Ratusan Santri Diduga Keracunan MBG, Korban Terus Bertambah di Demak

Hartono Hamid
4 Min Read

Kebakaran Massal di Demak: Ratusan Santri Diduga Keracunan MBG

Sebuah insiden yang mengejutkan terjadi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, setelah ratusan santri dilaporkan mengalami gejala keracunan massal. Insiden ini diduga berasal dari konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung.

Peristiwa ini mulai terungkap sejak siang hari dan terus berkembang hingga Minggu malam, seiring bertambahnya jumlah korban yang mengeluh mual, muntah, dan pusing. Para santri yang terdampak langsung mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan terdekat, sementara sebagian lainnya masih menjalani observasi.

Korban Terus Bertambah

Pihak pengelola tempat kejadian bersama petugas kesehatan bergerak cepat melakukan evakuasi serta pendataan korban untuk memastikan kondisi mereka tertangani dengan baik. Dugaan sementara mengarah pada makanan yang dikonsumsi bersama, namun penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Tim medis juga terus memantau perkembangan kondisi para santri guna mencegah kemungkinan dampak yang lebih serius. Sementara itu, aparat terkait telah mengamankan sampel makanan untuk diuji di laboratorium demi memastikan sumber keracunan.

Data Korban yang Terus Berkembang

Seperti diketahui, santri yang diduga menjadi korban keracunan MBG di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terus bertambah hingga Minggu (19/4/2026) malam. Para santri diduga keracunan usai menyantap MBG yang didistribusikan dapur SPPG Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung pada Sabtu (18/4/2026).

Pengasuh Pondok Pesantren Asnawiyah, Desa Pilangwetan, Cholilluah mengatakan, hingga Minggu malam, lebih dari 100 santrinya diduga keracunan MBG. Santri yang awalnya hanya mengalami gejala biasa kini harus dirujuk ke rumah sakit.

“Korban di internal kami ada 100 lebih, cuma yang dirujuk ke rumah sakit dari pagi sampai malam ini bertambah, yang semula sakitnya tidak terlalu, kini harus dirujuk ke rumah sakit,” ungkap Cholilluah, melalui sambungan telepon, Minggu malam.

Dia tidak merinci detail santri yang dirujuk pada Minggu siang, namun pada Minggu malam terdapat 7 santri yang harus menjalani perawatan.

“Sampai malam ini ada 35-nan, kita nambah yang mau kita rujuk itu ada 7 orang,” ujarnya.

Koordinasi dengan Dinkes dan Laboratorium

Adapun data santri diduga keracunan MBG yang diterima Kompas.com, dari Puskesmas Kebonagung, Minggu siang, terdapat 97 orang korban, 67 orang berobat rawat jalan dan 24 orang dirujuk ke RSU PKU Muhamadiyah Grobogan.

Sebelumnya, Koordinator Wilayah SPPG Demak, Ali Muzani, mengungkapkan, pihaknya menerima laporan dugaan keracunan terbanyak di Desa Pilangwetan. Terdapat 550 porsi yang didistribusikan ke 4 tempat pendidikan, sedangkan 110 orang dilaporkan mengalami gejala keracunan dan 95 orang dilarikan ke rumah sakit.

“Ada sekitar 550, berdasarkan observasi Puskesmas Kebonagung hari ini yang masuk ke faskes ada di PKU Gubug, sama yang lainnya itu totalnya ada 95 rawat inap,” kata Ali, Minggu siang.

Menurutnya MBG didistribusikan pada Sabtu (18/4/2026) dan pihaknya menerima laporan dugaan keracunan Minggu pagi. Ali menambahkan, sejauh ini pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui detail penyebab dugaan keracunan tersebut.

“Kami juga berkoordinasi dengan Dinkes Demak, untuk penelusuran dan observasi terhadap apa yang ini terjadi,” katanya.

Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *