Balas Klarifikasi Niko Al Hakim, Rachel Vennya Bongkar Caci Maki Pacar Okin, Nanda Zhafira Di Chat

Rizal Hartanto
4 Min Read

Perkembangan Terbaru dalam Perseteruan Rachel Vennya dan Niko Al Hakim

Perseteruan antara selebgram Rachel Vennya dan mantan suaminya, Niko Al Hakim atau dikenal sebagai Okin, kian memanas. Isu penjualan rumah yang disebut-sebut diperuntukkan bagi anak mereka menjadi sorotan utama. Dalam pernyataannya, Okin memberikan klarifikasi terkait polemik tersebut.

Okin menegaskan bahwa rumah yang menjadi sumber perselisihan dibeli saat ia dan Rachel masih berstatus suami istri. Ia menjelaskan bahwa rumah itu dimaksudkan sebagai aset untuk anak pertama mereka. “Rumah itu dibeli di momen sebelum anak pertama gue lahir dengan harapan rumah tersebut menjadi awal baik bagi keluarga kecil gue, dan anak-anak bisa tumbuh kembang dengan baik di dalam rumah itu,” ujarnya.

Namun, klarifikasi ini justru memicu reaksi keras dari Rachel. Ia membongkar rahasia lain dari mantan suaminya, termasuk dugaan Okin menggadaikan mobil yang diberikan untuk Rachel hingga tidak memberikan nafkah anak sesuai perjanjian. Rachel juga menyebut soal pacar baru Okin, Nanda, yang memaki-makinya.

Rachel Vennya tidak hanya merespons klarifikasi Okin, tetapi juga mengungkap beberapa hal yang selama ini ia tutupi. Menurutnya, Okin tidak memenuhi kesepakatan yang telah dibuat. Ia menyampaikan bahwa ia sudah terbiasa membiayai semua kebutuhan anak-anaknya tanpa bantuan Okin. “Baik bgt ya aku awalnya kasih rumah itu yg dimana kita beli berdua? Yg katanya buat abang biru? Gono gini ga dapet aset apa2, dikasih alphard ternyata bpkb di gadein, dikasih tanah bali tp itu green zone, Tp nafkah dikasih ga sesuai perjanjian. Skrg rumah yg ktanya buat abang mau dijual yaudah jual Niko. Kamu ga mau post screenshot chat kamu? Chat cewe kamu ke aku maki2 aku? Tp yaudah 🙂 skrg minta balik tanah bali yg gatau di mana suratnya dan ga bs dijual juga, uang sekolah aku yg bayar, minjemin buat kamu uang berkali2. Aku ikhlas ga dpt apa2 cerai dr kamu. Nanti biar pengacara aku yg bicara ya, aku udah capek. Aku ga perlu itu rumah, ambil niko. Tapi balikin hutang kamu, bisa?” tulis Rachel.

Dalam perjanjiannya dengan Rachel, Okin sepakat bahwa nafkah anaknya akan dialihkan untuk menyicil KPR rumah. Jika rumah itu sudah lunas, Okin berjanji akan kembali menafkahi anak-anaknya. Namun, ia menyatakan bahwa rencana tersebut tidak tereksekusi dengan baik. “Win win solution yang ybs berikan untuk menukar rumah, bukan sebagai alasan gue untuk tidak menafkahi anak-anak lagi. Karena nominal KPR yang harus dibayarkan untuk rumah tersebut sama dengan nominal nafkah. Jadi gue alokasikan uang nafkah dgn membayarkan KPR. Setelah KPR selesai, gue akan melanjutkan kembali kewajiban gue untuk nafkah. Begitu rencana yang sudah disusun, tapi ternyata semakin ke sini plan tsb tidak tereksekusi dengan baik,” ujar Okin.

Okin juga meminta maaf kepada dua anaknya dengan Rachel atas polemik yang terjadi. Ia menyayangkan aksi Rachel yang membuka permasalahan keluarganya ke media sosial. “Sekali lagi gue tegaskan, karena deal-dealan secara verbal ini akhirnya tidak berjalan dengan baik maka (sesuai dengan perbincangan dengan ybs pada selasa lalu) terkait deal-dealan verbal ini, akan dikembalikan kepada hakekatnya. Yaitu rumah yang atas perjanjian kesepakatan bersama setelah cerai, adalah milik gue. Serta uang mut’ah dan nafkah anak-anak yang sudah terkonversi menjadi rumah tsb akan dibayarkan sesuai dengan yang seharusnya,” imbuhnya.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa konflik antara Rachel dan Okin belum menemui titik temu. Keduanya masih saling memberikan pernyataan yang memperlihatkan ketegangan dan ketidakpuasan terhadap kesepakatan yang telah dibuat. Mereka tampaknya masih memiliki banyak hal yang perlu diselesaikan sebelum situasi ini dapat reda.

Share This Article
Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *