Perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026 dan Pentingnya Khutbah dalam Ibadah Salat Id
Salat Idul Fitri atau salat Id merupakan salah satu ibadah yang disunnahkan bagi umat Islam dalam merayakan hari raya ini. Tidak hanya dilaksanakan di masjid, salat Id juga sering digelar di lapangan terbuka. Dalam pelaksanaannya, khutbah memainkan peran penting sebagai penutup rangkaian ibadah.
Jemaah sangat dianjurkan untuk mendengarkan khutbah hingga akhir meskipun hukumnya adalah sunnah. Naskah khutbah Idul Fitri biasanya berisi pesan-pesan kebaikan serta nasihat spiritual untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa umat Muslim.
Judul Khutbah: Kemenangan Idul Fitri Menyemai Kebaikan dan Keberkahan
اَلْسَلَامُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَبَـــــرَكَاتُهُ.
اللهُ أَكْبَرْ
9
اللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرَا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرَا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً . اَلْحـَمْدُ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ , وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْوَعْدِ الأَمِيْن. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ , وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن. اَمَّا بَعْدُ, اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى فَقَدْ فَازَ المـــُتَّقُون قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي القُرْآنِ الكَرِيْم , اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَان الرَّجِيْم : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
ALLAHU AKBAR 3 X…. WALILLAHIL HAMD
Pada hari ini kita ucapkan selamat tinggal bulan Romadhan, tidak ada lagi yang dapat kita harapkan kecuali Romadhan tahun yang akan datang, jika kita masih diberi kesempatan untuk hidup di muka bumi yang fanah ini. Jika tidak, Romadhan yang telah dilewati adalah Romadhan terakhir bagi kita.
Pada hari kemenangan ini, tidak ada kata yang lebih indah, suci dan mulia yang patut kita ucapkan kecuali:
– “TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM”
– “BARAKALLAHU FIIKUM”
Semoga Allah menerima amalku dan amalmu, semoga Allah memberkahi kepada kalian.
ALLAHU AKBAR 3 X…. WALILLAHIL HAMD
Dengan berakhirnya bulan Romadhan yang suci dan mulia ini, bukan berarti selesailah tugas dan kewajiban kita baik terhadap Allah maupun terhadap sesama manusia, namun masih terhampar tugas dan kewajiban kita yang harus kita lakukan.
Kemenangan Idul Fitri dengan harapan selalu menyemai kebaikan serta keberkahan, hal ini dapat diwujudkan dengan tiga cara sebagai berikut:
Pertama: Puasa Romadhan dengan benar sesuai dengan tuntunan yang telah digariskan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Apabila puasa Romadhan telah kita lakukan sesuai dengan tuntunan maka Allah akan mengampuni dosa-dosa kita sesuai dengan sabda rasulullah:
“Barang siapa puasa Romadhan karena iman dan penuh perhitungan maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari)
Kedua: Membayar zakat fitrah.
Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi kaum muslimin di akhir Romadhan dan juga berfungsi untuk membersihkan orang-orang yang berpuasa dari segala hal yang dapat merusak amalan Romadhan, serta dapat membantu para fakir-miskin. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW.
“Dari Ibnu Abbas ia berkata: Rasulullah SAW. telah mewajibkan zakat fitrah untuk membersihkan bagi orang yang berpuasa dari pebuatan yang sia-sia dan perkataan yang kotor, dan untuk memberi makan fakir-miskin dan barang siapa melaksanakannya sebelum shalat Idul Fitri maka itulah zakat yang diterima, dan barang siapa yang menunaikannya setelah shalat Idul Fitri maka merupakan shaqah biasa.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)
ALLAHU AKBAR 3 X…. WALILLAHIL HAMD
Hadhirin jemaah Idul Fitri Rahimakumullah.
Setelah menunaikan puasa dan zakat fitrah sesuai dengan tuntunan yang telah ditetapkan, maka berarti kita sudah memenuhi sebagian persyaratan untuk menyemai kebaikan serta keberkahan.
Ketiga: Saling maaf-memaafkan.
Setelah berakhir puasa Romadhan dan ditutup dengan zakat fitrah maka insya’Allah semua dosa kita dapat diampuni oleh Allah, sehingga kita kembali bersih laksana bayi yang baru lahir dan kertas yang belum kena tinta. Tetapi dosa terhadap sesama manusia Allah tidak akan mengampuni sebelum diantara keduanya saling maaf-memaafkan.
Siapa yang Harus Dimaafkan?
-
Kepada suami-Istri
Setelah berakhir bulan Ramadhan tidak menutup kemungkinan banyak kesalahan antara suami-istri, maka tidak ada jalan lain kecuali kita saling maaf memaafkan, atas semua kesalahan yang pernah kita lakukan, baik disengaja maupun tidak sengaja. -
Kepada kedua ibu bapak
Mari kita sambut kedua tangan ibu-bapak kita, seraya kita bersimpuh dihadapannya mohon maaf lahir dan bathin atas semua kesalahan yang pernah kita lakukan selama ini terhadap orang tua kita. Jangan kita berbangga dengan kehebatan dan kesuksesan kita, karena kesuksesan kita tidak lepas dari doa dan ridho kedua orang tua kita. Ingatlah dari mana kita dilahirkan dan dibesarkan. Kehidupan kita tidak akan pernah mendapat ridho dari Allah jika gerak dan langkah kita tidak diridhoi oleh orang tua kita. Karena ridha Allah tergantung kepada ridha kedua ibu-bapak kita. -
Kepada sesama di mana kita berada
Mari kita setelah berakhir Romadhan ini, kita saling maaf memaafkan, mari kita hilangkan rasa dendam diantara kita, kita tinggalkan lembaran lama mari kita buka lembaran baru, insya’Allah hari kemenangan dapat kita raih dan keberkahan dapat kita rasakan, sehingga kita kembali suci bagaikan bayi yang baru lahir dan kertas yang belum kena tinta.
ALLAHU AKBAR 3 X…. WALILLAHIL HAMD
Jemaah Idul Fitri Rahimakumullah.
Kita menginginkan hari kemenangan ini tidak hanya dirayakan oleh orang-orang kaya saja, akan tetapi orang-orang fakir-miskin juga merasakan nikmatnya hari kemenangan ini, sebagai mana yang kita rasakan pada saat ini. Oleh karena itu mari kita luruskan pandangan kita terhadap para fakir-miskin dan anak terlantar, mereka semua mengharapkan uluran tangan dari kita, jangan biarkan mereka terombang-ambing dalam kesedihan yang hanya ditemani tetesan air mata, mengharapkan bantuan dari kita semua.
ALLAHU AKBAR 3 X…. WALILLAHIL HAMD
Hadirin Jemaah Idul Fitri Rahimakumullah. Tiada untaian kata dan doa melainkan semoga Allah diakhir Romadhan ini dapat mengangkat derajat kita yang setinggi-tingginya dihadapan Allah. Dan menjadikan kita orang yang menang, kemenagan yang penuh keberkahan dan kembali fitrah dan selamat baik didunia maupun diakhirat. Semoga khutbah Idul Fitri ini akan menggugah hati kita semua dan pada akhirnya dapat bermanfaat hendaknya amiiiiin ya Rabbal alamin.
Doa
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
Allahumma ya-Allah ya-rabbalal’alamin.
Pada pagi ini kami seluruh kaum muslimin dan muslimat menyampaikan puji dan syukur kehadirat-Mu ya Allah, karena atas rahmat dan ridho-Mu, pada pagi hari ini kami segenap jemaah shalat idul fitri dapat berkumpul di tempat yang sangat mulia ini dalam rangka melaksanakan shalat berjemaah idul fitri. Kiranya Engkau dapat menerima kehadiran kami pada pagi hari ini dengan sifat-Mu yang maha pengasih lagi maha penyayang.
Allahumma ya-Allah tuhan yang maha perkasa.
Jadikanlah hidup kami ya-Allah, hidup yang berguna; amal yang mulia. yang selalu dalam naungan ridho-Mu ya-Allah, namun sekiranya kami khilaf dalam melaksankan tugas dan tanggung jawab, taufik dan hidayah serta ampunan sangat kami harapkan, jadikanlah kematian kami sebagai hamba-Mu yang taqwa; selamatkan kami dari azab api neraka ya-Allah. Masukkan kami bersama ambiya’ dan syuhada’ ke dalam syurga-Mu yang telah Engkau janjikan kepada hamba-Mu.
Allahumma ya-Allah, tuhan yang maha memberi petunjuk.
Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan yang selalu Engkau ridhoi ya-allah, bukan jalan yang Engkau murkai, mudahkan langkah kami, lancarkan semua usaha kami, peliharalah hati, bimbinglah kami dengan cahaya-Mu, cahaya kebenaran, cahaya keadilan.
Allahumma ya-Allah, tuhan yang maha pengampun.
Ampunilah semua dosa dan kesalahan kami, orang tua kami. Oleh karena itu ampuni mereka, kasih sayangilah mereka seperti mereka mengasih-sayangi kami semasa kami masih kecil, dan terkhusus orang tua kami yang telah tiada, jauhkan dari siksaan kubur dan masukanlah ke dalam syurga-Mu ya Allah, dan ampuni dosa para guru kami. dan para pemimpin bangsa dan negara kami, serta para pehlawan bangsa dan negara kami yang telah gugur di hadapan-Mu ya allah ya rabbal alamin.
Allahumma ya Allah terimalah semua doa dan pinta kami ya allah.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Khutbah Kedua Idul Fitri
َلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ
أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَاتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمُ عِيدٍ جَعَلَهُ اللَّهُ لِلْمُسْلِمِينَ فَرَحًا وَسُرُورًا بَعْدَ تَمَامِ الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ مِنْ تَمَامِ شُكْرِ نِعْمَةِ اللَّهِ عَلَيْنَا فِي هٰذَا الْيَوْمِ أَنْ نُحَافِظَ عَلَى الطَّاعَاتِ، وَأَنْ نَصِلَ الْأَرْحَامَ، وَأَنْ نَغْفِرَ بَعْضُنَا لِبَعْضٍ، وَأَنْ نَتَرَاحَمَ وَنَتَعَاوَنَ عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى
وَتَذَكَّرُوا أَنَّ مِنْ أَعْظَمِ الْأَعْمَالِ بَعْدَ رَمَضَانَ الِاسْتِقَامَةَ عَلَى الطَّاعَةِ، فَإِنَّ رَبَّ رَمَضَانَ هُوَ رَبُّ سَائِرِ الشُّهُورِ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْفَائِزِينَ
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى أَعْدَائِهِمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ،
وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Oleh : Dr. H. Siun Ruhan, MHI Penyuluh Agama Kanwil Kemenag Prov. Bengkulu