Jadwal Itikaf Masjid Istiqlal 2026 Lengkap

Amanda Almeirah
4 Min Read

Rangkaian Program Ramadan 2026 di Masjid Istiqlal



Dengan tema “Ramadhan Hijau Ramadhan Bersama”, Masjid Istiqlal menyajikan berbagai program yang dirancang untuk memperkaya pengalaman spiritual dan sosial selama bulan suci ini. Agenda tahun ini dibagi menjadi dua fokus utama: program ubudiyah (ibadah inti) dan program pendukung.

Selama Ramadan, jemaah dapat mengikuti salat lima waktu lengkap dengan rawatib, kultum setelah Zuhur dan Ashar, serta tausiah Subuh yang rutin digelar setiap hari. Berikut rangkaian program khusus Ramadan yang disiapkan, dikemas dalam berbagai kegiatan ibadah dan syiar Islam:

  • Tilawah Al-Qur’an sebelum tarawih, menghadirkan qari dan qariah peraih juara MTQ tingkat nasional maupun internasional.
  • Tausiah Pesan Ramadan yang disampaikan ulama dan pakar Islam menjelang pelaksanaan salat tarawih.
  • Salat tarawih berjamaah 20 rakaat yang dilanjutkan dengan witir 3 rakaat setiap malam.
  • Program tahsin dan tadarus Al-Qur’an dengan target khatam satu juz per hari.
  • Buka puasa bersama, dengan pembagian ribuan paket hidangan untuk jemaah setiap harinya.
  • Peringatan Nuzulul Quran sebagai momentum refleksi turunnya Al-Qur’an.
  • Santunan untuk anak yatim serta pembagian bingkisan menjelang Idulfitri.
  • Pesantren Ramadan yang digelar bersama Madrasah Istiqlal untuk memperdalam pemahaman keislaman.
  • Program “Khazanah Islam” hasil kolaborasi dengan Metro TV.
  • Itikaf dan qiyamullail pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Khusus qiyamullail, kegiatan dimulai pukul 00.30 hingga 03.00 WIB. Rangkaian acaranya meliputi pembacaan Al-Qur’an, tausiah Imam Besar, salat tasbih, tahajud, witir, serta doa dan muhasabah bersama. Selain itu, hadir pula “Kampung Ramadan” di area Pintu Al-Fattah dan Assalam yang menghadirkan booth internasional, kisah inspiratif, hingga dongeng Ramadan untuk anak-anak menjelang berbuka.

Aturan dan Imbauan bagi Jemaah



Agar suasana ibadah tetap tertib dan khusyuk, pengunjung diminta mengikuti sejumlah ketentuan selama berada di Masjid Istiqlal. Jemaah diimbau meluruskan niat semata untuk beribadah, mengenakan pakaian yang sopan dan menutup aurat, membawa perlengkapan salat pribadi, serta tidak membawa barang secara berlebihan ke dalam area masjid.

Selain itu, setiap pengunjung diminta menjaga barang bawaan masing-masing, menghindari penggunaan perhiasan mencolok, dan tetap berhati-hati saat berinteraksi dengan orang yang belum dikenal. Area lantai utama masjid difokuskan khusus untuk pelaksanaan ibadah, sedangkan kegiatan makan dan minum hanya diperbolehkan di titik yang telah disediakan pengelola.

Jam Operasional dan Akses Masuk Jemaah



Selama 20 hari pertama Ramadan, Masjid Istiqlal beroperasi mulai pukul 03.00 hingga 22.30 WIB. Memasuki sepuluh malam terakhir, masjid dibuka selama 24 jam penuh untuk mendukung pelaksanaan itikaf dan qiyamullail. Pengelola juga mengatur beberapa jalur akses, baik bagi pejalan kaki maupun pengguna kendaraan, agar arus jemaah tetap tertib dan lancar.

Jadwal Itikaf di Masjid Istiqlal



Masjid Istiqlal menggelar i’tikaf pada 10 malam terakhir Ramadan 1447 H dan dibuka 24 jam penuh untuk jamaah. Itikaf dimulai pada malam ke-21 Ramadan 1447 H atau 8 Maret 2026. Adapun qiyamul lail dilaksanakan pukul 01.00–03.00 WIB.

Berikut rangkaian kegiatannya:

Pembacaan Al-Qur’an

Tausiah oleh Imam Besar Masjid Istiqlal

Salat Tasbih (4 rakaat, 2 salam)

Salat Tahajud (8 rakaat, 4 salam)

Salat Witir (3 rakaat, 2 salam)

Doa dan muhasabah

Jamaah dapat mengikuti seluruh rangkaian ibadah tersebut selama 10 malam terakhir Ramadan. Melalui jadwal dan program yang telah disiapkan, Masjid Istiqlal kembali menegaskan perannya sebagai pusat ibadah dan peradaban Islam yang terbuka, nyaman, dan penuh keberkahan selama Ramadan.

Share This Article
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *