Kepala Sekolah Perlu Meningkatkan Kemampuan Komunikasi
Kepala sekolah diharapkan untuk memperkuat kemampuan komunikasinya agar dapat sukses dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, mereka juga harus konsisten menjadi role model dalam memimpin. Hal ini disampaikan oleh Dr Aqua Dwipayana, seorang pakar komunikasi dan motivator nasional, saat berbagi ilmu tentang komunikasi dan motivasi dengan seluruh kepala sekolah menengah pertama negeri (SMPN) se-Kabupaten Sleman di SMPN 2 Ngaglik Kabupaten Sleman pada Rabu siang (28/1/2026). Acara tersebut dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Mustadi.
Dr Aqua Dwipayana hadir secara mendadak setelah Mustadi menghubunginya pada pagi hari. Ia memberitahu bahwa semua kepala SMPN Kabupaten Sleman akan menghadiri pertemuan dan mengundang pembicara ternama tersebut. Tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini, Dr Aqua Dwipayana langsung menyatakan kesiapannya untuk hadir dan berbagi ilmu kepada para kepala sekolah.
Pada acara tersebut, Dr Aqua Dwipayana memberikan materi tentang pentingnya komunikasi yang lancar. Menurutnya, salah satu kunci mewujudkan keteladanan adalah melalui komunikasi yang baik dengan semua pihak terkait, termasuk guru, pegawai, dan siswa. Ia menekankan bahwa komunikasi tidak boleh bersifat diskriminatif atau memilih-milih orang yang diajak berkomunikasi, karena hal ini bisa menimbulkan masalah baru dan kontraproduktif.
Konsep REACH Plus AC
Untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, Dr Aqua Dwipayana memperkenalkan konsep REACH plus AC. Konsep ini mencakup lima elemen utama:
- Respect – Menghormati setiap orang, baik di internal maupun eksternal. Dengan menghormati, umpan balik yang diperoleh akan lebih positif.
- Empathy – Menempatkan diri di posisi orang lain. Ini membantu menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
- Audible – Menyampaikan pesan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh semua pihak, terlepas dari latar belakang pendidikan mereka.
- Clarity – Menggunakan kalimat terbuka dan sederhana agar pesan dapat dimengerti dengan baik.
- Humble – Bersikap rendah hati dan tidak sombong. Prestasi yang dicapai adalah hasil kerja sama, bukan hanya dari diri sendiri.
Selain itu, konsep REACH perlu dilengkapi dengan dua elemen tambahan:
- Action – Tindakan nyata yang diimplementasikan, bukan sekadar teori.
- Consistency – Konsistensi dalam pelaksanaan tindakan agar menjadi kebiasaan sehari-hari.
Menjadi Role Model
Dr Aqua Dwipayana menegaskan bahwa kepala sekolah harus menjadi teladan. Ucapan dan perbuatannya harus sejalan sehingga dapat diikuti oleh guru, pegawai, dan siswa. Ia menyarankan para kepala sekolah untuk memiliki niat baik dan tujuan yang positif dalam memimpin sekolah. Dengan niat yang baik, mereka bisa menjadi contoh yang baik bagi lingkungan sekitarnya.
Transparansi Keuangan
Salah satu isu yang sering muncul di sekolah adalah transparansi keuangan. Dr Aqua Dwipayana menekankan bahwa kepala sekolah harus bersikap transparan dalam pengelolaan keuangan. Hal ini bertujuan untuk menghindari fitnah dan ketidakpuasan dari pihak lain. Ia menyarankan agar kepala sekolah menjelaskan secara terbuka kepada guru dan pegawai, serta menjawab pertanyaan dengan sabar dan jelas.
Ia juga menekankan pentingnya menghargai narasumber dan atasan. Para kepala sekolah sebaiknya fokus menyimak saat ada narasumber yang berbicara, bukan hanya asyik berdiskusi dengan teman sebelah. Hal ini merupakan bentuk penghargaan terhadap orang lain.
Penghargaan Terhadap Narasumber
Di awal presentasi, Dr Aqua Dwipayana menyoroti beberapa guru yang tidak menyimak arahan dari Mustadi. Ia mengingatkan bahwa para kepala sekolah seharusnya menghargai atasan mereka dengan menyimak semua yang disampaikan. Dengan demikian, mereka dapat menyerap informasi penting yang berguna bagi sekolah.