Pasangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, hanya mengikuti satu turnamen dalam rangkaian tur Eropa yakni All England Open 2026. Meski demikian, Sabar/Reza langsung tersingkir pada babak pertama dari Toma Junior Popov/Christo Popov (Prancis).
Pelatih Sabar/Reza, Hendra Setiawan, mengakui bahwa permainan pasangan tersebut tidak seperti biasanya. “Sabar/Reza untuk All England kemarin mainnya tidak maksimal. Dari pertama bertemu Popov permainannya tidak keluar seperti biasanya,” kata Hendra kepada media, termasuk di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur.
“Kami sudah melakukan pembicaraan. Setiap pemain ada fase menurun. Jadi, harapan saya nanti pada kejuaraan Asia bisa bangkit lagi. Jadi, jangan terlalu lama (terpuruk).”
“Tidak ada gangguan fisik, lebih ke teknis karena permainannya tidak keluar. Dari latihan sudah komplet semua.”
Sebagai langkah persiapan menuju turnamen berikutnya, Kejuaraan Asia 2026, 7-12 April, di Ningbo, China, Hendra membawa Sabar/Reza berlatih ke pelatnas Cipayung.
“Persiapan yang dilakukan salah satunya dengan sparring disini. Mudah-mudahan bisa menaikkan performa,” ucap Hendra.
“Terpenting, mereka tidak down dulu. Kalau mereka merasa down, itu agak susah menaikkan performanya.”
“Kedua, tidak ada jalan lain selain mencoba lagi. Harapan saya jangan terlalu lama-lama kalau terpuruk. Kalau terus dibiarkan, semakin susah naiknya.”
Pada babak pertama Kejuaraan Asia 2026, Sabar/Reza akan melawan Hung Kuei Chun/Lui Chun Wai (Hong Kong).
“Sebenarnya persaingan di Asia lebih berat juga karena lebih rata. Ganda putra peringkat 1-10 dari Asia semua. Nanti juga tidak mudah karena dari awal bertemu lawan berat,” ucap peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 bersama Markis Kido itu.
“Selama sepekan ini tinggal menjaga kondisi saja karena latihan terus fokus ke latih tanding. Sabtu sudah berangkat. Yang terpenting, jangan cedera dan sakit. Reza hari ini agak tidak enak badan jadi lebih baik istirahat daripada dipaksakan besok malah KO,” tutur Reza.
“Kalau sparring disini selevel semua. Maksudnya kalau di luar lebih dan bagus karena yang bisa membuat performa naik itu sparring. Target masuk semifinal dulu untuk mendapat medali Kejuaraan Asia.”
Hasil Undian Kejuaraan Asia 2026 (7-12 April)
Tunggal Putra
Kualifikasi:
Grup A: Moh Zaki Ubaidillah, Bharat Latheesh (UEA), Dmitriy Panarin (Kazakhstan)
Babak utama:
Alwi Farhan vs Justin Hoh (Malaysia)
Jonatan Christie vs (Leong Jun Hao (Malaysia)
Tunggal Putri
Kualifikasi:
Grup B: Thalita Ramadhani Wiryawan, Lo Sin Yan Happy (Hong Kong), Pui Chi Wa (Makau)
Babak utama:
Putri Kusuma Wardani vs Pemenang grup D
Ganda Putra
Babak utama:
Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi vs Pemenang grup D
Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani vs Hung Kuei Chun/Lui Chun Wai (Hong Kong)
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Pharanyu Kaosamaang/Tanadon Punpanich (Thailand)
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin vs Kang Min-hyuk/Ki Dong Ju (Korea Selatan)
Ganda Putri
Febriana Dwipuji Kusuma/Neilysa Trias Puspitasi vs Liu Sheng Shu/Tan Ning (China)
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs Chang Ching Hui/Yang Ching Tun (Taiwan)
Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine vs Rui Hirokami/Sayaka Hobara (Jepang)
Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Pemenang Grup C
Ganda Campuran
Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti vs Dechapol Puavaranukroh vs Supissara Paewsampran (Thailand)
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Akira Koga/Natsu Saito (Jepang)
Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil vs Tang Chun Man/Tse Ying Suet (Hong Kong)
Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu vs Ye Hong Wei/Nicol Gonzales