Emiten properti bersinar di 2026, ini saham unggulannya

admin
4 Min Read



Pemahaman terhadap prospek sektor properti pada tahun 2026 menunjukkan bahwa kondisi sektor ini tetap positif. Hal ini didorong oleh berbagai faktor seperti program pembangunan 3 juta rumah dan insentif pemerintah yang bertujuan untuk menjaga permintaan pasar. Meski demikian, laju pertumbuhan sektor ini diperkirakan lebih moderat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

David Kurniawan, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT), menyatakan bahwa prospek sektor properti akan dipengaruhi oleh penurunan suku bunga yang mulai memberikan dampak positif pada kredit pemilikan rumah (KPR). Selain itu, keberlanjutan insentif seperti PPN ditanggung pemerintah (DTP) juga menjadi faktor penting.

“Program 3 juta rumah akan mendorong penjualan di segmen menengah. Kami melihat pertumbuhan akan lebih stabil dengan landed house sebagai penopang utama,” ujar David.

Abida Massi Armand, Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, setuju bahwa sektor properti masih memiliki prospek positif meskipun tidak sebesar tahun 2025. Ia menilai katalis utamanya adalah perpanjangan PPN DTP hingga Desember 2027, program 3 juta rumah, serta potensi penurunan BI Rate yang dapat mengurangi biaya KPR.

Selain itu, Abida menambahkan bahwa kinerja emiten properti akan semakin didukung oleh recurring income dari aset sewaan, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada penjualan unit.

Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa dampak program 3 juta rumah terhadap emiten besar cenderung moderat. Pertumbuhan pre-sales diperkirakan berada di kisaran low hingga mid single digit.

“Segmen landed house dan township masih menjadi kontributor utama pertumbuhan,” tambahnya.

Dari sisi emiten, beberapa pengembang dinilai akan menjadi penerima manfaat utama dari program ini. David menyebut PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) sebagai pemain kunci. Mereka didukung oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) dari sisi pembiayaan.

Liza menambahkan bahwa pengembang yang aktif di segmen affordable housing, seperti PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL), juga akan mendapat manfaat langsung. Selain itu, sebagian portofolio CTRA juga akan merasakan dampak positif.

Abida turut menyoroti kesiapan CTRA dan SMRA dalam menangkap peluang, sedangkan BSDE diuntungkan oleh kepemilikan landbank yang luas. Emiten konstruksi seperti PT PP (Persero) Tbk (PTPP) juga berpotensi mendapatkan dampak positif secara tidak langsung.

Dari sisi kebijakan, pelonggaran aturan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai menjadi katalis tambahan bagi sektor ini. David menilai kebijakan tersebut dapat memperluas basis pembeli dari sektor informal serta mempercepat proses akad kredit.

“Likuiditas emiten juga berpotensi membaik,” ujarnya.

Abida menambahkan bahwa kebijakan ini memungkinkan masyarakat dengan catatan kredit kecil tetap mengakses KPR subsidi, sehingga memperbesar pasar potensial di segmen menengah bawah. Namun, dampaknya terhadap pendapatan emiten diperkirakan baru terasa dalam 1–2 kuartal.

Meski prospek positif, analis mengingatkan sejumlah risiko yang perlu diwaspadai. David menyoroti potensi tekanan dari inflasi dan kenaikan biaya material bangunan yang dapat menggerus margin. Abida juga menambahkan risiko dari daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya, pergerakan suku bunga, serta tingginya stok properti yang belum terserap pasar.

Selain itu, pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya bahan bangunan impor sekaligus menahan kepercayaan konsumen.

Dari sisi rekomendasi, analis kompak menjagokan saham properti berkapitalisasi besar. David merekomendasikan buy untuk CTRA dan BSDE. Sementara itu, Abida menempatkan BSDE sebagai top pick dengan target harga Rp1.200, diikuti CTRA dengan target Rp1.300 dan SMRA dengan target Rp570.

Liza menambahkan bahwa saham seperti BSDE, CTRA, dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) tetap menarik untuk dikoleksi, sementara PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) lebih mencerminkan cerita premium township ketimbang penerima manfaat langsung program rumah rakyat.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *