Hanya Butuh Pot, 5 Tanaman Buah Dalam Ruangan yang Berbuah Sepanjang Tahun

Amanda Almeirah
6 Min Read

Menanam Pohon Buah di Dalam Rumah: Solusi untuk Ruang Terbatas

Banyak orang sepakat bahwa rasa buah terbaik adalah buah yang dipetik langsung dari tanaman yang kita tanam sendiri. Ada kepuasan tersendiri ketika melihat tanaman tumbuh dari biji hingga akhirnya menghasilkan buah yang bisa kita nikmati. Namun, sebagian orang masih beranggapan bahwa menanam pohon buah membutuhkan lahan luas atau pekarangan belakang rumah yang memadai.

Padahal kenyataannya, ada cukup banyak jenis tanaman buah yang dapat ditanam di dalam ruangan, bahkan di rumah mungil sekalipun. Perawatan yang tepat, beberapa jenis pohon buah bisa tumbuh subur dalam pot dan menghasilkan buah layaknya tanaman di kebun. Bagi kamu yang tinggal di apartemen, rumah kecil, atau tidak memiliki halaman, menanam pohon buah indoor bisa menjadi solusi menarik.

Kamu bisa menempatkannya di dekat jendela, sudut ruang keluarga, atau bahkan di area kerja yang terkena cahaya alami. Meski beberapa tanaman buah membutuhkan waktu sekitar satu tahun atau lebih sebelum berbuah, proses menunggu ini sebenarnya menjadi bagian yang menyenangkan dan penuh pengalaman. Selain itu, kegiatan berkebun dan merawat tanaman terbukti bermanfaat untuk kesehatan mental. Melihat tanaman tumbuh setiap hari dapat membantu mengurangi stres, membuat pikiran lebih rileks, dan memberikan rasa pencapaian kecil yang memuaskan.

Berikut lima jenis tanaman buah yang bisa kamu tanam di dalam rumah:

1. Pohon Jeruk



Jeruk merupakan salah satu tanaman buah yang paling mudah dan populer untuk ditanam di dalam rumah. Tanaman ini mencakup berbagai jenis, mulai dari lemon, jeruk nipis, jeruk bali, hingga jeruk manis. Semuanya masih berada dalam satu keluarga, yaitu Citrus, yang terkenal memiliki aroma harum dan segar hampir sepanjang tahun.

Menanam pohon jeruk sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan, asalkan kamu memahami kebutuhan dasarnya. Biji jeruk yang akan ditanam sebaiknya masih segar, karena kualitas biji sangat memengaruhi keberhasilan pertumbuhan tanaman. Cara menanamnya cukup sederhana:

  • Bilas biji jeruk dengan air hingga bersih.
  • Siapkan media tanam berupa campuran tanah lembap, gambut, atau pasir sungai.
  • Letakkan setiap biji dalam pot atau cangkir kecil secara terpisah agar tidak saling berebut nutrisi.
  • Pastikan bibit mendapatkan cahaya alami yang cukup, namun hindari paparan langsung sinar matahari siang yang terlalu panas.
  • Suhu ideal untuk pertumbuhan jeruk berada di kisaran 12–16°C.
  • Jika lingkungan ruangan terlalu kering, letakkan wadah air di dekat tanaman atau gunakan pelembap ruangan.

2. Kurma



Kurma tidak hanya lezat, tetapi bijinya juga bisa ditanam menjadi pohon kurma mini yang cocok untuk dekorasi dalam ruangan. Meski diperlukan waktu bertahun-tahun untuk benar-benar berbuah, menanam kurma dari biji bisa menjadi aktivitas unik dan menyenangkan.

Cara menanam kurma:

  • Ambil biji kurma dari buah yang matang.
  • Rendam biji di dalam piring kecil berisi air selama beberapa hari agar kulit luarnya melunak.
  • Setelah itu, tanam biji dalam media yang terdiri dari campuran tanah, pasir, dan gambut.
  • Siram menggunakan sprayer setiap dua hari untuk menjaga kelembapan tanah.
  • Pohon kurma sangat menyukai cahaya, sehingga letakkan pot di dekat jendela yang terkena sinar matahari.
  • Selain itu, tanaman kurma juga membutuhkan suhu ruangan yang sejuk selama musim dingin agar tetap stabil.

3. Markisa



Markisa mungkin tidak menghasilkan buah dengan cepat ketika ditanam dari biji, tetapi tanaman ini akan tumbuh sebagai tanaman merambat yang indah dan dekoratif. Bunga markisa terkenal memiliki bentuk yang eksotis dan warna yang mencolok, sehingga sangat menarik untuk dijadikan penghias ruangan.

Jika kamu menanam markisa di dalam rumah:

  • Pastikan tanaman mendapatkan sinar matahari yang cukup.
  • Sirkulasi udara harus baik agar batang tidak mudah busuk.
  • Tanaman ini menyukai kelembapan tinggi serta suhu hangat seperti habitat tropisnya.
  • Meski belum tentu cepat berbuah, markisa tetap memberikan nilai estetika dan menghadirkan nuansa tropis di dalam rumah.

4. Alpukat



Alpukat bisa ditanam dengan dua cara sederhana, sehingga cocok bagi pemula yang ingin mencoba berkebun indoor. Cara pertama:

  • Letakkan biji alpukat di atas tanah setelah dibersihkan dari sisa daging buah.
  • Tanam sebagian biji ke dalam tanah dan siram secara berkala.

Cara kedua (yang paling populer):

  • Tusukkan tiga tusuk gigi pada biji alpukat dengan jarak 120 derajat.
  • Gantungkan biji tersebut di tepi gelas sehingga bagian bawahnya menyentuh air.
  • Setelah akar tumbuh dan batang mulai muncul, pindahkan ke pot berisi tanah.

Alpukat membutuhkan cahaya matahari yang banyak, jadi tempatkan di area yang terang. Suhu ruangan yang disarankan adalah sekitar 18°C agar pertumbuhan daun maksimal. Dengan perawatan yang konsisten, tanaman alpukat dapat tumbuh hingga ukuran sedang dan mempercantik ruanganmu.

5. Nanas



Menanam nanas di rumah mungkin terdengar sulit, tetapi sebenarnya prosesnya cukup mudah dan tidak membutuhkan biji sama sekali. Kamu hanya perlu bagian atas buah nanas yang biasanya terbuang.

Cara menanam nanas:

  • Putar dan lepaskan mahkota daun dari bagian atas nanas.
  • Cabut beberapa daun terbawah untuk membuka bagian batang yang akan ditanam.
  • Tanam langsung ke dalam pot berisi pasir sungai atau campuran tanah berdrainase baik.
  • Simpan pot di tempat yang terkena cahaya matahari.

Nanas menyukai sinar matahari yang banyak dan perlu disiram secara teratur agar tetap lembap. Tanaman ini hanya berhenti tumbuh pada musim dingin, tetapi tetap dapat hidup di dalam ruangan sepanjang tahun. Selain mudah dirawat, nanas memberikan nuansa tropis yang menarik bagi dekorasi rumah. Ketika sudah besar, tanaman ini juga cukup kuat dan tidak memerlukan perawatan intensif.

Share This Article
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *