Profil DJ Donny yang Kini Jadi Sorotan
DJ Donny adalah seorang influencer yang kini menjadi perbincangan publik setelah mengalami teror di rumahnya. Ia mengungkapkan pengalamannya melalui akun Instagram pribadinya, menyebut dirinya menjadi sasaran aksi teror. Bahkan, ia melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Latar Belakang dan Karier DJ Donny
DJ Donny memiliki nama asli Ramond Donny Adam. Ia lahir dari Aceh, namun saat ini tinggal di Jakarta. Karier DJ Donny dimulai sejak era 2000-an, ketika ia mulai bermain musik sebagai disc jockey atau DJ di sejumlah klub malam.
- Pada Juni 2005 hingga Januari 2007, ia menjadi DJ Second Floor Bar & Lounge di Kemang Raya, Jakarta Selatan.
- Setelah itu, ia pindah ke Venue Bar & Longue di Jakarta Selatan, pada Juli 2007.
- Di sana, DJ Donny berkarier hingga Agustus 2009.
- Ia lalu bergabung dengan NU China Bar di wilayah Kemang, Jakarta, sejak September 2009 hingga Oktober 2011.
- Nama Donny semakin mentereng, bahkan menjadi salah satu DJ yang banjir job era tersebut.
- Ia kemudian pindah ke X2 Club Jakarta pada November 2011 hingga November 2014.
Karier yang Menanjak
DJ Donny tidak hanya dikenal sebagai DJ, tetapi juga aktif dalam beropini tentang kebijakan pemerintah. Ia juga menduduki jabatan strategis di sejumlah perusahaan rekaman.
- Sejak Mei 2011, Donny menjadi Managing Director di PT Gina Karya Lestari.
- Ia juga menjadi Founder dan CEO Twelvetone Records sejak Agustus 2012.
- Nama Donny juga tercatat sebagai Executive Director di PT Adam Mandiri sejak Desember 2012.
- Selain itu, ia menjadi Founder dan Owner Jakarta Recordings sejak Juni 2013.
Pada Pemilu 2019, DJ Donny vakum menjadi DJ untuk maju sebagai calon legislatif (caleg) DPR RI. Ia mencalonkan diri di daerah pemilihan (dapil) Aceh I sebagai kader PDIP. Meski meraih suara terbanyak kedua dari dapilnya, Donny gagal lolos ke Senayan.
Kasus Teror yang Menggemparkan
DJ Donny kini menjadi sorotan karena menerima dua kali teror di rumahnya dalam kurun waktu tiga hari terakhir. Teror pertama terjadi pada Senin (29/12/2025), berupa bangkai ayam berlumur darah yang ditemukan oleh istri Donny di dalam paket wadah plastik bening yang ditaruh di luar rumah.
“Saya pulang ke rumah, saya buka, isinya rupanya bangkai ayam. Ayam dipotong kepalanya, dan ada tulisan ancaman,” kata Donny.
Tulisan ancaman tersebut berbunyi, “Jaga mulutmu, terutama di medsos (media sosial). Jangan pecah belah bangsa, atau kamu akan jadi seperti ayam ini!”
Selain itu, ada selembar kertas dengan cetakan foto dirinya yang diduga diambil dari salah satu kontennya. Ada garis merah dengan dua ujung diberi tanda silang (X) pada bagian lehernya.
“Terus ada foto saya, terus di leher saya di kayak dipotong,” jelasnya.
Dilihat dari rekaman CCTV dari rumah tetangganya, DJ Donny menyebut bahwa pelaku adalah seorang pengecut. Sebab pelaku itu hanya melempar paket tersebut dengan asal lalu melarikan diri.
“Dia langsung lempar, jatuhin gitu aja, langsung kabur. Pengecut. Jadi masih kayak masih amatiran juga, menurut saya,” ujar DJ Donny.
Setelah mendapatkan teror tersebut, dia kemudian mengunggahnya di media sosial serta menambah kamera CCTV setelah kejadian itu. Selang satu hari lebih, teror kedua datang dan masih menyasar pekarangan rumah DJ Donny.
Beruntung, bom yang jatuh di atas mobilnya itu padam lantaran diguyur hujan. Meski begitu, DJ Donny tak terima lantaran menurutnya penyerangan dengan ledakan itu berpotensi mengganggu kenyamanan dan keamanan masyarakat sekitar.
Maka dari itu, dia kemudian melapor ke Mapolda Metro Jaya dan laporannya teregistrasi pada nomor STTLP/B/ 9545 / XII /2025/SPKT/POLDA METRO JAYA. Dia berharap agar nantinya para pelaku yang melakukan teror kepadanya dan sejumlah influencer serta aktivis lain bisa ditangkap.
“Nah, ini maksud maksud saya ini, inilah tugas pemerintah. Ini harus diungkap, harus benar-benar diungkap. Karena kenapa? Bukan hanya saya saja yang jadi korban. Tapi ada orang lain juga, ada banyak, lebih dari lima, mungkin, yang kena intimidasi,” tuturnya.