Pengujian Pelayaran Perdana KRI Prabu Siliwangi-321
Pada hari Kamis, 8 Januari 2026, menjadi momen penting bagi prajurit TNI Angkatan Laut (AL) yang tergabung dalam tim kapal perang KRI Prabu Siliwangi-321. Mereka menjalani pengujian pelayaran perdana dari Fincantieri menuju Dermaga North Side Arsenale Italian Navy. Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul, mengonfirmasi bahwa pengujian tersebut dilakukan di bawah komando Komandan KRI Prabu Siliwangi-321, Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja.
Sebelum dimulainya pelayaran perdana, Kurniawan memberikan briefing kepada seluruh prajurit. Tujuan dari briefing ini adalah untuk menekankan tugas jaga dan tahapan sea trial yang akan dilaksanakan. Selama proses pelayaran, pengujian difokuskan pada pengecekan fungsi sistem utama kapal, seperti sistem pendorongan, kemudi, navigasi, dan komunikasi internal. Kapal juga diuji pada berbagai variasi kecepatan dan manuver untuk mengenali karakteristik kapal.
Selain itu, koordinasi antar bagian, khususnya antara anjungan dan kamar mesin, juga dilatih. Pengujian kapal dilakukan agar prajurit TNI AL memahami prosedur pengoperasian secara menyeluruh.
Fungsi dan Tujuan Pengujian Pelayaran
Pengujian pelayaran perdana tidak hanya bertujuan untuk mengetahui kondisi kapal, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran langsung bagi prajurit TNI AL yang menjadi awak dari kapal perang tersebut. Mereka harus mampu memahami prosedur pengoperasian kapal secara terpadu dan profesional.
Pengujian pelayaran perdana merupakan tahap awal dalam membentuk soliditas tim dan penguasaan kapal secara menyeluruh. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para pengawak telah menunjukkan kesiapan yang baik. Sea trial akan dilanjutkan hingga kapal dinyatakan siap beroperasi.
KRI Prabu Siliwangi-321: Kapal Perang Terbesar Indonesia
KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan kapal perang terbesar dan termutakhir yang dimiliki oleh Indonesia saat ini. Kapal tersebut dibangun oleh galangan kapal Fincantieri, Italia. Dilengkapi dengan teknologi modern, sistem persenjataan canggih, serta kemampuan tempur dan manuver tinggi.
Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat postur pertahanan laut nasional, khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. Selain itu, kapal perang ini dapat mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AL dalam menjaga kedaulatan dan keamanan perairan Indonesia.
Nilai Kontrak Pembelian Dua Kapal Perang dari Italia
KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan kapal perang kedua yang dibeli oleh Kementerian Pertahanan. Satu kapal perang lainnya diberi nama KRI Brawijaya-320. Kapal perang itu sudah tiba di perairan Indonesia dan disambut langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Kedua kapal tersebut merupakan buah dari kontrak pembelian kapal antara Pemerintah RI dan Fincantieri senilai 1,18 miliar euro yang ditandatangani Maret 2024.

Spesifikasi Teknis KRI Prabu Siliwangi-321
Kapal Prabu Siliwangi-321 memiliki panjang 143 meter, lebar 16,5 meter, draft 5,2 meter, kecepatan maksimum 32 knot yang ditenagai oleh kombinasi mesin diesel, listrik, dan gas turbin. Kapal tersebut dipersenjatai dengan SAM: 16 VL Sistem, SSM: 8 Teseo Mk-2E, meriam 127 mm, meriam 76 mm, dan torpedo. Meski memiliki sistem peluncur vertikal, belum jelas jenis rudal yang akan dipasangkan ke kapal tersebut karena kontrak pembelian kapal tidak mencakup pembelian rudal.

Fungsi dan Tugas KRI Prabu Siliwangi-321
Kapal ini dirancang untuk patroli lepas pantai dan mengemban berbagai tugas pertempuran (multipurpose combat ship), antara lain pengawasan perbatasan, keamanan maritim, anti-penyelundupan, pertempuran di garis depan, dan bantuan bencana.
Di jajaran kapal TNI AL, keduanya diberi nomor lambung berawalan 3. Ini menandakan kedua kapal tersebut akan bertugas di satuan tugas kapal eskorta atau kapal perang. Kapal bernomor lambung 3 biasanya diisi jajaran kapal berjenis fregat atau korvet.