Apa Itu DOMS di Gym? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Hartono Hamid
4 Min Read

Apa Itu DOMS dalam Gym?

Apakah kamu rutin berolahraga di gym? Banyak orang merasa sangat antusias setelah lama tidak berolahraga. Betapa menyenangkannya bertemu dengan teman baru dan fokus pada target latihan yang ingin dicapai. Namun, setelah berolahraga di gym, tubuh sering mengalami nyeri yang berlangsung selama beberapa hari. Nyeri tersebut dikenal sebagai DOMS. Lalu, apa sebenarnya DOMS itu? Mari kita kenali istilah ini lebih jauh.

Apa Arti Kata DOMS?



DOMS adalah singkatan dari delayed onset muscle soreness. Istilah ini diperkenalkan oleh seorang fisiologis bernama Sonja Trierweiler. DOMS sering disebut juga dengan nyeri otot tertunda.

DOMS merupakan gejala ketidaknyamanan pada otot setelah melakukan olahraga dengan intensitas tinggi atau tidak biasa. Siapa pun bisa mengalaminya, termasuk atlet. Jika kamu tidak terbiasa berolahraga, tubuh akan cenderung mengalami DOMS.

Penyebab DOMS Setelah Latihan Gym



DOMS tidak sama dengan keseleo atau terkilir. Penyebab utamanya adalah kerusakan serabut otot akibat latihan yang terlalu berat atau otot yang belum terlatih. Mikro trauma pada otot tersebut kemudian memicu reaksi peradangan dan pengeluaran enzim.

Buku berjudul Kajian Ilmu Fisiologi dalam Perspektif Ilmu Olahraga menjelaskan bahwa saat peradangan terjadi, prostaglandin E2 (PGE2) bereaksi terhadap nosiseptor tipe 3 dan 4, sehingga muncul sensasi nyeri pada otot.

Ciri-Ciri Kamu Mengalami DOMS



Gejala DOMS tidak langsung terasa saat sedang berolahraga maupun beberapa menit setelahnya. Namun, gejalanya mulai muncul antara 12 hingga 23 jam setelah gym. Puncak rasa nyeri biasanya terjadi antara 24 hingga 72 jam setelah latihan.

DOMS umumnya membaik dalam waktu 2 hingga 5 hari. Gejala yang muncul antara lain:
* Otot berkontraksi dan kencang ketika diregangkan, sehingga terasa nyeri;
* Nyeri saat disentuh;
* Keterbatasan gerak karena otot kaku dan sakit;
* Beberapa area tampak bengkak;
* Kelelahan otot;
* Kehilangan kekuatan otot jangka pendek.

Apakah DOMS Tanda Olahraga Berhasil?



Beberapa orang percaya bahwa nyeri pasca-olahraga adalah tanda program gym berjalan baik. Sebaliknya, jika tubuh tidak merasa pegal, maka olahraga dianggap kurang maksimal. Apakah hal ini benar?

Faktanya, DOMS bukan indikator keberhasilan olahraga. Beberapa faktor memengaruhi DOMS, seperti:
* Jenis latihan: latihan ekstentrik lebih mudah menyebabkan DOMS dibandingkan latihan kontraksi. Contohnya squat, pull-up, lunges;
* Kebiasaan: otot memerlukan adaptasi terhadap aktivitas baru, sehingga nyeri muncul sebagai bentuk adaptasi;
* Genetik: beberapa orang lebih rentan mengalami DOMS;
* Gaya hidup: dehidrasi dan kurang tidur dapat memperburuk gejala DOMS.

Cara Mengurangi Gejala DOMS, Bolehkan Dipijat?



Pijat sudah umum digunakan untuk mengurangi rasa nyeri. DOMS bisa diredakan dengan pijatan ringan. Caranya dengan mengoleskan minyak ke area yang sakit, lalu lakukan pijatan perlahan.

Menurut laman NHS Inform, cara meredakan gejala DOMS antara lain:
* Kompres dingin dengan ice bag selama 10 hingga 15 menit;
* Lakukan pijatan ringan pada area nyeri;
* Lakukan gerakan regangan ringan;
* Minum obat antinyeri atau anti peradangan jika diperlukan.

DOMS dalam gym lumrah terjadi pada setiap orang. Beberapa orang merasa “trauma” dan takut berolahraga lagi setelah mengalami DOMS. Untuk mencegahnya, kamu bisa melakukan pendinginan setelah olahraga.

Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *