Rizky Ridho Jadi Titisan ‘The Galloping Major’? Ini Kiprah Tentara Hungaria di Balik Puskas Award!

Ratna Purnama
4 Min Read

Sejarah Ferenc Puskas dan Pengaruhnya pada Sepak Bola Dunia

Ferenc Puskas, dikenal sebagai salah satu legenda sepak bola dunia, memiliki kisah hidup yang sangat unik. Dari seorang pesepak bola hingga menjadi simbol nasional, perjalanan Puskas menunjukkan bagaimana seseorang bisa melampaui batas profesi dan menjelma menjadi ikon budaya.

Puskas Award, penghargaan FIFA yang diberikan kepada pemain dengan gol terbaik dalam setahun, lahir pada 20 Oktober 2009. Penghargaan ini tidak hanya menghormati prestasi Puskas di lapangan, tetapi juga mengenang perannya sebagai bagian dari institusi militer Hungaria. Setelah klub Budapest Honved diambil alih oleh Kementerian Pertahanan Hungaria, seluruh pemain klub otomatis mendapatkan pangkat militer. Puskas sendiri menyandang gelar mayor tanpa pernah terlibat langsung dalam medan perang, dan julukan “The Galloping Major” melekat padanya karena keberaniannya di lapangan.

Karakter Puskas membuatnya menjadi pusat perhatian sejak era 1940-an hingga ia menjadi pemain terbaik sepanjang masa di Hungaria. Di tengah perjalanan karier yang penuh tantangan, Puskas mampu membawa timnas Hungaria meraih medali emas Olimpiade 1952 dan menjadi pusat taktik “Magical Magyar”. Skema serangan yang ia bawa menjadi cikal bakal gaya bermain modern yang dikenal sebagai total football.

Puncak kesuksesan Puskas terjadi pada 1953 ketika Hungaria mengalahkan Inggris 6-3 di Wembley dan kemudian menghajar mereka 7-1 di Budapest. Dua pertandingan itu mengubah peta sepak bola dunia dan memperkuat reputasi Puskas sebagai maestro sepak bola. Meski kalah di final Piala Dunia 1954, Puskas tetap dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen.

Setelah pemberontakan 1956, Puskas memilih tinggal di Spanyol dan bergabung dengan Real Madrid. Bersama Alfredo Di Stefano, ia meraih lima gelar La Liga, tiga gelar European Cup, serta mencetak 244 gol dalam 262 pertandingan. Puskas bahkan pernah membela Spanyol di Piala Dunia 1962 meskipun tidak mencetak gol.

Warisan Puskas masih terasa hingga saat ini. Stadion nasional, klub Puskas Akademia FC, dan penghargaan Puskas Award yang tiap tahun memicu perbincangan global menjadi bukti bahwa jejaknya tak akan pernah terlupakan.

Rizky Ridho dan Peluang Menembus Puskas Award 2025

Di tengah dinamika baru Puskas Award 2025, nama Rizky Ridho mulai masuk radar publik. Gol-gol indah dari seluruh dunia bersaing untuk masuk daftar nominasi, dan Ridho dianggap memiliki kualitas visual yang mencuri perhatian. Keberaniannya menembak dari situasi sulit membuat banyak orang membandingkannya dengan sisi “galloping” ala Puskas.

Jejak Puskas sebagai mayor tentara sekaligus legenda sepak bola menunjukkan bahwa perjalanan menuju abadi bisa datang dari tempat yang tak terduga. Kisah itu kini menjadi latar inspiratif bagi siapa pun yang ingin memahat sejarah, termasuk Rizky Ridho yang mulai disebut-sebut siap mengikuti langkah simbolik sang Galloping Major.

Perubahan Aturan Puskas Award

Aturan teranyar sejak 2024 membuat Puskas Award hanya diperuntukkan bagi pemain pria, sementara pemain wanita memiliki kategori tersendiri lewat FIFA Marta Award. Hal ini menunjukkan bahwa penghargaan ini semakin memperhatikan kesetaraan dalam olahraga.

Dengan penilaian yang dilakukan antara 11 Agustus 2024 hingga 2 Agustus 2025, Puskas Award 2025 akan menjadi ajang yang sangat dinantikan oleh para pemain dan penggemar sepak bola di seluruh dunia. Semangat Puskas yang tak pernah padam terus memotivasi generasi baru untuk berusaha menciptakan momen-momen tak terlupakan di lapangan hijau.

Share This Article
Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *