Kebijakan Pemerintah Kota Palangka Raya Membuka Peluang bagi UMKM Lokal
Di tengah tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Palangka Raya, sejumlah warga mulai merasakan perubahan positif. Dalam satu tahun kepemimpinan Wali Kota Fairid Naparin bersama Wakil Wali Kota Achmad Zaini, arah kebijakan pemerintah kota mulai memberikan ruang bagi produk lokal untuk naik kelas.
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan dampak positif dari kebijakan tersebut adalah Heni Wiji Astuti (58), pengelola usaha Berkat Uhat Kayu. Usaha ini memproduksi berbagai produk herbal dan makanan kemasan khas Kalimantan Tengah. Menurut Heni, selama setahun terakhir, kebijakan di bidang pemasaran mulai berdampak nyata pada pelaku UMKM yang telah melengkapi perizinan dan menyiapkan produk sesuai standar.
“Alhamdulillah, untuk kami pelaku UMKM sudah mulai terasa. Terutama di bidang pemasaran, karena sekarang ada kebijakan yang membuka kesempatan UMKM untuk bisa bersaing dan masuk ke pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Menurut Heni, tantangan utama yang dihadapi pelaku UMKM tidak hanya terletak pada proses produksi, tetapi juga pada akses pemasaran. Banyak produk lokal yang sebenarnya siap bersaing, namun masih kesulitan dalam mengakses pasar yang memadai.
“Produk UMKM itu sebenarnya banyak yang sudah bagus. Tapi yang paling berat memang di marketing. Kalau pemasarannya terbuka, UMKM bisa jalan,” katanya.
Dengan adanya peluang pemasaran yang lebih luas, Heni menyebut bahwa pelaku UMKM terdorong untuk terus berbenah. Mulai dari perbaikan kemasan, kelengkapan perizinan, hingga menjaga kualitas produk agar bisa diterima pasar.
“Kalau ada peluang pasar, kami jadi lebih semangat untuk memperbaiki produk, baik dari kemasan maupun kualitasnya,” ujarnya.
Heni juga menyebut bahwa saat ini sejumlah produk UMKM warga Palangka Raya sudah mulai dipasarkan melalui Lentera Kalteng, sebuah wadah yang menaungi beberapa brand UMKM lokal. Produk-produk tersebut kini mulai dipajang di retail modern seperti Duta Mall Palangka Raya dan Hypermart. Ini menjadi bukti bahwa UMKM sebenarnya bisa bersaing.
Tidak hanya itu, Heni juga mengungkapkan rencana perluasan pemasaran ke luar daerah. Ia menyebut bahwa pada April mendatang, sejumlah produk UMKM Palangka Raya ditargetkan mulai masuk ke Duta Mall Banjarmasin.
“Kami sudah mulai persiapan untuk masuk ke pasar luar daerah. Harapannya, produk UMKM dari Palangka Raya bisa dikenal lebih luas,” katanya.
Meski demikian, Heni berharap dukungan pemerintah kota ke depan tidak berhenti pada pembukaan akses pasar semata, tetapi dilakukan secara berkelanjutan dan benar-benar menyentuh kebutuhan pelaku UMKM. Salah satu harapannya adalah adanya kegiatan promosi rutin yang difasilitasi langsung oleh pemerintah, misalnya pameran yang digelar secara berkala di lokasi-lokasi strategis.
“Kalau bisa ada pameran rutin, misalnya sebulan sekali, itu sangat membantu UMKM. Terutama untuk produk kuliner dan produk kemasan,” katanya.
Ia juga mengusulkan agar produk UMKM dilibatkan dalam berbagai kegiatan pemerintahan, sehingga produk lokal bisa lebih dekat dengan masyarakat.
“Misalnya saat ada kegiatan di kantor-kantor atau acara tertentu, produk UMKM bisa dipajang dan dijual. Itu sederhana, tapi dampaknya besar untuk pemasaran,” ujarnya.
Bagi Heni, dukungan pemasaran bukan hanya soal menjual produk, tetapi juga bentuk keberpihakan kebijakan agar UMKM lokal benar-benar bisa tumbuh dan bersaing.
“Kalau dukungannya jelas dan berkelanjutan, kami yakin UMKM Palangka Raya bisa benar-benar naik kelas,” pungkasnya.