Amalan Penambah Iman di Bulan Ramadan
Salah satu amalan yang dapat meningkatkan keimanan bagi umat Islam selama bulan Ramadan adalah mendengarkan kultum dari para penceramah. Kultum biasanya disampaikan dalam waktu singkat, yaitu sekitar tujuh menit, dan berisi pesan-pesan moral serta nasihat baik kepada sesama muslim.
Kultum sering kali hadir di berbagai acara keagamaan, seperti sebelum salat tarawih atau setelah shalat subuh. Dalam konteks Ramadan, kultum menjadi sarana untuk mengingatkan umat Islam akan pentingnya menjalankan ibadah puasa dengan benar dan penuh kesadaran.
Pada 2 Ramadan 1447 H/2026, berikut ini contoh kultum yang bisa dijadikan referensi:
Judul: Hikmah dan Cara Berpuasa yang Benar
Hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah,
Allah berfirman dalam Al-Quran surat al-Baqarah ayat 183:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُون
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ayat ini menegaskan bahwa puasa Ramadan adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Siapa pun yang mengingkari kewajiban puasa, maka dia dianggap murtad dan harus bertobat. Puasa Ramadan wajib bagi setiap Muslim yang telah akil balig dan berakal sehat.
Selain itu, puasa juga harus memenuhi dua rukun utama, yaitu:
- Niat: Niat mengerjakan puasa harus ditetapkan pada malam hari sebelum berpuasa. Niat ini tidak perlu disuarakan secara keras, karena niat tempatnya di hati. Sebagian ulama, seperti mazhab Maliki, tidak mewajibkan niat setiap malam, cukup sekali di awal bulan Ramadan.
- Menjaga puasa: Selama masa puasa, seseorang harus menjauhi hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, merokok, atau melakukan hubungan intim.
Jika seseorang terlupa dan makan atau minum, puasanya tetap sah. Hal ini ditegaskan dalam sabda Rasulullah: “Apabila (seorang di antaramu) lupa lalu ia makan dan minum (padahal ia sedang berpuasa), maka hendaklah ia teruskan puasanya karena Allahlah yang telah memberinya makan dan minum.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Sunnah-sunnah Saat Berpuasa
Selain kewajiban puasa, ada beberapa sunnah yang perlu diperhatikan:
- Makan sahur: Makan sahur sangat dianjurkan karena memiliki keberkahan. Rasulullah bersabda, “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam makan sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari-Muslim).
- Mengakhirkan makan sahur: Sahur sebaiknya dilakukan sekitar setengah jam sebelum masuk waktu subuh. Dalam riwayat Anas, Zaid bin Tsabit berkata bahwa mereka pernah makan sahur bersama Rasulullah, kemudian melaksanakan salat. Waktu antara makan sahur dan salat sekitar bacaan lima puluh ayat. (HR. Bukhari).
- Menyegerakan berbuka: Orang-orang akan tetap dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka. (HR. Bukhari Muslim).
- Berbuka dengan kurma: Jika tidak ada kurma, berbuka dengan air putih. Kurma mengandung glukosa yang dibutuhkan tubuh setelah berpuasa. Sabda Rasulullah: “Hendaknya ia berbuka dengan kurma. Jika tidak mendapatkannya, hendaknya ia berbuka dengan air, karena air itu suci.” (HR. Bukhari Muslim).
- Berdoa setelah berbuka: Doa yang dipanjatkan saat berbuka mudah dikabulkan. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah adalah:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَ ابْتَلَتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى
Artinya: “Telah hilang dahaga dan telah basah urat-urat, dan telah ditetapkan pahala Insya Allah.” (HR. Abu Dawud, an-Nasâ’i dan dihasankan oleh asy-Syaikh al-Albâni).
Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa dengan benar dan penuh keimanan.