Real Madrid sedang merancang strategi jangka panjang tanpa Thibaut Courtois di bawah mistar. Meski masih menjadi pilihan utama di Stadion Santiago Bernabeu, kondisi fisik kiper asal Belgia tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran di dalam klub. Cedera lutut yang terjadi berulang dan beban fisik sepak bola elite membuat Los Blancos mempercepat pencarian penggantinya. Nama-nama kiper dari Liga Inggris dan Bundesliga mulai masuk dalam radar mereka.
Situasi Courtois Menjadi Perhatian
Menurut jurnalis Jorge C Picon melalui X (dahulu Twitter), situasi Courtois semakin mendapat perhatian dari manajemen Real Madrid. Jurnalis tersebut mengklaim bahwa sang kiper mulai merasakan “beban fisik khas dari posisinya” yang diperparah oleh riwayat cedera lutut. Perkembangan ini mempercepat misi Los Blancos untuk mencari penggantinya.
Picon menyebutkan: “Mereka bisa melihat bahwa akhir kariernya lebih dekat dari yang mereka harapkan, dan mereka sudah mulai mencari opsi lain. Mereka waspada sejak menawarkan perpanjangan dua tahun pada 2025, tetapi ia lebih memilih kontrak tahun demi tahun.”
Kiper Liga Inggris & Bundesliga Jadi Target
Perburuan suksesor membawa Real Madrid mengerucutkan pilihan pada dua nama di Liga Inggris dan Bundesliga. Bart Verbruggen, kiper Brighton, muncul sebagai kandidat serius setelah tampil impresif di EPL. Penjaga gawang Belanda berusia 22 tahun itu dikenal memiliki refleks tajam serta ketenangan dalam distribusi bola, kualitas yang penting bagi gaya permainan modern Real Madrid. Namun, persaingan untuk mendapatkannya diprediksi ketat, dengan Bayern Munich, Chelsea, dan Tottenham juga memantau situasinya.
Selain Verbruggen, Gregor Kobel dari Borussia Dortmund turut masuk dalam daftar pendek. Kiper timnas Swiss tersebut tampil konsisten di Bundesliga dan berperan besar membawa Dortmund ke final Liga Champions dua musim lalu.
Sementara itu, meskipun Andriy Lunin dinilai sebagai pelapis berkualitas di skuad, sejumlah petinggi Real Madrid disebut menginginkan sosok yang sudah mapan di level dunia untuk benar-benar mengisi kekosongan yang kelak ditinggalkan Courtois. Nama seperti Joan Garcia (Barcelona) dan Giorgi Mamardashvili (Liverpool) sempat dipertimbangkan sebelum keduanya bergabung dengan klub anyar masing-masing, tetapi mereka sama-sama enggan menunggu Courtois hengkang demi mendapat kesempatan sebagai starter.
Keinginan Courtois untuk Pensiun di Real Madrid
Di tengah spekulasi tersebut, Courtois tak pernah menyembunyikan keinginannya pensiun bersama Real Madrid. Sebelum perpanjangan kontrak terakhirnya, ia menegaskan komitmen tersebut.
“Saya berharap bisa memperpanjang kontrak. Saya sangat bahagia di Real Madrid, bermain di sini adalah mimpi dan setiap tahun yang berlalu adalah mimpi lainnya. Saya sepenuhnya menyerahkan diri kepada klub, mereka tahu saya ingin bertahan dan semoga bisa pensiun di sini,” ujarnya.
Selain perannya di lapangan, Courtois juga tetap berpengaruh di ruang ganti. Ia bahkan memuji dampak Trent Alexander-Arnold sejak bergabung dari Liverpool, berkata: “Saya pikir dia sudah bisa mencetak beberapa gol dalam empat pertandingan ini. Pra-assist-nya melawan Pachuca juga sangat bagus. Di latihan dia menyebalkan, tendangannya luar biasa. Tendangan bebas dan sepak pojoknya berada di level yang berbeda. Saya belum pernah melihat pemain dengan kualitas umpan silang seperti itu, jadi sebagai kiper kadang itu mimpi buruk. Tapi itu membuat Anda tetap waspada dan bekerja lebih keras, mencoba menyelamatkannya, membuat dia lebih baik dan saya juga lebih baik.”
Comeback Belgia Picu Huru-Hara
Sementara masa depannya di klub menjadi sorotan, karier internasional Courtois juga memasuki babak baru. Setelah sempat berselisih dengan mantan pelatih Domenico Tedesco terkait ban kapten, ia bersiap kembali ke timnas Belgia di bawah pelatih baru Rudi Garcia. Namun, keputusan itu memicu gesekan internal. Mantan kiper Wolfsburg Koen Casteels memutuskan pensiun dari timnas sebagai bentuk protes.
“Aneh bahwa federasi sepakbola Belgia berbalik 180 derajat untuk menggelar karpet merah dan menyambutnya kembali dengan tangan terbuka. Agak aneh Courtois bisa seenaknya memutuskan sendiri kapan ia ingin kembali. Ini bukan soal Thibaut, tetapi soal federasi. Ini tidak sesuai dengan standar dan nilai yang saya yakini tentang olahraga tim. Mulai hari ini, saya tidak lagi tersedia,” tegas Casteels.