSSI: Pemain Asing yang Ganti Kewarganegaraan Pahami Konsekuensinya, Kasus di Liga Belanda Hanya Urusan Administrasi

Kaila Azzahra
3 Min Read



PSSI telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait situasi yang sedang dialami oleh beberapa pemain timnas Indonesia yang bermain di Liga Belanda. Masalah ini dikenal dengan istilah “Paspoortgate”, yaitu kasus terkait ijin kerja yang belum sepenuhnya selesai setelah beberapa pemain mengganti kewarganegaraannya.



Masalah ini menimpa sejumlah pemain Tim Nasional Indonesia yang saat ini bermain di Liga Belanda, termasuk Dean James, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, dan Tim Geypens. Hanya Maarten Paes yang tidak terkena dampak langsung dari kasus ini. Akibatnya, klub-klub tempat mereka bermain meminta pemain tersebut untuk sementara tidak ikut dalam latihan maupun pertandingan.

“Kasus Paspoortgate adalah masalah administratif yang terjadi di Belanda,” jelas Sumardji, Ketua Badan Tim Nasional PSSI. Ia menegaskan bahwa seluruh proses naturalisasi para pemain sah dan tidak melanggar hukum di Indonesia.



Sumardji menyampaikan bahwa semua pemain keturunan yang telah membela Tim Nasional Indonesia, seperti Dean James, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On, sudah secara sah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Menurutnya, pemain-pemain ini memiliki kecintaan dan pengabdian terhadap tanah air, meskipun sebagian besar dari mereka lahir, tumbuh, dan tinggal di luar negeri.

“Mereka memahami konsekuensi yang dihadapi ketika meninggalkan kewarganegaraan lain demi menjadi WNI,” tambah Sumardji.

Ia juga menyoroti bahwa pengorbanan yang dilakukan oleh para pemain sangat nyata. Selain harus meninggalkan fasilitas yang sebelumnya mereka nikmati, pemain juga harus menerima aturan yang lebih ketat ketika berada di negara asing seperti Belanda.



PSSI juga menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan klub-klub Eropa terhadap pemain Timnas Indonesia. Salah satu contohnya adalah Maarten Paes, yang masih dipercaya bermain di Ajax Amsterdam.

Namun, Sumardji menekankan bahwa kasus Paspoortgate bukanlah masalah hukum di Indonesia, melainkan masalah teknis administrasi yang terjadi di Belanda.

Awal mula kasus ini bermula dari keluhan NAC Breda terhadap Dean James, yang diduga masih digunakan sebagai pemain lokal Belanda meskipun telah berganti kewarganegaraan. Hal ini memicu pertanyaan tentang legalitasnya sebagai pemain non-Uni Eropa.

Dean James kini seharusnya menerima gaji minimal 600 ribu euro per tahun sesuai regulasi, namun fakta menunjukkan bahwa gajinya hanya sekitar 127 ribu euro per tahun. Ini memperkuat dugaan bahwa ia masih didaftarkan sebagai pemain lokal.

Selain Dean James, ada tiga pemain lain dari Tim Nasional Indonesia yang terdampak, yaitu Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, dan Tim Geypens.

Menurut media Belanda AD.nl, kasus Paspoortgate juga menimpa pemain dari negara-negara lain seperti Suriname, Curacao, dan Tanjung Verde. Total pemain yang terkena dampak mencapai 25 orang.

KNVB (Asosiasi Sepak Bola Belanda) telah meminta pemain-pemain yang terlibat dalam kasus ini untuk tidak bermain atau berlatih sementara waktu hingga penyelidikan selesai.

Saat ini, masyarakat dan pihak-pihak terkait masih menantikan hasil akhir dari penyelidikan KNVB terkait masalah ini.

Share This Article
Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *