Pengawasan Ketat di Gudang Motor MBG Sentul, Wartawan Dilarang Masuk

Hartono Hamid
7 Min Read

Kehadiran Sepeda Motor Listrik MBG di Kawasan Sentul dan Citeureup

Puluhan unit sepeda motor listrik dengan identitas visual khas program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berdatangan ke gudang yang terletak di kawasan Sentul dan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Aktivitas logistik di kawasan ini tampak meningkat secara signifikan, dengan sejumlah bangunan gudang sedang dalam proses perbaikan dan penataan ulang.

Seorang pria yang mengamankan lokasi tersebut meminta wartawan untuk meninggalkan tempat dengan halus. Di sejumlah titik pergudangan, suasana operasional tampak meningkat dari biasanya. Armada ini menjadi bagian dari persiapan distribusi berskala nasional yang sedang dipersiapkan secara bertahap. Namun, di balik itu, terdapat dinamika lapangan yang menarik untuk diperhatikan.

Lapis Cat Kuning dan Deretan Trail

Pada Jumat (10/4/2026) sekira pukul 11.00 WIB, sebuah truk putih bertuliskan Aduagis Transporindo Sejahtera terpantau menurunkan belasan unit motor listrik jenis trail di sebuah lahan luas di Jalan Olympic Raya, Sentul—sekitar 3,3 kilometer dari gerbang tol Sentul 2. Motor-motor baru berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut masih terbungkus plastik transparan di beberapa bagiannya.

Di lokasi, sejumlah pekerja mengenakan kaus bertuliskan PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT) sibuk memindahkan unit ke dalam gudang. Salah satu bangunan gudang yang berukuran lebih besar tampak sedang dicat ulang dengan warna kuning—warna yang identik dengan merek otomotif yang digunakan sebagai armada program MBG. Proses pengecatan diduga baru saja dimulai karena lapisan cat segar baru terlihat di bagian depan, sementara warna asli tembok masih tampak di sisi lainnya.

Di samping gedung yang tengah bersolek itu, puluhan unit motor trail MBG lainnya terparkir rapi di halaman terbuka tanpa atap, tetap dalam balutan plastik pelindung.

Interaksi dan Pagar yang Digembok

Kehadiran awak media di lokasi segera disambut oleh prosedur pengamanan yang ketat namun persuasif. Tak berselang lama, seorang pria berkaus abu-abu dan bercelana denim menghampiri wartawan. Ia mengaku sebagai mandor proyek pengecatan dan meminta wartawan untuk menjauh dari area pergudangan.

“Saya mandor ini yang lagi mengecat. Udah kalau gitu ikut saya dulu sini,” ucapnya sembari menggiring wartawan menuju dua pria lain yang mengaku sebagai pihak ekspedisi pengiriman kendaraan. Kedua pria tersebut memiliki penampilan yang kontras; satu mengenakan jaket hijau tua dengan ransel bermotif loreng, sementara lainnya mengenakan topi hitam dan kalung besi di lehernya.

Meski mengaku tidak memahami detail terkait perusahaan pemenang tender pengadaan, ketiganya bersikap protektif dengan melarang wartawan masuk lebih dalam atau sekadar mendekati unit motor listrik yang terparkir. Ketegangan kecil berakhir saat truk pengangkut hendak keluar area. Setelah memastikan gerbang terbuka dan memeriksa pengemudi truk, pria berkaus abu-abu tersebut meminta wartawan untuk segera memindahkan kendaraan dan meninggalkan lokasi secara halus.

“Hari ini tidak ada pimpinan yang bisa ditemui. Lagian ini hari Jumat, bukan hari kerja. Kalau Senin ke sini, mungkin ada,” tutupnya. Tak lama setelah wartawan keluar, pria tersebut segera menutup rapat gerbang dan menggembok pagar utama area pergudangan tersebut.

Pusat Perakitan di Area Kaisar Motorindo

Penelusuran berlanjut 10 kilometer ke arah Jalan Bioskop Atom, Citeureup, Kabupaten Bogor. Di area pabrik milik PT Kaisar Motorindo Industri, ditemukan gudang dengan papan nama “PT Adlas Sarana Elektrik”. Area seluas lebih dari lapangan bola ini menjadi pusat aktivitas yang padat; mulai dari tumpukan suku cadang hingga puluhan motor listrik MBG yang terparkir di bagian dalam gedung.

Seorang pegawai mengungkapkan bahwa lokasi tersebut berfungsi sebagai tempat perakitan utama. “Di sini ada gudang, tapi memang perakitan di sini. Dirakit di sini semua,” ucapnya. PT Adlas sendiri diketahui baru menyewa gudang tersebut selama dua bulan terakhir.

Namun, kedatangan media direspons secara reaktif oleh sejumlah pegawai. “Jangan foto video. Kalau saya dipecat, kamu mau tanggung jawab?” cetus salah satu pegawai di lokasi perakitan.

Detail Pengadaan Emmo dan Realisasi Anggaran

Pengadaan ribuan motor listrik merek Emmo untuk operasional program MBG dilaksanakan oleh PT Yasa Artha Trimanunggal, perusahaan jasa logistik yang dimiliki oleh Yenna Yuniana. Meski merek ini tergolong baru dengan desain yang baru didaftarkan akhir tahun lalu, unit tipe Emmo JVX GT seharga Rp49,95 juta per unit ini diklaim memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 48,5 persen.

Hingga batas akhir kontrak pada 20 Maret 2026, penyedia berhasil merampungkan 21.801 unit dari target awal 25.644 unit, di mana sisa anggaran yang tidak terserap telah dikembalikan ke kas negara. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pengadaan ini telah direncanakan sejak anggaran 2025 dan melalui mekanisme Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA) sesuai regulasi keuangan yang berlaku.

Saat ini, seluruh unit yang diproduksi di fasilitas manufaktur Citeureup tersebut masih dalam tahap penyelesaian administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN). Pihak BGN memastikan pendistribusian ke kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah akan dilakukan secara bertahap setelah seluruh proses pencatatan aset selesai demi menjaga akuntabilitas program.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menegaskan bahwa pengadaan motor listrik BGN sah secara regulasi karena telah disetujui Kementerian Keuangan dalam anggaran 2025. Meski diimpor dari China, unit tersebut didatangkan dalam bentuk Completely Knock Down (CKD) untuk dirakit di Indonesia guna memberdayakan industri nasional.

Sinergi Logistik dan Catatan Teknis

Penelusuran lapangan ini mencatat akselerasi infrastruktur program MBG melalui aktivitas perakitan unit yang intensif di fasilitas kolaborasi PT Kaisar Motorindo dan PT Adlas Sarana Elektrik. Strategi resource sharing (berbagi sumber daya) ini menunjukkan percepatan rantai pasok guna mengejar target operasional nasional.

Meski demikian, aspirasi mengenai administrasi teknis kendaraan dan dampak lalu lintas berat terhadap kerusakan jalan di sekitar lokasi menjadi ruang bagi otoritas terkait untuk memberikan klarifikasi demi menjaga transparansi serta akuntabilitas program.

Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *