Kabar Duka: Istri Musisi Centang Biru Meninggal, Mantan Guru SMA Berucap ‘Aku Rindu Mengajar’

Hendra Susanto
3 Min Read

Kabar Duka Membuat Dunia Musik Bali Berduka

Kabar duka kembali mengguncang dunia musik Bali setelah istri dari seorang musisi ternama, Nanoe Biroe, meninggal dunia. Istri yang dikenal dengan nama lengkap Ni Made Murniasih atau lebih akrab dipanggil Uni ini meninggal setelah menjalani perawatan di rumah sakit akibat penyakit kanker serviks.

Nanoe Biroe, yang dikenal sebagai musisi sekaligus penyanyi kawakan asal Bali, memiliki banyak penggemar yang mengikuti karyanya dalam berbagai genre seperti reggae, rock, pop, dan punk. Akun Instagramnya @nanoe_biroe memiliki 223 ribu pengikut, menunjukkan popularitasnya di kalangan masyarakat.

Kehidupan Sehari-hari Uni

Uni adalah seorang guru pendidikan agama Hindu di SMAN 8 Denpasar. Dra. Ni Wayan Megawati, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, menyampaikan bahwa Uni telah menjadi guru mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu sejak tahun 2008. Selain itu, ia juga bertugas sebagai koordinator Pembina OSIS dan ketua TPPK (Tim Penanganan Perundungan dan Kekerasan) SMAN 8 Denpasar.

“Selain menjadi guru mapel, beliau juga dipercaya sebagai koordinator Pembina OSIS SMAN 8 Denpasar juga sebagai ketua TPPK (Tim Penanganan Perundungan dan Kekerasan) SMAN 8 Denpasar,” jelas Mega.

Uni dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab terhadap tugas yang diembannya dan teguh dalam memegang prinsip. Proses pembelajaran dengan disiplin plus sentuhan humanis dalam menangani siswa menjadi ciri khas beliau. Oleh karena itu, beliau sangat dicintai siswanya dan dikenang oleh alumni. Humble juga menjadi kesan jika setiap orang ditanya tentang beliau, menjaga hubungan yang baik dan harmonis dengan semua warga sekolah layaknya keluarga sendiri membuat seluruh warga SMA Negeri 8 Denpasar merasa amat sangat kehilangan.

Kalimat Terakhir yang Mengharukan

Dalam unggahannya, Nanoe Biroe menceritakan kronologi meninggalnya Uni yang sempat jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit. Menurut dokter, Uni menderita kanker serviks. Sampai hembusan nafas terakhir, Uni tetap penuh optimis untuk sembuh.

Satu kalimat yang setiap hari ia tanyakan kepadanya adalah: “Dari satu sampai sepuluh, berapa niat dan harapan Mamak untuk sembuh?” Dan sampai hari terakhir, ia menjawab: “SEPULUH!!!”

Uni juga sempat mengucapkan dua kalimat terakhir sebelum berpulang. Kalimat pertama adalah: “GEK RINDU SEKOLAH, KANGEN MENGAJAR” diucapkan ketika Nanoe memainkan lagu MARS SMAPAN via Youtube. Kalimat kedua, beliau ucapkan sambil mengangkat tangannya yang ditusuk jarum dengan selang infus: “TETAP SEMANGAT NANANG…!!!”

Sungguh, Uni adalah wanita kuat, perkasa, dan luar biasa.

Proses Pemakaman

Menurut informasi, jenazah Uni akan disemayamkan di rumah duka di Br. Buagan Denpasar pada Kamis, 4 Desember 2025, pukul 07.00 Wita. Selanjutnya akan digelar upacara pengabenan di Setra Badung pada 5 Desember 2025, dan berangkat pukul 12.00 Wita.

Kesimpulan

Kematian Uni menjadi pukulan berat bagi Nanoe Biroe dan keluarga. Pernikahan mereka yang sudah berjalan harmonis selama 17 tahun akhirnya dipisahkan oleh maut. Kepergian Uni juga meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan kerja dan para siswa di SMAN 8 Denpasar. Dengan dedikasi dan kekuatannya, Uni meninggalkan kenangan yang tak terlupakan dalam hidup banyak orang.

Share This Article
Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *