Optimis Capai Target, KONI Bandung Siapkan Persiapan, 400 Atlet Diuji Jelang Porprov 2026

Hartono Hamid
4 Min Read

KONI Kabupaten Bandung Persiapkan Atlet untuk Porprov XV Jawa Barat 2026

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung terus memperkuat persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Dalam rangka mengejar target 100 medali emas, sebanyak 400 atlet dari 58 cabang olahraga (Cabor) menjalani tes fisik sebagai bagian dari strategi besar yang dirancang.

Tes fisik ini digelar di Gedung Indoor Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, dan melibatkan tim ahli dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Tujuannya adalah untuk memastikan hasil yang objektif, terukur, dan berbasis sport science. Langkah ini menjadi fase krusial setelah para atlet melewati babak kualifikasi pada 2025 lalu. Dengan jeda waktu menuju pertandingan yang cukup panjang, evaluasi kondisi fisik dinilai mutlak diperlukan agar performa atlet tetap optimal saat bertanding.

Tes Fisik Jadi Fondasi Performa

Dian Kurniawan, Bidang Pembinaan Prestasi KONI Kabupaten Bandung, menegaskan bahwa tes fisik bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi utama dalam menjaga konsistensi performa atlet. “Ini bukan hanya pengukuran biasa. Kita ingin memastikan atlet tetap dalam kondisi terbaik. Karena tanpa fisik yang prima, target besar akan sulit tercapai,” ujarnya.

Hasil tes tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan program latihan lanjutan, termasuk peningkatan intensitas dan evaluasi individual atlet di setiap Cabor. Tes yang dilakukan meliputi berbagai indikator penting seperti kekuatan otot, daya tahan, kecepatan, dan kelincahan. Parameter ini menjadi tolok ukur utama kesiapan atlet dalam menghadapi kompetisi multi-event sekelas Porprov.

Target 100 Emas: Ambisi yang Dihitung Matang

KONI Kabupaten Bandung memiliki ambisi besar dengan target 100 medali emas. Tidak sekadar slogan, target ini merupakan hasil dari kalkulasi realistis berdasarkan potensi cabang olahraga unggulan. Yana Suryana, Ketua KONI Kabupaten Bandung, menegaskan bahwa seluruh elemen harus bergerak serempak untuk mewujudkan target tersebut.

“Target 100 emas ini bukan mimpi kosong. Kita sudah petakan kekuatan cabor. Tinggal bagaimana menjaga konsistensi dan kesiapan atlet sampai hari pertandingan,” katanya. Ia menambahkan, tes fisik menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan bahwa atlet yang diturunkan benar-benar siap bersaing secara maksimal.

Di Hadapan Anggaran Terbatas, Semangat Tak Surut

Di balik ambisi besar tersebut, KONI Kabupaten Bandung juga dihadapkan pada realitas keterbatasan anggaran. Namun kondisi ini tidak menyurutkan langkah pembinaan. Yana Suryana mengakui bahwa efisiensi menjadi kunci dalam menjaga program tetap berjalan.

“Kita akui ada keterbatasan anggaran. Tapi itu tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas persiapan. Justru di sini kita dituntut lebih kreatif dan efektif,” tegasnya. Ia menyebutkan bahwa pemanfaatan sumber daya lokal, kolaborasi dengan perguruan tinggi, serta optimalisasi program latihan menjadi strategi untuk menekan biaya tanpa mengorbankan kualitas.

“Justru dalam keterbatasan, kita harus lebih fokus pada hal mendasar seperti fisik. Ini modal utama atlet. Kalau fisiknya kuat, mental juga akan ikut terbentuk,” ujarnya.

Mental Juara Dibentuk dari Disiplin

Lebih dari sekadar pengukuran kemampuan, tes fisik juga menjadi sarana membangun disiplin dan mental juara atlet. KONI ingin memastikan bahwa setiap atlet tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki daya juang tinggi. Dengan pendekatan berbasis ilmu olahraga dan evaluasi berkala, pembinaan diarahkan agar lebih tepat sasaran.

Porprov XV Jawa Barat sendiri dijadwalkan berlangsung pada 7–20 November 2026 mendatang. Waktu yang tersisa akan dimanfaatkan secara maksimal untuk menggenjot kesiapan atlet di semua lini.

Optimisme di Tengah Tantangan

KONI Kabupaten Bandung tetap optimistis mampu bersaing di papan atas meski dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk keterbatasan anggaran. Langkah menggelar tes fisik terhadap ratusan atlet menjadi bukti keseriusan dalam membangun fondasi prestasi.

Dengan kerja keras, disiplin, dan strategi yang tepat, target 100 medali emas bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan. “Yang terpenting sekarang adalah konsistensi. Kita jaga ritme latihan, kita kawal kondisi atlet, dan kita pastikan mereka siap saat bertanding nanti,” pungkasnya.

Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *