Kota Bersih India Dilanda Bencana Air Beracun, 10 Orang Tewas

admin
4 Min Read

Kebocoran Air Bersih di Indore Menewaskan 10 Warga

Di kawasan Bhagirathpura, Indore, sebanyak 10 warga meninggal dunia dan lebih dari 270 orang harus dirawat di rumah sakit setelah air minum tercemar limbah. Insiden ini terjadi pada Jumat (2/1/2026), dan salah satu korban adalah bayi laki-laki yang berusia lima bulan. Kota Indore sebelumnya pernah menyandang predikat kota terbersih di India selama delapan tahun berturut-turut.

Warga di lingkungan padat penduduk berpenghasilan rendah mengaku telah melaporkan bau tak sedap dari air keran selama beberapa bulan, tetapi keluhan tersebut tidak pernah ditindaklanjuti. Masalah utama muncul dari keberadaan toilet umum yang dibangun tepat di atas pipa air minum tanpa tangki septik, sehingga limbah bisa meresap langsung ke saluran pasokan air bersih.

Bayi dan Lansia Jadi Korban Utama

Seorang bayi laki-laki bernama Avyan meninggal setelah mengonsumsi susu sapi yang dicampur air keran yang telah direbus dan didinginkan oleh orang tuanya. Ayah korban, Sunil Sahu, mengatakan bahwa tidak ada pemberitahuan bahwa airnya tercemar. Ia menyampaikan bahwa air yang sama mengalir ke seluruh lingkungan, dan tidak ada peringatan.

Gejala diare parah dialami Avyan sejak akhir bulan, dan kondisinya memburuk hingga nyawanya tidak tertolong dalam tiga hari. Dalam kasus serupa, Sanjay Yadav menceritakan ibunya yang berusia 69 tahun meninggal kurang dari 24 jam setelah muntah-muntah, sementara anak laki-lakinya yang berusia 11 bulan juga jatuh sakit. Keluarga tetangga pun mengalami peristiwa serupa, dengan kerabat lansia mereka meninggal akibat diare berat setelah meminum air yang sama.

Jumlah korban meninggal masih simpang siur karena hasil otopsi baru memastikan empat kematian terkait air tercemar. Sejumlah pejabat menyebut angka delapan, sementara laporan lapangan memperkirakan korban bisa mencapai 14-15 orang. Di sisi lain, lebih dari 270 pasien dirawat inap, dengan puluhan di antaranya menjalani perawatan di unit perawatan intensif.

Penanganan Medis dan Sanksi Pejabat Dilakukan

Tim medis melakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah dan menemukan sekitar 2.450 kasus muntah serta diare. Seluruh penderita tersebut langsung memperoleh penanganan awal di lokasi. Sekitar 40 ribu warga Bhagirathpura, yang mayoritas berasal dari keluarga berpenghasilan rendah hingga menengah ke bawah, telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Rumah sakit di Indore dipadati pasien dengan keluhan muntah, diare, dan demam tinggi.

Di sisi administratif, otoritas setempat menutup titik kebocoran pipa yang menjadi sumber pencemaran. Seorang pejabat diberhentikan, sementara beberapa pegawai lain ditangguhkan sambil menunggu hasil penyelidikan. Kepala Menteri Mohan Yadav menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menangani kasus ini. “Tidak ada batu yang akan dibiarkan terbalik untuk memastikan hal ini tidak terulang lagi,” katanya.

Saat ini pasokan air bersih didistribusikan menggunakan truk tangki. Warga juga diminta tidak menggunakan air keran sampai dinyatakan benar-benar aman.

Insiden Memicu Tekanan Politik

Tragedi di Indore segera memicu reaksi politik. Pemimpin oposisi Rahul Gandhi menuding pemerintah negara bagian yang dikuasai Partai Bharatiya Janata (BJP) lalai menjalankan tanggung jawabnya, sambil menegaskan bahwa air bersih bukanlah bentuk kebaikan melainkan hak untuk hidup. Kritik serupa datang dari politisi oposisi di tingkat lokal yang menilai pemerintah telah membiarkan masyarakat mengonsumsi air beracun.

Mereka mengecam keras pengelolaan pasokan air yang dinilai membahayakan warga. Sejumlah media nasional melalui tajuk rencana mendesak penegakan aturan pengelolaan air yang lebih ketat. Seruan itu diposisikan sebagai peringatan agar sistem penyediaan air minum di seluruh India segera dibenahi.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *