Indonesia akan Impor Etanol dari AS

Rizal Hartanto
4 Min Read

Kebijakan Energi Bersih Indonesia: Mendorong Produksi Etanol dan Mengurangi Impor

Pemerintah Indonesia terus memperkuat kebijakan kemandirian energi dengan fokus pada pengembangan etanol sebagai bahan bakar campuran. Saat ini, produksi etanol untuk bensin masih bergantung pada impor, sehingga pemerintah menargetkan peningkatan penggunaan etanol dalam bahan bakar minyak (BBM) hingga 20 persen atau E20 pada tahun 2028.

Target Penerapan E20 dan Kebutuhan Nasional

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa target penerapan E20 merupakan langkah yang lebih agresif dibanding rencana sebelumnya yang mengutamakan E10. Menurutnya, kebutuhan solar nasional mencapai sekitar 39 juta kiloliter per tahun, sementara produksi domestik hanya sekitar 16 juta kiloliter. Untuk kebutuhan konsumsi bensin, jumlahnya mencapai sekitar 40 juta kiloliter per tahun, namun produksi dalam negeri hanya sekitar 14 juta kiloliter. Hal ini membuat impor BBM tetap menjadi kebutuhan utama.

Bahlil menyatakan bahwa untuk mencapai kemandirian energi, pemerintah akan meningkatkan lifting produksi BBM serta mendorong penggunaan etanol E20 pada 2028. Dengan demikian, impor dapat dikurangi secara signifikan.

Kesepakatan Perdagangan dengan Amerika Serikat

Meski ada upaya untuk meningkatkan produksi etanol dalam negeri, pemerintah Indonesia juga menyepakati Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (ART) dengan Amerika Serikat. Salah satu mandat dari kesepakatan ini adalah kewajiban pembelian atau impor etanol dari Negeri Paman Sam. Dalam naskah ART Full Agreement, khususnya di Annex III: Specific Commitments di Article 2.23 tentang bioetanol, terdapat tiga poin utama yang menyatakan bahwa Indonesia wajib menerima impor bahan bakar etanol dari AS.

Indonesia tidak akan menerapkan atau mempertahankan tindakan apa pun yang mencegah impor bioetanol AS. Selain itu, bahan baku etanol tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasokan bahan bakar transportasi dengan cara dicampur dengan BBM sebesar 5 persen (E5) pada 2028 dan hingga 10 persen (E10) pada 2030.

Kewajiban Impor Etanol Setiap Tahun

Selain itu, ketentuan jumlah impor bahan bakar etanol dari Negeri Paman Sam telah ditentukan setiap tahunnya. Ketentuan ini tertuang dalam Annex IV: Purchase Commitment tentang pembelian produk agrikultur Amerika Serikat. Indonesia harus memastikan bahwa impor etanol yang berasal dari AS melebihi 1.000 metrik ton (sekitar satu juta kilogram) setiap tahunnya.

Pengembangan Tebu di Merauke sebagai Bahan Bakar Etanol

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa mutu tanah di kawasan pengembangan food estate di Merauke, Papua Selatan, tergolong subur dan bahkan melampaui kualitas lahan di Australia. Potensi ini dapat dioptimalkan, khususnya untuk pengembangan komoditas tebu sebagai bagian dari program lumbung pangan.

Airlangga menjelaskan bahwa pengembangan tebu di wilayah tersebut tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai penopang program energi bersih. “Yang di Merauke salah satunya adalah untuk pengembangan tebu dan juga etanol,” katanya saat konferensi pers Jakarta Food Security Summit.

Kebijakan Produksi Etanol Berbasis Biomassa

Pemerintah Indonesia saat ini tengah mendorong produksi etanol berbasis biomassa sebagai campuran bahan bakar bensin melalui penerapan bertahap skema E5 hingga E10. Menurut Airlangga, tantangan utama adalah memenuhi kebutuhan etanol sebesar 2-3 juta liter per tahun.

“Dan ini akan baik kalau kita bisa produksi melalui food estate. Nah beberapa intensifikasi yang didorong tentunya mulai dari pupuk irigasi, penyuluh, dan bibit itu menjadi kunci,” jelas Airlangga.

Strategi Produksi Etanol dalam Negeri

Dengan adanya program food estate, pemerintah berharap dapat meningkatkan produksi etanol secara mandiri. Hal ini akan membantu mengurangi ketergantungan pada impor dan mendukung visi kemandirian energi. Dalam hal ini, pengembangan tebu menjadi salah satu prioritas utama.

Share This Article
Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *