Liverpool Kembali Bersemangat, Wolves Tenggelam dalam Krisis
Liverpool akan menghadapi Wolverhampton Wanderers di Anfield pada Sabtu malam WIB. Di atas kertas, pertandingan ini terlihat seperti duel antara dua tim dari dunia yang berbeda. Liverpool sedang bangkit dan mulai membangun kepercayaan diri, sementara Wolves masih terjebak di dasar klasemen dan menghadapi krisis performa yang semakin dalam.
Meski kemenangan 2–1 atas Tottenham Hotspur belum cukup untuk membawa Liverpool ke empat besar pada Hari Natal, kalah selisih gol dari Chelsea, arah angin mulai berpihak pada pasukan Arne Slot. Sementara itu, Wolves tetap menjadi “bulan-bulanan” di Premier League musim ini.
Momentum Mulai Terbentuk
Situasi di Merseyside terasa hangat dengan momentum yang mulai terbentuk. Liverpool mencatat tiga kemenangan beruntun di semua kompetisi, dan untuk pertama kalinya sejak September mampu meraih dua kemenangan Premier League secara beruntun.
Rangkaian hasil ini menjadi tanda kebangkitan setelah periode kelam antara akhir September hingga akhir November, saat The Reds sempat kalah dalam sembilan dari 12 laga. Kemenangan tipis 1–0 atas Inter Milan di San Siro menunjukkan kematangan, sebelum Brighton dilibas 2–0 di Anfield.
Puncaknya, Liverpool sukses membawa pulang tiga poin dari London Utara, meski laga tersebut jauh dari kata mudah. Unggul jumlah pemain sejak babak pertama akibat kartu merah Xavi Simons, Liverpool sempat terlihat akan menang nyaman. Namun, gol Alexander Isak dan Hugo Ekitike baru memastikan kemenangan setelah Spurs memberi perlawanan sengit.
Bahkan dengan sembilan pemain di akhir laga. Slot mengakui timnya belum sepenuhnya klinis, tetapi dalam konteks membangun ulang kepercayaan diri, hasil jauh lebih penting dibanding gaya.
Kini Liverpool tak terkalahkan dalam enam laga terakhir, lima di antaranya di Premier League. Rekam jejak mereka di periode Natal juga sangat impresif: 17 kemenangan dari 20 laga liga antara Boxing Day dan Tahun Baru. Anfield, dalam suasana festive, kerap menjadi tempat yang tidak ramah bagi tim tamu.
Krisis Tanpa Ujung
Berbanding terbalik dengan tuan rumah, musim Wolverhampton Wanderers nyaris tanpa cahaya. Kekalahan 0–2 dari Brentford pekan lalu menandai catatan yang sangat tidak diinginkan: 17 laga tanpa kemenangan di awal musim, menyamai rekor terburuk Premier League.
Statistik Wolves mencerminkan penderitaan mereka. Gol paling sedikit (9), kebobolan terbanyak (37), dan kini menelan 10 kekalahan liga beruntun. Jarak 16 poin dari zona aman membuat ancaman degradasi terasa semakin nyata, bahkan sebelum musim mencapai titik tengah.
Hanya dua kali Wolves terhindar dari kekalahan, itu pun lewat hasil imbang 1–1 melawan Tottenham dan Brighton. Selebihnya, tim asuhan Rob Edwards seperti kehilangan identitas.
Ironisnya, satu-satunya pola positif yang bisa mereka pegang adalah fakta bahwa di setiap laga Premier League Liverpool musim ini, tim yang mencetak gol lebih dulu selalu menang—sesuatu yang bisa menjadi harapan tipis bagi Wolves jika mampu mencuri start cepat.
Namun, sejarah pertemuan juga tak bersahabat. Wolves kalah dalam 16 dari 17 pertemuan liga terakhir kontra Liverpool, dan kali ini mereka datang ke Anfield dengan skuad pincang.
Kondisi Tim dan Absensi Kunci
Liverpool kehilangan Alexander Isak hingga dua bulan akibat cedera pergelangan kaki. Conor Bradley juga belum sepenuhnya bugar, sementara Dominik Szoboszlai absen karena akumulasi kartu. Mohamed Salah menjalani tugas bersama Mesir di Piala Afrika, absensi yang jelas mengurangi daya gedor, meski perannya belakangan sudah lebih terkelola.
Di sisi lain, performa Hugo Ekitike menjadi angin segar. Penyerang Prancis itu mencetak lima gol dalam tiga laga liga terakhir dan berpeluang mencatat sejarah sebagai pemain Liverpool pertama selain Salah yang mencetak gol dalam empat laga Premier League beruntun sejak Sadio Mane pada 2019.
Wolves datang dengan masalah lebih kompleks. Toti Gomes cedera hamstring, Emmanuel Agbadou absen karena AFCON, dan beberapa nama lain masih berkutat dengan cedera. Kembalinya Yerson Mosquera sedikit memberi harapan di lini belakang, sementara Jorgen Strand Larsen berusaha bangkit setelah musim yang jauh dari kata memuaskan.
Perkiraan Susunan Pemain
Liverpool:
Alisson; Bradley, Konate, Van Dijk, Kerkez; Jones, Gravenberch; Gakpo, Mac Allister, Wirtz; Ekitike
Wolverhampton Wanderers:
Sa; S Bueno, Mosquera, Doherty; Hoever, J Gomes, Andre, Krejci, Wolfe; Arokodare, Hwang
Prediksi Skor Akhir
Dengan momentum yang sedang naik, dominasi historis, serta kualitas individu yang jauh di atas lawan, Liverpool seharusnya mampu mengendalikan laga sejak awal. Wolves mungkin mencoba bertahan dalam blok rendah dan berharap pada serangan balik, tetapi tekanan di Anfield berpotensi terlalu besar untuk ditahan.
Prediksi: Liverpool 3–0 Wolverhampton Wanderers