Tempat Membeli Kebahagiaan

Muhammad Muhlis
6 Min Read

Lokasi dan Ciri Khas Arena

Di Kota Tua, terdapat sebuah toko yang menjual kebahagiaan. Toko ini berupa gedung modern yang berada di antara bangunan bergaya Eropa. Bangunannya memiliki desain minimalis dengan sedikit ornamen. Gedung tersebut kaku dan tidak memiliki jendela. Ruangannya kedap suara, dan pada atapnya terdapat huruf-huruf logam berkilau yang membentuk kata “ARENA.”

Lokasi Arena mudah dikenali karena letaknya yang strategis. Dari berbagai sudut Kota Tua, orang dapat melihat kata “ARENA” yang berada di atas gedung. Tidak perlu bertanya-tanya bagaimana cara mencapai tempat ini, cukup melihat ke arah gedung-gedung tinggi dan Anda akan menemukannya.

Arena dikenal sebagai tempat penjualan kebahagiaan. Cara membelinya adalah dengan masuk melalui pintu kaca besar menuju lobi yang dingin. Petugas akan bertanya tentang keperluan pembeli, lalu membukakan pintu jati yang besar pula. Setelah melewati pintu itu, Anda akan tiba di ruangan luas dengan langit-langit tinggi.

Saat pintu ditutup, tidak ada suara yang terdengar. Hanya dentuman-dentuman bernada rendah yang terdengar dari dinding. Jangan bayangkan pengalaman belanja seperti di warung kelontong atau toko serba ada. Di sini, pembeli tidak membawa barang apa pun setelah keluar.

Bukan juga seperti layanan jasa yang biasa. Pengguna Arena keluar dengan wajah cerah dan rasa lega setelah mendapatkan pengalaman yang memuaskan. Ke bahagiaan yang dibeli tidak bisa dibawa pulang, tetapi pembeli keluar dengan senyum baru dan tubuh yang lelah.

Pembeli seringkali kembali ke Arena karena kebahagiaan yang didapat seperti candu. Mereka ingin kembali dan kembali lagi untuk membeli kebahagiaan. Arena buka setiap hari, dan jam operasionalnya hampir sepanjang waktu. Pembeli datang sore hari setelah pulang kerja, keluar saat matahari terbit, dan beberapa hari kemudian.

Waktu paling ramai adalah akhir pekan. Pembeli datang pada Hari Selingkuh Nasional, yaitu Jumat malam. Mereka pulang pada Sabtu atau Minggu pagi, bahkan langsung pergi ke kantor pada Senin pagi. Selain itu, Ladies Night juga menjadi momen ramai, mulai dari Rabu petang hingga malam hari. Banyak orang, termasuk para lelaki, berkumpul meramaikan acara istimewa bagi wanita.

Pengalaman di Arena

Dengan membeli kebahagiaan dan mengonsumsinya, pembeli akan merasakan pengalaman luar biasa yang menyenangkan. Kebahagiaan yang didapat berbeda dengan kenyataan. Dengan kebahagiaan, pembeli bisa menjadi apa saja yang mereka inginkan. Mereka melupakan beban hidup, pahitnya kehidupan, dan kesulitan dalam rumah tangga.

Suasana di Arena membuat pembeli enggan keluar. Tidak seperti mimpi yang hanya bisa dilihat ketika seseorang tidur. Di Arena, kebahagiaan dirasakan secara sadar, dengan angan-angan yang diiringi oleh hentakan musik.

Meskipun tidak tidur selama berhari-hari, lelah yang dirasakan terbayar dengan kebahagiaan. Kebahagiaan menjadi nyata setelah membelinya di Arena.

Bastian sudah lama mendengar tentang Arena dari teman-temannya. Ia sangat ingin mencobanya, meski harga kebahagiaan di sini tergolong mahal. Untuk itu, ia menabung dan melunasi tagihan kartu kredit demi memenuhi rasa penasaran.

Saat tiba di Arena, Bastian merasakan dingin dan sepi di lobi. Setelah melewati pintu kedua, ia menemui suasana riuh dengan kabut tembakau terbakar. Musik cepat dengan nada tinggi dan menengah mengalir deras ke telinganya. Bunyi rendah berdentam-dentam menghantam dadanya.

Pembeli yang ada di sana, baik lelaki maupun perempuan, menunduk sambil menggoyangkan kepala sesuai irama. Seorang wanita muda berdiri di depan kotak suara, memegangnya sambil menggerakkan kepala ke kiri dan kanan. Rambut panjangnya terlempar-lempar.

Pelayan wanita berteriak untuk menandingi suara musik, menanyakan pesanan. Bastian memesan minuman, lalu meneguknya. Tidak ada efek apa pun, sehingga ia memesan lagi, “Dobel. Eh …tidak, tidak …bikin tripel!”

Minuman datang, dan Bastian meneguknya. Tidak ada perubahan. Pelayan wanita menawarkan “ajeb-ajeb” dengan harga 100 ribu per butir. Bastian mengangguk dan membayar. Setelah menelannya, ia merasakan kepalanya melayang. Rangsangan hebat memacu gerakan kepala ke kiri dan kanan sesuai hentakan musik.

Bastian larut dalam keasyikan yang dinikmati oleh pembeli lain. Cairan asin merembes dari pori-porinya, dan ia mereguk air mineral. Setelah habis, ia memberi kode kepada pelayan. Pelayan wanita menawarkan pil merah muda dengan harga 200 ribu.

Setelah menelan pil itu, Bastian kembali menggoyangkan kepala. Berkeringat, haus, dan terus menambah air mineral serta pil merah muda. Ia melupakan semua masalah, seperti rumah tangga, pekerjaan, omelan bos, tumpukan kertas, dan layar komputer.

Mimpi menjadi nyata, kegembiraan bertambah. Seorang perempuan muda menemani dan menyerah kepada Bastian asalkan dibelikan pil merah muda. Bastian menjadi manusia yang bebas, terbang ke mana saja, dan mengasyikkan meski melelahkan.

Yang terpenting, ia merasa bahagia. Bahagia sebesar-besarnya, seperti tidak ingin melepaskan kebahagiaan itu lagi. Bastian bahagia, lupa segala sesuatu. Lupa bahwa isi dompetnya berkurang, saldo kartu debit makin surut, dan kartu kredit mendekati batas.

Ia lupa bahwa Jumat malam telah habis, Sabtu berlalu, dan Minggu berganti Senin. Lupa bahwa tenaganya telah habis, sehingga tubuhnya jatuh ke lantai. Tidak ada pembeli lain yang mengindahkan, mereka asyik menggoyangkan kepala ke kiri dan kanan.

Musik terus berdentam, ajeb-ajeb volume penuh membawa angan ke langit-langit tinggi. Bastian terkapar, telah mendapatkan kesenangan dunia. Mimpi mewujud, lupa masalah. Ia telah membeli kebahagiaan di Arena, yang letaknya menyempil di antara bangunan bergaya Eropa di Kota Tua.

Kebahagiaan sementara yang didapat dari rangsangan luar, bukan dari kesadaran diri, pikiran positif, perbuatan baik, atau tunduk bersyukur kepada Sang Maha Pemberi Kebahagiaan. Bastian terbujur kaku sia-sia bersama kebahagiaan semu. Selamanya.

Share This Article
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *