Perubahan yang Diambil oleh Lucinta Luna
Perubahan terbaru yang ditunjukkan oleh Lucinta Luna kembali menjadi perhatian publik. Namun kali ini, fokusnya bukan hanya pada penampilan, tetapi juga cerita di balik proses yang ia jalani. Di tengah perhatian yang tak pernah surut, Lucinta mengaku sedang berada dalam fase yang cukup berat. Ia mencoba beradaptasi secara perlahan dengan perubahan yang dijalaninya, meski respons dari luar seringkali datang silih berganti.
“Kalau mau instan dalam 1 jam naik gojek aja ya. Pelan-pelan nyaliku ganti look cowok meski pake wig human hair,” ujarnya. “Awal-awal bang jadi baru dicukur model laki Korea bgini aja dihujat,” tambahnya.
Lucinta berharap publik tidak buru-buru menghakimi. Baginya, proses ini adalah perjalanan yang butuh waktu dan penerimaan, bukan sekadar perubahan instan. “Aku tuh cuma pengen pembelajaran ini biar betah dulu, nikmatin dulu pendekatan dulu mendalami dulu dalam keadaan sekarang.” Ia juga berharap ada dukungan dari orang-orang terdekat. “Sebenarnya yang pengen kudenger dari kalian itu kudu support ‘Mas Fatah Cocok loh potongan rambut gini,’” ujarnya.
Pengalaman di Luar Negeri dan Di Tanah Air
Dalam pengakuannya, Lucinta membandingkan pengalaman yang ia rasakan saat berada di luar negeri dengan di tanah air. Ia mengaku menemukan ketenangan selama berada di Korea Selatan, jauh dari tekanan yang biasa ia hadapi. “Yaudah ya ikutin dulu perkembangan aku. Selama aku di sini hidupku damai tentram, adem ayem.” Ia juga menyebutkan bahwa di Korea, selama sebulan ia tidak pernah dihujat, sementara di negara sendiri banyak yang protes. “Masya Allah cobaan,” katanya.
Di balik perubahan yang terlihat di permukaan, ada alasan personal yang akhirnya mulai ia buka. Dalam perbincangannya bersama Ivan Gunawan, Lucinta mengisyaratkan bahwa perjalanan ini bukan hanya soal penampilan, tetapi juga tentang mencari ketenangan batin yang selama ini sulit ia dapatkan.
Perasaan yang Terungkap Setelah Dihujat
Lucinta mengaku tekanan yang ia alami selama ini membuat hidupnya tidak tenang. “Nggak tenang. Malam gue nangis mulu. Malam gue nangis (karena) penuh dengan tuntutan dari orang,” ungkapnya. Ia juga kerap teringat kedua orang tuanya yang telah tiada, yang semakin memperdalam perasaan emosionalnya. “Ya kan gue selalu ingat almarhum nyokap bokap,” ucapnya.
Tak hanya itu, ia merasa kehidupannya terlui banyak diatur oleh opini publik. “Dan gue juga kayaknya hidup gue terlalu banyak diatur sama netizen,” keluarnya.
Momen Lebaran 2026 sebagai Titik Penting
Momen Lebaran 2026 menjadi titik penting dalam perjalanan tersebut. Lucinta mengambil langkah kecil namun berarti dengan melaksanakan salat Idul Fitri di barisan laki-laki. “Pada saat momennya Idul Fitri itu gue kayak pengin lah shalat di bagian shaf (barisan) laki-laki sesuai dengan kodrat.” Meskipun ia sudah legal sebagai wanita, ia mengaku ingin melakukan hal kecil ini. “Meskipun gue udah legal semuanya (sebagai wanita), gue udah berbentuk seperti ini, gue ngelakuin dari hal terkecil itu (shalat Idul Fitri), keberanian terkecil itu,” paparnya.
Langkah itu sempat menuai dukungan, namun juga tidak lepas dari hujatan. “Nggak mau dihujat, tapi semua orang mendukung,” katanya. “Dan semua orang itu pengin bikin gue itu benar-benar ayo ayo kembali. Ya nggak semudah itu sebenarnya,” ujarnya.
Kini, perubahan yang dijalani Lucinta bukan hanya soal penampilan, tetapi juga perjalanan panjang memahami diri di tengah sorotan publik yang tak pernah berhenti.