Integra (Kayu) Prediksi Laba Bersih Melonjak Lebih Cepat dari Pendapatan

Muhammad Muhlis
4 Min Read

Strategi WOOD untuk Meningkatkan Laba Bersih

PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) memiliki rencana strategis untuk meningkatkan laba bersihnya dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan pendapatan. Salah satu langkah utama yang diambil oleh perusahaan adalah mengoptimalkan peluang di pasar Amerika Serikat (AS), sementara tetap melanjutkan strategi diversifikasi pasar ekspor.

Investor Relations Integra Indocabinet, Ravenal Arvense, belum secara rinci membuka target pendapatan dan laba bersih WOOD untuk tahun ini. Ia hanya memberikan gambaran umum bahwa WOOD ingin mencatatkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tahun lalu, dengan mempertimbangkan perkembangan industri dan kondisi pasar saat ini.

Faktor pendorong utamanya adalah perbaikan bertahap pada pasar perumahan AS yang didukung oleh penurunan suku bunga, serta kontribusi yang meningkat dari inisiatif diversifikasi produk dan pasar WOOD. Selain itu, WOOD juga akan fokus pada peningkatan efisiensi operasional dan perbaikan margin.

“Secara keseluruhan, Perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan, didorong oleh peningkatan efisiensi operasional dan perbaikan margin, sehingga pertumbuhan laba bersih diharapkan melampaui pertumbuhan penjualan,” ujar Ravenal kepada .co.id, Minggu (11/1/2026).

Pasar ekspor tetap menjadi kontributor utama pendapatan WOOD, dengan komposisi yang relatif konsisten, yakni lebih dari 90%. Pasar AS masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 80%.

“Pasar AS adalah pasar terbesar di dunia untuk furniture & building components berbasis kayu, bahkan lebih besar dibandingkan gabungan empat negara terbesar lainnya,” jelas Ravenal.

Ekspor produk manufaktur building component menjadi penopang utama bisnis WOOD. Hingga kuartal III-2025, ekspor building component WOOD tercatat senilai Rp 1,76 triliun. Jumlah itu setara dengan 81,86% dari total penjualan WOOD pada periode tersebut, yakni Rp 2,15 triliun.

Secara nilai, ekspor building component WOOD meningkat 18,12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ravenal optimistis prospek bisnis WOOD tahun 2026 akan positif, terutama didorong oleh permintaan building components dari pasar perumahan AS yang mulai membaik.

Perbaikan permintaan di Negeri Paman Sam terjadi seiring penurunan suku bunga The Fed serta meningkatnya aktivitas konstruksi dan renovasi. Apalagi, produk building components Indonesia masih dikecualikan dari tarif AS berdasarkan Annex II.

Kondisi ini membuka ruang bagi WOOD untuk menangkap peluang dari pertumbuhan permintaan serta pergeseran pangsa pasar building components di AS. Ravenal mengakui dinamika pasar global dan kebijakan perdagangan AS di bawah pemerintahan Donald Trump memang mendorong volatilitas dan penyesuaian rantai pasok global.

WOOD Chart

by TradingView

Namun, kondisi ini juga membuka peluang. Ravenal menyoroti Brasil sebagai eksportir building components terbesar ke AS saat ini dikenakan tarif impor hingga 50%. “Sementara produk building components Indonesia masih dikecualikan dari tarif AS,” kata Ravenal.

Meski begitu, WOOD tetap memasang sikap waspada. Ravenal menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara optimalisasi pasar AS dan percepatan inisiatif diversifikasi guna memperkuat ketahanan dan keberlanjutan bisnis jangka panjang. Oleh karena itu, pada tahun ini WOOD akan melanjutkan strategi diversifikasi.

Ekspansi ekspor WOOD lanjut menyasar pasar Eropa dan Timur Tengah, yang didukung oleh produk baru seperti flooring dan outdoor furniture. “WOOD terus memperkuat inisiatif diversifikasi yang telah dimulai sejak tahun lalu, yang diharapkan memberikan kontribusi lebih besar pada 2026 dan memperluas sumber pertumbuhan Perseroan,” jelas Ravenal.

Tak hanya fokus di pasar ekspor, WOOD juga mengupayakan pengembangan di pasar domestik. Berbagai strategi tersebut akan didukung oleh rencana dan realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) yang selektif dan terukur.

Namun, Ravenal belum membeberkan besaran capex yang bakal dikucurkan WOOD pada tahun ini. Dia hanya mengungkapkan bahwa capex WOOD tahun 2026 akan fokus pada peningkatan efisiensi dan produktivitas pabrik, pengembangan produk, serta mendukung inisiatif diversifikasi yang telah berjalan.

Share This Article
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *