Lima hewan penting dalam penelitian luar angkasa

Eka Syaputra
4 Min Read

Peran Hewan dalam Penelitian Antarkasa

Banyak orang mungkin langsung membayangkan astronot dengan pakaian luar angkasa canggih dan teknologi modern saat berbicara tentang penelitian antariksa. Namun, jauh sebelum manusia menjelajah kosmos, berbagai hewan telah menjadi uji coba pertama untuk memahami kondisi ekstrem di luar Bumi. Mereka memiliki peran penting dalam memahami bagaimana tubuh makhluk hidup bereaksi terhadap gravitasi rendah, radiasi tinggi, serta tekanan psikologis selama perjalanan antariksa.

Meski terdengar rumit, kontribusi hewan-hewan ini sangat besar dalam membuka jalan bagi eksplorasi ruang angkasa modern. Dari serangga mungil hingga mamalia, masing-masing memiliki peran penting dalam mengungkap misteri luar angkasa dan memastikan keselamatan astronot manusia. Berikut adalah lima hewan yang memiliki peran penting dalam sejarah penelitian antariksa:

1. Lalat Buah, Serangga Pertama yang Pergi ke Luar Angkasa

Lalat buah dipilih untuk penelitian antariksa karena memiliki kesamaan genetik dengan manusia sekitar 77%. Selain itu, siklus hidup mereka yang cepat membuatnya mudah diamati perubahan biologinya. Dalam penelitian ini, para ilmuwan ingin memahami bagaimana batu ginjal terbentuk di ruang angkasa, salah satu risiko kesehatan terbesar bagi astronot. Dengan mempelajari respon lalat buah dalam mikrogravitasi, ilmuwan bisa menemukan mekanisme pembentukan batu ginjal dan mengembangkan langkah pencegahan bagi astronot pada misi jangka panjang. Hasilnya juga berpotensi memberikan manfaat medis bagi manusia di Bumi.

2. Anjing Laika, Pahlawan Antariksa dari Uni Soviet

Kisah anjing Laika menjadi salah satu sisi gelap dalam perlombaan antariksa pada masa Perang Dingin. Laika dipilih bukan karena keahliannya, melainkan hanya seekor anjing gelandangan yang dianggap tangguh. Pada tahun 1957, anjing kecil ini melakukan perjalanan orbit dengan persediaan satu porsi makanan dan hanya persediaan oksigen untuk meluncur dengan roket menuju orbit Bumi. Saat Sputnik 2 diluncurkan, terjadi insiden dimana tahap akhir roket masih menempel hingga akhirnya Laika menjadi korban eksperimen yang tragis dalam sejarah penelitian antariksa.

3. Katak, Inspirasi Penelitian Gravitasi Nol

Katak telah pergi ke luar angkasa dengan roket AS dan Rusia sejak tahun 1950-an. Eksperimen ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana sistem telinga bagian dalam katak yang sensitif terhadap gravitasi dan gerakan berubah dalam kondisi mikrogravitasi. Katak dipilih karena memiliki struktur telinga bagian dalam yang mirip dengan manusia. Eksperimen Orbiting Frog Otolith menjadi salah satu contoh ekstrem bagaimana sains pada era tersebut mengejar pengetahuan dengan cara-cara yang kini mungkin dianggap tidak etis.

4. Cumi-Cumi, Peneliti Mikroba Luar Angkasa yang Tak Disangka

Lebih dari 120 bayi cumi-cumi Hawaiian bobtail lahir dari induk yang dikumpulkan di Teluk Maunalua, lalu dikirim ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Tujuan dari eksperimen ini adalah untuk memahami bagaimana kesehatan astronot terpengaruh selama misi luar angkasa jangka panjang. Selain itu, juga menyelidiki bagaimana cumi-cumi dipengaruhi oleh perjalanan luar angkasa. Eksperimen ini dibawah naungan proyek UMAMI (Understanding of Microgravity on Animal-Microbe Interactions), yang bertujuan memahami lebih baik efek mikrogravitasi terhadap interaksi menguntungkan antara hewan dan mikroba.

5. Tardigrade, Hewan Mikro Hidup Tangguh di Luar Angkasa

Tardigrade adalah hewan mikroskopis yang menyerupai beruang gummy dengan delapan kaki. Hewan mungil ini mampu bertahan hidup di luar angkasa dan dari radiasi mematikan. Tardigrade memiliki ribuan gen yang aktif saat terkena radiasi ekstrem. Aktivasi 2.801 gen ini menunjukkan bahwa tardigrade mampu memiliki sistem perlindungan DNA yang sangat kompleks. Penemuan ini juga ikut membantu dalam mengembangkan teknologi perlindungan radiasi, termasuk untuk kesehatan seperti riset kanker dan keamanan astronot dalam misi luar angkasa jangka panjang.

Tidak hanya manusia yang memiliki peran penting dalam penelitian antariksa, tetapi keterlibatan hewan yang juga makhluk hidup punya andil besar dalam inovasi dan studi lanjut ilmu pengetahuan serta teknologi. Mereka juga membuktikan bahwa inspirasi untuk menjelajahi luar angkasa bisa datang dari mana saja bahkan dari makhluk terkecil di Bumi.

Share This Article
Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *