Temuan Hari Ketiga Pencarian ATR 42-500, Mulai dari Dokumen Pesawat hingga Kosmetik

Wahyudi
5 Min Read

Temuan Barang dan Jenazah di Lokasi Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Pada hari ketiga pencarian, tim SAR gabungan berhasil menemukan sejumlah barang milik penumpang pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan. Penemuan ini terjadi di sekitar serpihan kepala pesawat dan jalur pencarian yang menjadi fokus operasi penyelamatan.

Barang-barang yang ditemukan meliputi berbagai dokumen penting seperti sertifikat personel kabin, dokumen pesawat, dompet dengan identitas pribadi, serta peralatan pribadi seperti hair dryer dan perlengkapan kosmetik. Temuan ini memberikan petunjuk bahwa korban mungkin masih berada di area tersebut.

Daftar Barang yang Ditemukan

  • Dokumen pesawat A.C Doc PK-THT
  • Tablet
  • Buku diari
  • Dompet atas nama Esther Aprilita
  • Sertifikat personel kabin (FA) atas nama Esther Aprilita
  • Jam tangan perempuan
  • Dompet atas nama Heriyadi
  • Dompet atas nama Ferry Irawan
  • Satu unit ponsel merek Oppo
  • Pouch berwarna hitam
  • Kacamata

Selain itu, pada pukul 13.58 Wita, korban kedua ditemukan dalam kondisi jenazah sekitar 70 persen. Korban diduga berjenis kelamin perempuan dengan ciri-ciri rambut panjang, mengenakan celana jeans, baju hitam, dan sepatu Converse. Jenazah ditemukan dalam posisi tengkurap pada kedalaman sekitar 350 meter di sebelah kanan serpihan kepala pesawat.

Pada pukul 16.09 Wita, tim SAR kembali menemukan sebuah kartu nama di sekitar lokasi pencarian. Sementara itu, pada pukul 19.15 Wita, SRU kembali ke posko dengan membawa temuan barang milik korban berupa dompet berisi identitas atas nama Muhammad Farhan Gunawan. Selain itu, ditemukan pula dompet berisi identitas atas nama Dwi Murdiono, STNK atas nama Koharuddin, sebuah ransel kecil, tablet, serta sejumlah barang lain yang telah mengalami kerusakan.

Tak lama setelahnya, sekitar pukul 19.30 Wita, tim SAR kembali ke Posko Tompobulu membawa temuan barang berupa pouch berisi catokan rambut, hair dryer, tas, serta perlengkapan kosmetik. Barang-barang tersebut ditemukan pada pukul 16.30 Wita di sekitar serpihan kepala pesawat pada kedalaman sekitar 300 meter.

Pada pukul 20.00 Wita, SRU 1 kembali ke posko dengan membawa temuan satu unit ponsel merek Samsung. Ponsel tersebut diketahui ditemukan lebih awal, yakni pada pukul 13.27 Wita di area pencarian.

Status Korban dan Proses Evakuasi

Sebelumnya, Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengungkapkan total korban yang telah ditemukan hingga hari ketiga pencarian berjumlah dua orang. Satu korban lebih dahulu ditemukan pada hari sebelumnya di lereng dengan kedalaman sekitar 200 meter. Sementara korban kedua ditemukan pada kedalaman sekitar 500 meter.

Meski demikian, Basarnas belum dapat memastikan identitas korban yang baru ditemukan tersebut. “Kami sampaikan bahwa untuk penentuan identitas korban bukan kewenangan kami. Itu akan dideklarasikan oleh DVI Mabes Polri,” jelasnya.

Berdasarkan informasi awal dari lapangan, korban kedua yang ditemukan diduga berjenis kelamin perempuan. Sementara korban pertama yang ditemukan sebelumnya diduga berjenis kelamin laki-laki. Namun, kepastian terkait identitas maupun kondisi korban tetap menunggu hasil resmi dari tim DVI Polri.

Ia menjelaskan, lokasi penemuan korban berada di area dengan kondisi medan yang sangat ekstrem. “Kondisi lokasi sangat terjal, hampir tegak lurus. Kedalamannya cukup ekstrem dan didominasi bebatuan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini korban telah berada bersama tim penyelamat di lokasi, namun proses evakuasi masih menghadapi kendala cuaca dan medan. “Korban sudah bersama rescuer, namun evakuasi masih menunggu kondisi yang memungkinkan,” katanya.

Daftar Korban yang Hilang

Pesawat yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan ini mengangkut 10 orang yang terdiri dari 7 crew dan 3 penumpang. Para korban adalah:

  1. Capt Andy Dahananto
  2. SIC FO M Farhan Gunawan
  3. FOO Hariadi
  4. EOB Restu Adi P
  5. EOB Dwi Murdiono
  6. Flight attendant Florencia Lolita
  7. Flight attendant Esther Aprilitas
  8. Deden dari KKP
  9. Ferry dari KKP
  10. Yoga dari KKP.

Lokasi penemuan serpihan pesawat ATR 42-500 berada di kawasan perbukitan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada koordinat 04°55’48” Lintang Selatan – 119°44’52” Bujur Timur. Area tersebut merupakan wilayah pegunungan dengan kontur lereng curam, vegetasi rumput dan semak, serta kerap diselimuti kabut tebal.

Secara geografis, lokasi kejadian berada sekitar 42 kilometer dari pusat Kota Makassar. Sementara itu, jaraknya diperkirakan sekitar 26 kilometer dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, dengan arah utara, timur laut dari bandara.

Medan yang terjal dan akses darat yang terbatas membuat proses pencarian dan evakuasi harus mengandalkan pemantauan udara serta penggunaan peralatan khusus mountaineering oleh Tim SAR Gabungan.

Share This Article
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *