Pernyataan Cindy Rizap dan Keluarga Terkait Isu Perselingkuhan
Cindy Rizap akhirnya angkat bicara terkait isu perselingkuhan yang menimpa dirinya. Dalam pernyataannya, ia membantah keterlibatannya dalam keretakan rumah tangga Maissy. Menurut kuasa hukumnya, Bashar, Cindy saat ini fokus pada tanggung jawab profesional sebagai dokter muda (koas) sekaligus aktivitasnya sebagai pembuat konten di media sosial.
“Terlebih ini bulan Ramadan, klien kami fokus menjalankan ibadah puasa dan memanfaatkan bulan ini sebagai bulan berkah,” kata Bashar, dikutip Sabtu (14/3/2026).
Menurut Bashar, pertemuan Cindy dengan Riky Febriansyah Saleh terjadi secara tidak sengaja di sebuah rumah sakit tempat keduanya bekerja. Riky bertugas sebagai dokter spesialis ortopedi, sementara Cindy tengah menjalani masa praktiknya sebagai dokter muda.
Dalam proses perkenalan itu, Cindy mengklaim adanya ketidakjujuran dari pihak Riky mengenai status pernikahannya. Pernyataan ini sekaligus menjawab berbagai spekulasi publik yang berkembang di media sosial terkait hubungan keduanya.
Cindy menegaskan bahwa hubungannya dengan Riky sama sekali bukan sebagai pihak ketiga dalam rumah tangga siapapun. Ia juga menyatakan bahwa ia tidak mengetahui bahwa Riky telah memiliki keluarga.
Klarifikasi dari Kuasa Hukum dan Keluarga
Bashar menjelaskan bahwa saat itu Cindy sedang menjalani masa koas. Ia tidak mengetahui bahwa Riky telah memiliki keluarga, sang dokter mengaku kepada Cindy tidak memiliki istri. Oleh karena itu, Bashar meminta agar publik menahan diri dari spekulasi yang belum terbukti kebenarannya, terutama di bulan suci Ramadan.
Ia juga membantah keras kabar yang menyebutkan bahwa gaya hidup atau biaya keseharian Cindy ditanggung oleh Riky Febriansyah. Aksi bantah juga diambil oleh ibunda Cindy Rizap, Ayu Atika.
Melalui pernyataan di media sosial, Ayu menegaskan bahwa putrinya tidak seperti yang dituduhkan oleh warganet.
Penjelasan Ibu Cindy Rizap
Ayu menyatakan kekecewaannya karena Cindy dicap sebagai pelakor, padahal menurutnya, sang putri justru menjadi korban penipuan identitas. “Semua yang di berita itu tidak benar bahwa anak saya jadi pelakor. Itu suami dia yang menipu anak saya lagi koas, dia mengaku nggak ada istri,” tulis Ayu Atika di Threads @kartika_atik1.
Menurut Ayu, hubungan komunikasi yang terjadi memang tidak terhindarkan karena mereka bekerja di lingkungan rumah sakit yang sama. Namun, ia menekankan bahwa perkenalan tersebut berlangsung sangat singkat, yakni baru berjalan selama tiga bulan.
Ayu menduga Riky secara agresif mendekati banyak wanita, dan putrinya menjadi pihak yang dirugikan dalam situasi ini. “Si dokter udah biasa dengan cewek lain, kebetulan anak saya kena apes ditipu,” tulis Ayu.

Latar Belakang Cindy Rizap
Selain membantah isu perselingkuhan, pihak keluarga mempertegas kemandirian finansial Cindy Rizap. Sebelum dikenal sebagai selebgram dan pengusaha, Cindy Rizap merupakan sosok yang memiliki latar belakang prestasi mentereng. Ia adalah Sarjana Kedokteran dari Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA). Ia juga mantan atlet karate nasional yang pernah menjuarai Kejuaraan Nasional Karate pada 2015 serta mewakili Indonesia dalam Kejuaraan Asia Pasifik 2017.
Kritik terhadap Proses Studi Dokter
Masa pendidikan dokter yang seharusnya penuh perjuangan diduga dilewati Cindy dengan cara instan. Berdasarkan kesaksian teman seangkatannya, Cindy disebut sangat jarang mengikuti jadwal jaga malam. Ia lebih memilih membayar orang lain untuk menggantikan tugasnya di rumah sakit.
“Aku seangkatan kak ama cindy rizap, dah terkenal juga faktanya dia kalo koas ga pernah jaga malam karna slalu bayar orang,” kata orang tersebut. Teman seangkatan tersebut juga membeberkan bahwa Cindy sering kelimpungan saat berhadapan langsung dengan dokter konsulen. Karena jarang mengikuti praktik langsung, ia sering tidak bisa menjawab pertanyaan medis yang bersifat dasar.
Perjalanan studinya pun dikabarkan tidak semulus yang terlihat di mata publik. Cindy disebut sempat telat lulus saat masa preklinik karena harus mengulang selama dua semester akibat ada blok mata kuliah yang tidak lulus. Meski melakukan pelanggaran etika koas, pihak kampus disebut sulit mengambil tindakan tegas. Hal ini diduga karena adanya faktor privilege dari latar belakang keluarga Cindy.