Kekacauan Ruang Ganti Madrid, Nasib Arbeloa Pasca Pemecatan Alonso

Hartono Hamid
4 Min Read

Kekacauan di Ruang Ganti Real Madrid Pasca-Pergantian Pelatih

Real Madrid kembali menghadapi ketegangan internal setelah Alvaro Arbeloa ditunjuk sebagai pelatih baru. Meski belum genap sebulan sejak kepergian Xabi Alonso, situasi di ruang ganti kini mulai memanas. Hal ini terjadi setelah tim harus menerima kekalahan dari Benfica dalam laga terakhir fase grup Liga Champions 2025-2026.

Menurut laporan dari Mundo Deportivo, para pemain Los Blancos terlihat tidak puas dengan keputusan Arbeloa selama pertandingan melawan Benfica. Mereka menilai strategi yang diterapkan oleh mantan bek kanan El Real tersebut kurang efektif dan tidak memberikan ruang bagi pemain untuk berkembang. Masalah ini sebenarnya sudah ada sejak masa kepemimpinan Xabi Alonso, yang dinilai terlalu kaku dalam penerapan taktik.

Pada pertandingan melawan Benfica, Arbeloa membuat keputusan yang menuai kritik. Ia memilih tidak memasukkan Dani Ceballos pada 10 menit terakhir laga meskipun situasi sedang genting. Justru, ia memilih Jorge Cestero, pemain dengan pengalaman minim di level senior, untuk masuk sebagai tambahan di lini tengah. Keputusan ini dianggap fatal oleh beberapa pemain karena tidak berdampak signifikan pada jalannya permainan.

Akibatnya, Real Madrid kalah telak 2-4 dari Benfica dan harus puas berada di peringkat ke-8 klasemen Liga Champions. Kekalahan ini memaksa klub untuk memulai babak play-off agar bisa melanjutkan perjalanan ke fase gugur. Di babak play-off, Real Madrid akan kembali bertemu Benfica dalam dua leg. Leg pertama digelar pada 18 Februari di kandang Benfica, sementara leg kedua akan berlangsung pada 26 Februari di Santiago Bernabeu.

Kritik terhadap Arbeloa semakin menguat setelah penyiar radio Spanyol, Manolo Lama, menyampaikan pernyataan keras. Ia menyarankan agar Real Madrid melakukan referendum dengan para pemain untuk menentukan pelatih mana yang mereka sukai. Menurutnya, beberapa pemain tidak menyukai Arbeloa karena dianggap terlalu keras, sementara yang lain merasa dia tidak memiliki kemampuan taktik yang memadai.

“Biarkan mereka mengadakan referendum, biarkan mereka memilih, dan biarkan mereka mendapatkan orang yang akan membuat mereka juara di segala hal,” ujarnya. Ia juga menyoroti bahwa para pemain seharusnya berhenti terus-menerus mempertanyakan pelatih. “Sudah saatnya mereka berhenti mengkritik dan fokus pada performa.”

Manolo juga menilai bahwa jika situasi ini terus berlanjut, kondisi tersebut akan berdampak buruk pada stabilitas Real Madrid. Klub yang dikenal dengan ekspektasi tinggi ini tidak memberikan banyak toleransi terhadap kegagalan, sehingga tekanan terhadap Arbeloa semakin besar.

Peringkat Klasemen Liga Spanyol

Berikut adalah klasemen sementara Liga Spanyol:

Klub P M S K GM GK +/- P
Barcelona 22 18 1 3 60 23 37 55
Real Madrid 22 17 3 2 47 18 29 54
Atlético Madrid 22 13 6 3 38 17 21 45
Villarreal 21 13 3 5 39 23 16 42
Betis 22 9 8 5 36 28 8 35
Espanyol 22 10 4 8 26 27 -1 34
Celta Vigo 22 8 9 5 29 23 6 33
Real Sociedad 22 7 7 8 30 30 0 28
Osasuna 22 7 5 10 26 27 -1 26
Athletic Club 22 7 4 11 21 31 -10 25
Girona 22 6 7 9 21 36 -15 25
Elche 22 5 9 8 30 32 -2 24
Mallorca 22 6 6 10 28 34 -6 24
Sevilla 22 7 3 12 29 37 -8 24
Valencia 22 5 8 9 23 35 -12 23
Getafe 22 6 5 11 16 27 -11 23
Rayo Vallecano 22 5 7 10 18 30 -12 22
Levante 21 4 6 11 24 34 -10 18

Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *