Ciri-ciri Jasad Korban Jatuhnya Pesawat ATR, Wanita dengan Baju Tak Seragam Penerbangan

Wahyudi
6 Min Read

Penemuan Jenazah Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 di Lereng Gunung Bulusaraung

Sebuah penemuan penting terjadi dalam operasi pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Jenazah korban kedua ditemukan pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 14.00 Wita di area lereng gunung yang tidak jauh dari titik jatuh pesawat.

Jenazah tersebut berjenis kelamin perempuan dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Ia mengenakan pakaian non uniform, yaitu celana jeans dan sepatu kets berwarna hitam. Bagian atas tubuhnya diduga bukan seragam penerbangan.

Penemuan ini dilakukan oleh Saiful Malik, salah satu saksi kunci dalam proses pencarian. Saiful menceritakan bahwa awal mula penemuan terjadi saat dirinya mencari jalur aman menuju lokasi penyelamatan. Dalam perjalanan, ia menyisir area di sekitar bagian kepala pesawat yang telah lebih dulu ditemukan, lalu bergerak ke arah kanan lereng gunung.

Saat menyusuri area tersebut, Saiful melihat sejumlah tanda yang mencurigakan, seperti bekas tumbangnya pepohonan dan batuan yang pecah. Temuan itu membuatnya menduga adanya objek lain di sekitar lokasi tersebut. “Waktu itu saya menyesir ke kanan dan melihat bekas-bekas pohon serta batu yang pecah. Dari situ saya identifikasi kemungkinan ada sesuatu di area tersebut,” katanya.

Setelah melanjutkan penyisiran di lereng sebelah kanan, Saiful akhirnya menemukan sesosok korban sekitar pukul 14.00 Wita lebih. Meski demikian, ia tidak langsung mendekat ke lokasi penemuan. Saiful memilih untuk menunggu kedatangan personel Basarnas serta tim SAR gabungan lainnya guna memastikan proses evakuasi dilakukan sesuai prosedur keselamatan.

Langkah tersebut diambil mengingat kondisi medan yang cukup terjal dan berisiko. “Identifikasi awal korban perempuan. Saya belum berani mendekat, menunggu teman-teman dulu. Setelah Basarnas dan tim lain datang, kita pastikan korban perempuan dan masih ditemukan name tagnya,” ungkapnya.

Korban ditemukan dalam posisi tengkurap di lereng gunung. Setelah proses penemuan, ia menunggu kedatangan kantong jenazah sebelum melakukan pengemasan dan mobilisasi korban menuju jalur utama evakuasi. Proses tersebut memakan waktu cukup lama mengingat kondisi medan yang ekstrem.

“Untuk evakuasi sudah dilakukan briefing teknis. Mekanismenya menggunakan tali dari puncak ke lokasi, namun untuk penurunan dari puncak ke titik evakuasi masih kita atur secara teknis,” jelasnya. Olehnya, korban saat ini telah dibungkus dan digantung sekitar 25 meter dari jarak ditemukan dan akan kembali dievakuasi besok pagi.

Dedikasi Tim SAR di Dasar Jurang

Di tengah kegelapan hutan dan dinginnya lereng Gunung Bulusaraung, sepuluh personel Tim SAR gabungan harus menunjukkan dedikasi luar biasa. Pada Minggu malam (18/1/2026), mereka terpaksa mendirikan kamp darurat di bibir jurang sedalam 200 meter demi menjaga satu jenazah yang diduga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Medan yang ekstrem dan cuaca buruk membuat proses evakuasi pada malam hari menjadi mustahil dilakukan. Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa tim di lapangan telah berupaya maksimal, namun alam berkata lain. “Tadi sudah menemukan satu korban. Namun kami sampai saat ini belum bisa mengevakuasi korban karena terkendala dari kondisi cuaca,” kata Andi Sultan saat ditemui di pos AJU Desa Tompobulu.

Keputusan untuk menginap di lokasi temuan diambil setelah koordinasi intensif. “Namun kita tadi sudah melakukan koordinasi dengan anggota di bawah bersama korban, memutuskan untuk malam ini camp,” lanjutnya. Rencananya, jika cuaca mendukung, proses evakuasi akan dilanjutkan pada Senin (19/1/2026) pagi menggunakan helikopter.

Temuan Barang Berharga dan Misteri Kotak Hitam

Saksi mata yang turut dalam pencarian, Arman (38), warga setempat, menceritakan detik-detik penemuan korban. Ia bersama dua rekan lainnya berangkat sejak pagi buta dan berhasil menjangkau titik jatuh sekitar pukul 14.00 Wita. “Posisinya tengkurap, laki-laki, masih utuh tapi pakaiannya sudah tidak ada saya lihat,” kata Arman sambil menunjukkan bukti foto di lokasi.

Di sekitar jenazah yang ditemukan dalam jurang sedalam 200 meter tersebut, ditemukan pula barang-barang pribadi yang menjadi petunjuk identitas korban. “Ada KTP, pasport, ATM ada sekitar tiga. Ada hape juga tapi sudah hancur,” ungkap pria berjaket merah hitam itu.

Selain temuan jenazah, Tim SAR juga menemukan sebuah objek yang diduga kuat sebagai bagian krusial pesawat. Sebuah kotak hitam seukuran laptop ditemukan di lereng gunung. Meski demikian, pihak berwenang masih berhati-hati dalam memberikan pernyataan resmi.

Operasi Udara Jadi Harapan Terakhir

Hingga berita ini diturunkan, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko mengonfirmasi bahwa medan di sisi utara puncak Gunung Bulusaraung memerlukan upaya ekstra. “Melalui komunikasi radio bahwa sudah ditemukan satu korban. Sekarang kita sedang berupaya mengevakuasi ke posko AJU Tompobulu,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa lokasi penemuan jenazah berada di area yang cukup terpencil dari titik serpihan utama. Tercatat masih ada sembilan orang lainnya yang dalam status pencarian. Seluruh tim kini bersiap untuk operasi besar-besaran esok pagi, berharap kabut Bulusaraung segera menyibak dan memberikan jalan bagi helikopter evakuasi.

Share This Article
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *