Alasan Prilly Latuconsina mundur dari Sinemaku Pictures terungkap: Cari ruang kreatif yang lebih jujur

Ratna Purnama
5 Min Read

Pengunduran Diri dari Sinemaku Pictures, Awal Baru bagi Prilly Latuconsina

Aktris ternama Indonesia, Prilly Latuconsina, mengumumkan pengunduran dirinya dari Sinemaku Pictures. Keputusan ini dilakukan baik sebagai pemegang saham maupun sebagai anggota dewan direksi perusahaan tersebut. Langkah ini diambil untuk menemukan ruang kreatif yang lebih jujur dan sesuai dengan visi pribadinya, sekaligus menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya di dunia perfilman.

Pengumuman resmi dibuat melalui akun Instagram pribadi @prillylatuconsina96 pada Senin (19/1/2026). Dalam unggahan tersebut, Prilly menyatakan bahwa ia mundur dari dua posisi sekaligus, yaitu sebagai pemegang saham dan anggota dewan direksi Sinemaku Pictures. “Hari ini, secara resmi aku menyatakan pengunduran diriku dari Sinemaku Pictures, baik sebagai pemegang saham maupun sebagai anggota direksi,” tulisnya.

Keputusan ini menandai fase baru bagi aktris berusia 29 tahun ini. Selama ini, Prilly dikenal tidak hanya sebagai pemain film, tetapi juga aktif terlibat dalam proses kreatif dan manajerial produksi. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para rekan yang selama ini bekerja bersamanya. Ia secara khusus mengapresiasi Umay Shahab dan Yahni Dhamayanti atas kepercayaan serta kolaborasi yang terjalin sejak Sinemaku Pictures berdiri.

“Aku ingin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan kerja sama selama ini kepada Umay Shahab dan Ibu Yahni Dhamayanti,” ungkapnya. Tak lupa, Prilly juga memberikan penghargaan kepada seluruh tim Sinemaku Pictures yang dinilainya telah bekerja keras dan berdedikasi dalam setiap proyek. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada penonton yang telah setia mendukung karya-karya Sinemaku sejak awal kemunculannya di industri film Indonesia.

Alasan Mundur: Mencari Ruang Kreatif yang Lebih Jujur

Prilly menegaskan bahwa keputusannya mundur bukan didorong oleh konflik, melainkan oleh kebutuhan personal untuk menemukan ruang kreatif yang lebih sesuai dengan visi dan idealismenya. Ia mengaku ingin memiliki kebebasan penuh dalam membangun arah dan suara kreatif yang benar-benar merepresentasikan dirinya.

“Keputusan ini lahir dari kebutuhan untuk memiliki ruang di mana aku dapat memikul tanggung jawab sepenuhnya atas visi dan suara kreatif yang ingin aku bangun,” jelas Prilly. Meski demikian, ia memastikan pengunduran diri ini bukanlah akhir dari kiprahnya di dunia perfilman. Sebaliknya, Prilly justru melihat langkah ini sebagai awal dari pencarian bentuk dan cara berkarya yang lebih jujur serta bermakna.

“Pengunduran diri ini bukanlah akhir. Aku akan terus berkarya dan melanjutkan cerita-cerita yang ingin aku perjuangkan, dengan cara dan ruang yang baru,” tutupnya. Prilly menegaskan langkah ini bukanlah sebuah akhir dari perjalanannya di industri film. Wanita berdarah Ambon-Sunda ini menyatakan akan terus berkarya dengan cara yang baru.

“Pengunduran diri ini bukanlah akhir, justru sedang mencari bentuk dan ruang yang lebih jujur denganku. Aku akan terus berkarya, melanjutkan cerita-cerita yang ingin aku perjuangkan, di ruang dan cara baru yang lebih baik.”

Perjalanan Panjang Bersama Karakter Risa Saraswati

Di luar kabar pengunduran dirinya, Prilly juga dikenal luas lewat perannya sebagai Risa Saraswati dalam waralaba film horor Danur. Peran tersebut telah melekat pada dirinya selama hampir satu dekade dan memberikan pengalaman emosional yang mendalam. Prilly mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam film Danur, termasuk Danur 4: The Last Chapter, telah mengubah cara pandangnya terhadap karakter horor, bahkan terhadap sosok hantu yang kerap digambarkan menyeramkan.

“Sepuluh tahun jadi karakter Risa yang menempel di saya, itu bikin saya menganggap hantu itu baik,” ujar Prilly sambil tertawa dalam sebuah kesempatan di Jakarta. Menurutnya, membaca skenario Danur sejak film pertama membuat ia belajar melihat setiap karakter, termasuk yang jahat, sebagai sosok dengan latar belakang cerita masing-masing.

Nilai Empati yang Terbawa ke Kehidupan Pribadi

Prilly mengaku, pengalaman memerankan Risa Saraswati membuatnya lebih berempati, tidak hanya kepada sesama manusia, tetapi juga terhadap karakter di luar dimensi manusia yang ia perankan di layar lebar. Ia percaya bahwa setiap makhluk, di dunia mana pun, memiliki kisah yang membentuk perilakunya. Pandangan tersebut bahkan terbawa hingga ke kehidupan pribadinya.

“Setiap kehidupan itu punya cerita masing-masing, mau di dimensi ini atau dimensi yang lain,” ujarnya. Sebagai satu-satunya film horor yang pernah dibintanginya, Danur menjadi karya yang meninggalkan jejak paling dalam bagi Prilly. Nilai empati yang ia rasakan selama memerankan Risa disebutnya sebagai salah satu pelajaran terbesar dalam perjalanan kariernya.

Dengan mundurnya Prilly dari Sinemaku Pictures, publik kini menantikan langkah selanjutnya dari sang aktris. Banyak yang berharap, babak baru ini akan melahirkan karya-karya segar yang semakin memperkaya industri film Indonesia.

Share This Article
Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *