Film perjalanan emosional antara orangtua dan anak

Muhammad Muhlis
4 Min Read

Dinamika Hubungan Orangtua dan Anak dalam Film Suka Duka Tawa

Hubungan antara orangtua dan anak sering kali penuh dengan keunikan. Ada masa-masa yang dipenuhi oleh kecanggungan interaksi, yang bisa menghambat komunikasi yang terbuka. Namun, di balik itu juga terselip momen-momen yang membuat kita tertawa atau merasa hangat.

Film terbaru yang dirilis oleh BION Studios dan Spasi Moving Image, Suka Duka Tawa, memperlihatkan dinamika emosional yang sangat dekat dengan pengalaman nyata. Film ini tayang mulai 8 Januari 2026 dan menjadi refleksi tentang bagaimana kita berkomunikasi dan saling memahami di dalam sebuah keluarga.

  • Suka Duka Tawa * menceritakan hubungan antara Tawa dan kedua orangtuanya. Disutradarai oleh Aco Tenriyagelli, film ini mengajak penonton untuk mengikuti perjalanan Rachel Amanda sebagai Tawa bersama papanya, Keset (diperankan oleh Teuku Rifnu Wikana) dan sang mama, Cantik (diperankan oleh Marissa Anita). Berikut beberapa hal menarik yang bisa ditemukan dalam film ini.

Perjuangan Orangtua dalam Memperbaiki Hubungannya dengan Anak

Bagi mereka yang sudah menonton, film ini berhasil menangkap momen-momen rapuh yang sering kita temui dalam kehidupan nyata. Konflik antara papa dan anak, atau kekhawatiran seorang mama, disajikan sebagai drama perjalanan untuk saling memaafkan.

Reza Chandika, penyiar radio, MC, dan aktor, menyebut film ini sebagai perjalanan “seorang papa yang menebus dosa,” sebagai metafora bagi banyak orangtua yang berjuang memperbaiki hubungan dengan anak mereka di masa dewasa.

“Jadi kupikir ini film ketawa, nggak tahunya bapak-bapak nebus dosa. Gue tuh ternyata paling enggak bisa melihat aktingnya kak Rifnu senyum tapi sembari nangis. Itu tuh menurut gue scene terpilu yang ada di film ini,” kata Reza Chandika.

Ungkapan Penonton Setelah Menonton Film

Salah satu penonton, Bella Antika, mengungkapkan bahwa film ini mampu menggambarkan proses menjadi sebuah keluarga secara mendalam.

“Buat aku personal sih ini sangat menyentuh ya, kayak sangat relate banget. Kita bisa ngerasain gimana prosesnya sebuah keluarga gitu,” ujarnya.

Sebagai anak, terkadang sulit mengungkapkan perasaan secara langsung kepada orangtua, begitu pula sebaliknya. *Suka Duka Tawa * hadir sebagai cara untuk mengeluarkan emosi yang selama ini dipendam. Perpaduan antara komedi dan drama dalam film ini menciptakan efek roller coaster emosi yang sangat nyata.

Fia (@alifiaaaah) menggambarkan pengalamannya menonton film *Suka Duka Tawa * seperti naik wahana emosi.

“Naik roller coaster ya, naik turun gitu emosinya kebawa dan itu perfect banget,” ucapnya.

Banyak yang Merasa Relate dengan Kehidupan di Film Keluarga Ini

Aktris Fita Anggriani menyoroti betapa kuatnya ikatan papa dan anak dalam film ini yang mampu membuat penonton menangis sekaligus tertawa di waktu yang bersamaan. Baginya, sosok Mama dan Papa yang berinteraksi dengan Tawa adalah seperti melihat potongan kehidupan.

Salah satu penonton, yang merupakan seorang mama tunggal dan menonton bersama sang anak, menyampaikan bahwa yang mereka tonton mirip dengan kehidupan mereka sendiri.

“Yang kita tonton sih sebenarnya ya mirip-mirip sih sama kehidupan kita. Ya seperti itulah kehidupan di Indonesia,” ujarnya.

Sang anak pun menambahkan tentang betapa dekat cerita Tawa dengan kisah hidupnya.

“Sangat relate sama saya sendiri karena ayah saya juga meninggalkan saya. Pas dia ninggalin Tawa pas masih kecil di flashback-nya, itu rasanya waduh… gimana ya,” ungkap seorang penonton yang merasa dekat dengan karakter Tawa.

*Suka Duka Tawa * membuktikan bahwa tidak ada keluarga yang sempurna, namun selalu ada ruang untuk tertawa bersama di tengah luka dan duka. Film ini benar-benar menyajikan suka, duka, dan tawa secara utuh.

Share This Article
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *