Perubahan Mendasar dalam Sistem Pajak Digital
Sejak tahun 2025, sejarah baru tercipta dalam dunia administrasi perpajakan Indonesia dengan diluncurkannya Core Tax Administration System (Coretax), sebuah platform digital terpadu yang mengintegrasikan seluruh layanan pajak dalam satu pintu. Meski bertujuan menyederhanakan birokrasi bagi para stakeholder, implementasinya sempat menuai beragam tanggapan, mulai dari keluhan dan kritik wajib pajak hingga atensi khusus dari para wakil rakyat. Namun, di balik dinamika tersebut, satu hal tetap pasti: Coretax adalah masa depan administrasi perpajakan.
Aktivasi Akun: Kunci Pembuka Layanan
Sebagai sistem informasi yang modern, Coretax dirancang untuk menggantikan sistem lama yang cenderung terfragmentasi. Inovasi yang ditawarkan pun sangat fundamental, mulai dari integrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK), layanan single window, hingga otomasi data Surat Pemberitahuan (SPT) yang transparan. Namun, secanggih apa pun sistemnya, tidak akan dapat dirasakan manfaatnya sebelum melakukan langkah pertama: Aktivasi Akun.
Dengan melakukan aktivasi akun pada Coretax, pengguna dapat mengakses secara mandiri laman Coretax, dan dapat mengeksplorasi langsung kemudahan dalam melaksanakan pemenuhan hak dan kewajiban perpajakannya.
Pemadanan NIK-NPWP Adalah “Privilese”
Aktivasi akun bertujuan agar wajib pajak memiliki akses penuh ke portal Coretax. Jika kita bicara populasi Wajib Pajak yang belum melakukan aktivasi akun Coretax, dapat kita pecah menjadi tiga segmen utama dengan penanganan aktivasi yang berbeda, yaitu:
-
Wajib Pajak yang sudah melakukan pemadanan NIK-NPWP:
Wajib Pajak yang sudah melakukan pemadanan NIK – NPWP, cukup meng-klik “Lupa Kata Sandi” pada laman https://coretaxdjp.pajak.go.id/, masukkan alamat e-mail yang biasa diakses oleh Wajib Pajak, atau nomor gawai untuk dapat dilakukan konfirmasi, dan kemudian membuat kata sandi baru. Keseluruhan proses tersebut instan dan sepenuhnya daring. -
Wajib Pajak yang belum pemadanan:
Wajib Pajak meluangkan waktu ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat dengan membawa KTP, NPWP lama, dan Kartu Keluarga untuk proses sinkronisasi data secara manual. -
Wajib Pajak Baru:
Wajib Pajak yang belum memiliki NPWP, aktivasi dapat dilakukan langsung melalui menu “Daftar di sini” pada portal login Coretax.
Lebih Cepat, Lebih Nyaman
Memasuki era Coretax ibarat menempati rumah baru. Banyak hal yang perlu disiapkan agar kita bisa tinggal dengan nyaman. Aktivasi akun adalah kunci gerbangnya. Untuk menghindari “kemacetan digital” atau lonjakan trafik di tahun 2026, DJP sangat menyarankan wajib pajak melakukan aktivasi sebelum tanggal 31 Desember 2025.
Langkah awal yang cepat bukan hanya soal ketaatan, tapi soal kenyamanan Anda di masa depan untuk menghindari potensi galat atau kendala sistem yang tidak terduga saat masa pelaporan tiba.
Strategi NPWP Suami-Istri di Era Baru
Aspek lain yang tak kalah krusial dalam ekosistem Coretax adalah kebijakan pajak bagi pasangan suami-istri. Sesuai Pasal 8 ayat (1) UU Pajak Penghasilan, keluarga pada prinsipnya dipandang sebagai satu kesatuan ekonomi. Oleh karena itu idealnya, satu keluarga hanya memerlukan satu NPWP dengan suami sebagai kepala keluarga.
Kini, dengan NIK sebagai NPWP, integrasi data dengan Disdukcapil membuat pengawasan pajak keluarga menjadi jauh lebih akurat. Selama ini, banyak istri yang tetap mempertahankan NPWP lamanya (warisan sebelum menikah) dan melaporkan SPT Tahunan secara terpisah tanpa menyadari konsekuensi perhitungannya.
Padahal, jika NPWP istri berstatus aktif dan terpisah, ada risiko potensi kurang bayar karena penghasilan neto suami-istri harus digabung terlebih dahulu untuk menghitung PPh terutang dan akan dikalkulasi kembali secara proporsional untuk menentukan PPh terutang masing-masing suami dan istri.
Berbeda ceritanya jika NPWP istri bergabung dengan suami. Jika penghasilan istri hanya berasal dari satu pemberi kerja (dan tidak ada hubungan usaha dengan suami), maka pajak istri bersifat final dan tidak akan menambah beban pajak terutang suami di SPT Tahunan.
Mudahnya Menggabungkan NPWP melalui Coretax
Coretax kini menyediakan fasilitas tersebut tanpa Anda harus datang ke KPP. Cukup ikuti langkah berikut:
- Login ke portal Coretax.
- Pilih menu Portal Saya, lalu masuk ke Perubahan Status.
- Klik Penetapan Wajib Pajak Nonaktif.
- Pilih alasan: “Wajib Pajak orang pribadi Wanita kawin yang sebelumnya aktif (OB, HB, PH, MT) yang kemudian memilih menggabungkan perhitungan pajak dengan suami”.
- Unggah dokumen pendukung (Akta Nikah atau Kartu Keluarga).
- Permohonan ini akan diproses secara elektronik oleh KPP dalam waktu maksimal lima hari kerja.