Artemis II Berangkat, Bawa Manusia Kembali ke Bulan

Amanda Almeirah
4 Min Read

Misi Artemis II: Langkah Besar untuk Kehadiran Manusia di Bulan

Misi Artemis II sedang berlangsung, menjadi perjalanan yang penuh makna bagi eksplorasi luar angkasa. Empat astronaut dari program NASA akan melakukan perjalanan mengelilingi Bulan, sebuah langkah penting dalam upaya membangun kehadiran jangka panjang di permukaan bulan. Misi ini merupakan bagian dari program ambisius NASA yang bertujuan untuk menjelajahi dan memahami lebih dalam tentang Bulan serta sebagai persiapan menuju misi ke Mars.

Roket yang digunakan dalam misi ini, Space Launch System (SLS), lepas landas dari Pusat Antariksa Kennedy NASA di Florida pada malam hari, Rabu (01/04). Roket setinggi 32 lantai itu membawa empat astronot dalam misi yang akan menjadi pengalaman tak terlupakan. Puluhan ribu orang berkumpul di sekitar pantai Cocoa Beach Pier dan area sekitarnya, menyaksikan roket meluncur ke langit. Peristiwa ini mengingatkan masyarakat akan momen-momen besar seperti misi Apollo di tahun 1960-an dan 1970-an.

Tujuan Misi Artemis II

Misi Artemis II memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, para astronaut akan menguji pesawat luar angkasa Orion, yang dirancang untuk mengangkut astronot ke Bulan dan kembali ke Bumi. Selain itu, mereka juga akan menggunakan roket SLS, yang merupakan roket terkuat yang pernah dibuat oleh NASA. Misi ini merupakan langkah kedua dalam program Artemis, setelah Artemis I yang sukses mengirim Orion tanpa awak ke orbit Bulan pada tahun 2022.

Melalui program ini, NASA berharap dapat melakukan misi yang semakin kompleks, dengan tujuan menjelajahi Bulan untuk penemuan ilmiah maupun sebagai dasar untuk misi berawak pertama ke Mars. Target utama NASA adalah mendaratkan manusia di dekat kutub selatan Bulan pada tahun 2028. Jika semua berjalan sesuai rencana, komunitas ilmiah percaya bahwa misi berawak ke Mars bisa dilakukan pada 2030-an atau 2040-an.

Tim Astronaut dan Teknologi Pendukung

Tim astronaut yang terlibat dalam misi Artemis II terdiri dari tiga orang Amerika Serikat dan satu orang Kanada. Mereka adalah Christina Koch, Victor Glover, Reid Wiseman, serta Jeremy Hansen. Para astronot ini tiba di Florida dari Houston setelah menjalani karantina selama dua minggu menjelang peluncuran. Dalam penerbangan uji coba ini, mereka akan mengambil alih kontrol Orion dan menerbangkannya secara manual pada beberapa bagian perjalanan.

NASA tidak bekerja sendirian dalam proyek ini. Roket SLS dan kapsul Orion dirancang oleh NASA, sementara perusahaan swasta seperti SpaceX dan Blue Origin turut berkontribusi dalam misi pendaratan bulan Artemis berikutnya.

Peran Eropa dalam Misi Artemis II

Salah satu komponen penting dari pesawat Orion adalah European Service Module (ESM), yang dibuat oleh Airbus di Bremen, Jerman, untuk Badan Antariksa Eropa (ESA). ESM berfungsi sebagai “mesin utama” dalam misi-misi bulan Artemis. Modul ini menyediakan tenaga pendorong, daya listrik, pengaturan suhu, air, dan oksigen. ESM menggunakan 33 mesin, termasuk satu mesin manuver orbit dari pesawat ulang-alik yang telah dipensiunkan.

Durasi dan Tujuan Utama Misi

Misi Artemis II direncanakan berlangsung selama 10 hari. Perjalanan ini akan menjadi perjalanan terjauh yang pernah ditempuh manusia di luar angkasa, dengan jarak tempuh sekitar 252.000 mil (406.000 km). Selain itu, NASA juga ingin tetap menjadi pemimpin dalam eksplorasi luar angkasa, mengingat Tiongkok juga merencanakan misi mendaratkan astronot di Bulan pada akhir tahun 2030.

Apakah Astronaut Akan Mendarat di Bulan?

Meski misi ini sangat penting, astronot tidak akan mendarat di Bulan kali ini. Namun, mereka akan menguji sistem pendukung kehidupan penting di kapsul Orion, antarmuka untuk kru, serta sistem komunikasi. Misi Artemis II menjadi langkah awal dari rencana NASA untuk membangun pangkalan permanen di Bulan, yang akan menjadi dasar untuk eksplorasi lebih lanjut.

Share This Article
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *