Pertemuan Emosional Denada dan Ressa yang Mengharukan
Di tengah suasana penuh perasaan, akhirnya Denada bisa memeluk putranya, Ressa Rizky Rossano, untuk pertama kalinya. Momen ini terjadi dalam sebuah acara buka puasa bersama di sebuah restoran di Jakarta Selatan, dua hari sebelum Lebaran 2026.
Saat memasuki ruangan restoran, Denada langsung melihat Ressa dan spontan berlari kecil menghampiri putranya. Ia langsung memeluk Ressa, membuat Ressa tak mampu menahan air mata. Tangisnya pecah saat berada dalam pelukan sang ibu.
Denada juga menawarkan hadiah jelang lebaran kepada Ressa. Dalam momen tersebut, ia menyampaikan bahwa Ressa boleh tinggal bersamanya. “Ressa sudah manggil ibu, Dena juga panggil nang. Dena sudah menawarkan. Dena bilang ‘nang katanya Ressa tinggal ngekos’. Dena (bilang) ‘tinggal di rumah ini aja’,” ujar Risni Ories, manajer Denada, yang membagikan kisah di balik momen tersebut.
Momen pertemuan ini tidak hanya menjadi kebahagiaan bagi Denada dan Ressa, tetapi juga bagi Risni. Ia mengaku tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan kebersamaan mereka. “Begitu masuk, Dena langsung meluk, langsung nangis, Ressa langsung masuk, meluk, nangis, aku merinding, itu benar-benar indah banget pertemuannya, masya Allah, akhirnya pertemuan itu terlaksana juga,” imbuh Risni.
Pertemuan ini juga diiringi oleh video call dengan tante Ressa, Ratih, yang selama ini mengasuh Ressa sejak bayi. Keakraban tercipta meskipun ini adalah pertemuan pertama Denada dan Ressa setelah kasusnya beberapa waktu lalu.
Risni menjelaskan bahwa pertemuan ini adalah berkah sebelum Idul Fitri 1447 H. “Ini hari baik, ini hadiah dari Allah untuk Ressa dan Denada. Apalagi udah mau lebaran dekat lagi,” ujarnya.
Penyesalan Denada atas Keputusan Masa Lalu
Sebelumnya, Denada sempat mengungkapkan penyesalannya atas keputusan yang diambil dulu. Ia mengakui bahwa saat hamil Ressa, usianya masih muda dan belum menikah. Namun, ia sudah memantapkan hati untuk tetap memilih mengandung dan melahirkan Ressa.
Denada menyadari bahwa keputusannya itu bisa dianggap sebagai kesalahan, tetapi baginya, kehadiran Ressa bukanlah kesalahan. “Aku merasa bahwa ini anakku, aku adalah ibunya, dan aku akan membesarkannya, aku akan melahirkannya,” kata Denada.
Ia juga menyebutkan bahwa rasanya seperti “kita berdua melawan dunia”. Meskipun begitu, Denada enggan membicarakan sosok ayah kandung Ressa secara detail. Namun, ia memastikan bahwa ayah kandung Ressa sudah mengetahui bahwa ia hamil.
“Dia (ayah kandung Ressa) tahu (Denada hamil). Dan aku mungkin sudah sedikit memperkirakan bahwa itu akan terjadi,” kata Denada.
“Dan aku enggak menyalahkan,” tambahnya.
Pertemuan antara Denada dan Ressa ini menjadi momen penting yang menunjukkan bahwa cinta seorang ibu tidak pernah pudar, bahkan setelah puluhan tahun terpisah. Momen ini juga menjadi pengingat bahwa keputusan masa lalu tidak harus menjadi beban yang tak terlepas, tetapi bisa menjadi awal dari perbaikan dan pemulihan.