Pemecatan Jafri Sastra di PSIS Semarang diumumkan secara resmi

Nurlela Rasyid
5 Min Read

PSIS Semarang Pecat Pelatih Jafri Sastra

PSIS Semarang mengumumkan pengunduran diri pelatih kepala mereka, Jafri Sastra, pada hari Sabtu (31/1/2026). Ini merupakan akhir dari kebersamaan yang kedua kalinya antara klub dan pelatih tersebut. Keputusan ini diambil setelah manajemen melakukan evaluasi terhadap performa tim selama putaran kedua Pegadaian Championship 2025/26.

“PSIS Semarang dan Jafri Sastra sepakat untuk mengakhiri kontrak kerja sebagai pelatih kepala pada Sabtu, 31 Januari 2026,” ujar Reza Handhika, Asisten Manager PSIS Semarang.

Keputusan ini diambil karena hasil evaluasi yang dilakukan oleh manajemen. Menurutnya, langkah ini diambil agar bisa memperbaiki performa PSIS dalam putaran berikutnya.

Di bawah arahan Jafri Sastra, PSIS Semarang belum menunjukkan penampilan yang memuaskan meskipun telah mendatangkan banyak pemain baru. Terbaru, tim asuhan Jafri kalah telak dari Kendal Tornado FC dengan skor 0-3 di Stadion Jatidiri.

Pertandingan ini berlangsung dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 Grup Timur pekan ke-18. Meski memiliki tekad untuk membalas kekalahan pada pertemuan pertama, PSIS justru kesulitan mengimbangi permainan Kendal Tornado FC.

Hasil ini membuat PSIS Semarang harus puas berada di peringkat ke-9 klasemen akhir putaran kedua. Dari 18 pertandingan yang telah dijalani, PSIS hanya mampu meraih tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan 13 kekalahan dengan total 11 poin.

Evaluasi menyeluruh pun menjadi pekerjaan rumah jelang putaran ketiga. Sementara itu, kemenangan ini mengukuhkan Kendal Tornado FC di posisi keempat klasemen sementara Grup Timur dengan raihan 33 poin. Mereka kini hanya terpaut empat angka dari pemuncak klasemen, Persipura Jayapura.

Laga yang disaksikan sekitar 3.000 penonton itu berjalan terbuka sejak awal, namun tekanan lebih banyak dilancarkan oleh tim tamu. PSIS sempat menciptakan peluang lebih dulu pada menit ke-11 melalui sundulan Beto Goncalves yang memanfaatkan umpan silang Gustur Cahyo. Sayangnya, bola masih mengarah tepat ke pelukan kiper Kendal Tornado FC, Try Hamdani.

Kendal Tornado FC membalas melalui sejumlah peluang berbahaya. Tendangan pemain Kendal pada menit ke-17 masih melebar, disusul upaya M Ragil dari luar kotak penalti pada menit ke-22 yang juga belum menemui sasaran. Ancaman kembali datang lewat sundulan Patrick Cruz hasil sepak pojok, namun masih bisa diamankan kiper PSIS, Mario Londok.

PSIS kembali memperoleh kesempatan lewat tendangan Rafinha yang mengarah ke tiang jauh, namun bola kembali melebar. Kedua tim saling berupaya memecah kebuntuan hingga situasi pertandingan berubah setelah PSIS harus bermain dengan sepuluh orang. Denilson Rodrigues diganjar kartu kuning kedua pada menit ke-42.

Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Kendal Tornado FC menjelang akhir babak pertama. Pada menit 45+4, Gufroni Al Ma’ruf sukses mencetak gol lewat sundulan yang membawa tim tamu unggul 1-0 hingga turun minum.

Di babak kedua, Kendal Tornado FC menggandakan keunggulan di menit 57 lewat gol Akbar Firmansyah. Akbar memaksimalkan umpan through pass dari tengah lapangan yang dikirim rekan setimnya. Sampai menit ke 60, skor 2-0 untuk keunggulan Laskar Badai Pantura.

Di menit 69, Kendal Tornado kembali unggul dengan skor 3-0 lewat gol Ibnu Hajar memanfaatkan kesalahan lini belakang tim tuan rumah. Sementara itu di babak kedua ini, sejumlah peluang didapatkan PSIS namun tidak ada yang benar-benar mengancam.

Menit 82, peluang lahir lewat kaki pemain sayap PSIS Krisna John yang baru masuk di babak kedua namun masih melebar. Skor 3-0 untuk keunggulan Kendal Tornado FC bertahan hingga akhir laga.

Usai laga, pelatih PSIS Semarang Jafri Sastra menyebut kecewa dengan hasil akhir. “Sore ini kita hanya sebatas kerja keras. Kami berharap bisa memenangkan pertandingan tetapi hasil akhirnya sangat mengecewakan. Tidak sesuai dengan apa yang kami sampaikan sebelumnya.”

Bukan hanya kalah, PSIS juga mencatatkan tren buruk lainnya yaitu selalu mengoleksi kartu merah dalam dua laga beruntun. “Kami selalu berbenah, apakah itu masalah chemistry, finishing, atau bertahan selalu kami benahi tapi itu hal yang tidak bisa kami dapatkan kali ini. Dua laga terakhir hal negatif (kartu merah) yang kami dapatkan ini sangat tidak bagus untuk sebuah tim,” katanya.

Sementara itu, pelatih Kendal Tornado FC, Stefan Keltjes mengucapkan terimakasih untuk perjuangan keras anak asuhnya di lapangan. Meski tampil pincang tanpa dua legiun asingnya yakni Felipe Ryan dan Juan Morales, timnya tetap mampu meraih kemenangan.

“Terimakasih banyak atas kerja keras pemain sore ini mereka sebelum main saya bilang kamu harus berani pegang bola, dan sore ini terbukti mereka berani bermain bola pendek kombinasi. Dan kemenangan ini kami persembahkan untuk owner kami, Pak Anto. Mudah-mudahan owner kami selalu sehat,” kata dia.


Share This Article
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *