Perayaan Imlek 2557 Sulut: Buka Puasa dan Santuni Yatim Piatu serta Disabilitas

Hartono Hamid
5 Min Read

Perayaan Tahun Baru Cina di Sulawesi Utara Berlangsung Meriah dan Penuh Makna

Perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek 2577 Kongzili di Provinsi Sulawesi Utara menjadi momen penting yang memperkuat toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Acara ini diselenggarakan di Graha Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, yang terletak di sekitar Wisma Negara Manado atau Rumah Dinas Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Kelurahan Bumi Beringin, Kecamatan Wanea, Manado.

Perayaan ini berlangsung meriah pada hari Minggu, 22 Februari 2026 petang. Selain menjadi ajang bersuka cita, acara ini juga menyampaikan pesan-pesan tentang pentingnya harmoni dan kebersamaan antar umat beragama. Panitia mengundang para pemuka enam agama dan pimpinan denominasi gereja yang ada di Sulawesi Utara. Selain itu, perwakilan dari berbagai komunitas agama juga turut hadir dalam acara tersebut.

Di sela perayaan, umat Muslim yang hadir melaksanakan buka puasa dan salat bersama. Hal ini menunjukkan semangat toleransi yang kuat di tengah masyarakat. Perayaan ini juga menjadi momen berbagi, di mana panitia memberikan santunan kepada sejumlah panti asuhan dan panti disabilitas di Manado dan Tomohon. Santunan diberikan kepada:

  • Panti Tunanetra GMIM Bartimeus Manado
  • Panti Asuhan Al Ikhwan Kombos
  • Panti Asuhan Katolik dr Lucas Manado
  • Panti Disabilitas Sayap Kasih Tomohon
  • Panti Asuhan di Bitung

Santunan diserahkan oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, didampingi oleh beberapa pejabat penting seperti Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Utara, H Ulyas Taha; Wali Kota Manado, Andrei Angouw; Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Sulut, Ws Pon Riano Bagy; dan Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Manado, Js Heintje Lintong.

Hiburan Budaya dan Kolaborasi Musik

Perayaan Imlek kali ini tidak hanya berupa doa dan ucapan selamat, tetapi juga diisi dengan atraksi lintas budaya. Tarian Barongsai menjadi pembuka, menyambut para tamu yang hadir. Ada juga hiburan musik Bambu Klarinet dan Kolintang. Yang istimewa adalah kolaborasi musik (fusion) antara musik etnik Tionghoan berupa Guzhe dan Erhu dengan Kolintang.

Selain itu, pesan toleransi semakin kental ketika ibu-ibu Majelis Taklim tampil membawakan Qasidah. Acara kian lengkap karena diwarnai penampilan tarian dari Pemuda Agama Khonghucu Indonesia (Pakin) dan Vokal Grup Perempuan Khonghucu Indonesia (Perkhin).

Gubernur Yulius Selvanus mengucapkan selamat Imlek 2577 Kongzili untuk umat Khonghucu. Ia menyampaikan bahwa kebersamaan dalam perayaan ini mempertegas kerukunan umat beragama di Sulawesi Utara. “Mari kita rawat bersama kehidupan harmoni ini,” ujar YSK.

Ia juga menyampaikan bahwa Sulawesi Utara berada di urutan ketiga provinsi paling toleran di Indonesia. “Perbedaan jangan jadi pemisah tapi itu menyatukan. Kita jadikan modal untuk membangun,” kata gubernur.

Simbol Kebersamaan dan Pesan Sosial

Sebagai simbol apresiasi, umat Khonghucu menyerahkan Patung Kuda Emas kepada Gubernur Yulius Selvanus. Ketua Panitia Perayaan Imlek 2577 Kongzili, Js Heintje Lintong, berterima kasih atas kehadiran para tamu. Secara khusus, ia berterima kasih kepada Gubernur Sulut, Yulius Selvanus yang boleh hadir dalam perayaan tersebut.

“Ini sebuah kehormatan bagi kami. Untuk pertama kalinya, Gubernur Sulut hadir dalam perayaan Imlek,” kata Heintje yang notabene Ketua Matakin Manado.

Katanya, tema perayaan Imlek 2577 Kongzili tahun ini, “Kalau ada keadilan, tiada persoalan kemiskinan.” Ini sejalan dengan visi misi pemerintah yang berupaya mensejahterakan masyarakat Indonesia. “Tema ini sesuai ajaran Nabi Kongzi. Secara khusus, akses terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan dan ekonomi diadakan untuk pemberdayaan masyarakat sehingga bisa keluar dari kemiskinan,” katanya.

Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Utara, H Ulyas Taha, mengungkapkan bahwa perayaan Imlek kali ini istimewa karena bertepatan di Bulan Ramadan. “Kami berterima kasih atas kontribusi umat Khonghucu yang turut membangun dan merawat kerukunan umat beragama di Manado,” ujarnya.

Hadirnya Tokoh dan Pejabat Penting

Sejumlah tokoh agama hadir dalam perayaan ini. Di antaranya, Rabby Yaakov Baruch; Ketua FKUB Sulut, Pdt Lucky Rumopa MTh; Pimpinan MUI Sulut; Pimpinan NU dan Muhammadiyah serta organisasi keagamaan lainnya. Selain itu hadir Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto; Wali Kota Bitung, Hengky Honandar; Tokoh Masyarakat Tionghoa Sulut, Hengky Wijaya, Pangdam XIII Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus dan Forkompimda lainnya.






Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *